Mohon tunggu...
Dima Satriani Juandaputri
Dima Satriani Juandaputri Mohon Tunggu... (masih) mahasiswa

Sementara dikosongkan

Selanjutnya

Tutup

Digital Pilihan

Perkara Dua Centang Biru

19 Januari 2021   22:33 Diperbarui: 19 Januari 2021   22:34 61 2 0 Mohon Tunggu...

WhatsApp menjadi salah satu aplikasi yang menjadi media komunikasi. Aplikasi ini menjadi salah satu media komunikasi yang paling banyak digunakan di Indonesia, mulai dari anak sekolah, mahasiswa, pekerja, orangtua, pejabat negara, dan lapisan masyarakat lainnya. 

Fitur yang tersedia di aplikasi WhatsApp dapat membuat komunikasi menjadi lebih efektif, misalnya saja seperti fitur perekam suara (voice note), grup chat, arsip pesan, dan lainnya. Salah satu fitur yang sering diperdebatkan adalah fitur laporan terbacanya pesan yang ditandai oleh simbol dua centang biru dan fitur 'terakhir dilihat' yang menunjukkan waktu terakhir seseorang membuka aplikasi WhatsApp.

Beberapa tahun terakhir ini, kedua fitur yang terakhir saya sebutkan seringkali menjadi awal sebuah permasalahan baik itu masalah yang serius ataupun hanya sebuah candaan. Bahkan sempat tersiar sindiran yang menyatakan bahwa tanda kedewasaan seseorang dapat dilihat ketika orang tersebut mengaktifkan kedua fitur itu. Biasanya sindiran atau permasalahan kedua fitur itu diperbincangan oleh kaum remaja atau dewasa awal, sekitar usia 16-21 tahun.

Dulu, saya pun sempat mempermasalahkan dan tidak menyukai orang-orang yang menon-aktifkan fitur tersebut. Ada apa sih dengan mereka? Begitu pikir saya saat itu. Namun, sekarang saya malah menjadi bagian dari mereka yang menon-aktifkan fitur 'laporan terbaca' dan 'terakhir dilihat'. Alasannya sederhana, saya ingin hidup tenang tanpa memikirkan orang lain. Setelah kedua fitur itu saya matikan, rasanya menjadi lebih tentram dan nyaman.

Ada beberapa pola tingkah laku dari diri saya yang secara tidak sadar mulai berubah. Saya tidak lagi overthinking terhadap sebuah pesan, baik itu yang saya terima maupun yang saya kirimkan. Sebelum kedua fitur itu dimatikan, saya sering mengecek pesan apakah pesan saya sudah dibaca atau belum. 

Selain itu, saya juga sering merasa terusik jika pesan yang saya kirimkan sudah dibaca namun tak kunjung dibalas, apakah pesan saya menyinggungnya? Apa saya ada salah kata? Apakah dia mengabaikan saya? Kurang lebih itu yang terlintas dalam pikiran ketika pesan saya sudah dua centang biru tapi tak juga dibalas. 

Begitu pun fitur 'terakhir dilihat', saya sering bertanya kenapa pesan saya belum juga dibalas padahal orang tersebut baru saja aktif 5 menit yang lalu. Sama halnya ketika saya membuat status atau story di WhatsApp. Sebelum mematikan fitur tersebut, saya sering mengecek siapa saja yang sudah melihat story saya, siapa yang pertama melihatnya, dan jam berapa orang tersebut melihatnya. Setelah mematikan fitur tersebut, saya tidak bisa mengecek siapa saja yang sudah melihat story saya.

Kebiasaan dan perilaku yang muncul sebelum saya mematikan kedua fitur itu terlihat sepele dan ringan, tapi ternyata dampaknya cukup luar biasa. Sekarang saya tidak lagi risau mengenai dua centang biru yang tidak mendapatkan balasan dan tidak lagi peduli terhadap eksistensi diri melalui story WhatsApp. 

Semuanya menjadi lebih terasa murni untuk saya, mengirim pesan ya karena memang ada pesan yang perlu disampaikan dan tidak perlu mengharap balas, yang penting sudah tersampaikan. Mengunggah story ya karena saya ingin berbagi dan bukan untuk pamer ataupun mencari eksistensi diri, jadi tidak perlu merasa risau terhadap penonton story.

Kadang, ada beberapa hal yang tidak perlu kita ketahui untuk menjaga ketenangan batin. Keberadaan dari berbagai fitur di berbagai aplikasi dan media sosial juga tentu memiliki fungsinya masing-masing. Ada beberapa fitur yang mungkin tidak berguna untuk kita tapi justru sangat membantu orang lain. 

Ada hal yang mungkin terlihat sepele namun ternyata besar untuk orang lain. Ketika ada beberapa hal yang tidak kita mengerti fungsinya apa, mungkin saja memang kita belum butuh atau belum dapat memahami fungsi dari hal tersebut.

VIDEO PILIHAN