Mohon tunggu...
Dimas Saputra
Dimas Saputra Mohon Tunggu... CW

Journalist & Freelance Writer

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Serukan Solidaritas Kemanusiaan, SBY Ajak Kampanye Sementara Dihentikan

30 September 2018   21:16 Diperbarui: 30 September 2018   21:42 0 0 0 Mohon Tunggu...
Serukan Solidaritas Kemanusiaan, SBY Ajak Kampanye Sementara Dihentikan
Istimewa

Indonesia kembali berduka. Gempa dahsyat mengoyak tanah Sulawesi Tengah, di Palu dan Donggala. Ratusan korban berjatuhan tertimpa bangunan yang luluh lantak. Belum reda luka, air bah datang pula melanda. Tsunami datang menerjang, merenggut lebih banyak lagi korban jiwa.

Di tengah suasana sedih dan duka, Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyerukan solidaritas terhadap para korban bencana. Ia mengajak agar kampanye pemilu dihentikan sementara. Kini waktunya untuk lebih mengutamakan aksi kemanusiaan.

"Untuk sementara waktu, paling tidak, di Sulawesi Tengah, di Palu, di Donggala, dan di sekitarnya, itu kegiatan kampanye pemilu dihentikan. Saya kira saatnya kita menunjukkan solidaritas kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah," kata SBY melalui rekaman viideo yang diunggah pada Minggu (30/9/2018).

SBY lalu berkisah soal kenangan indah yang ia rasakan dalam berkontestasi di Pemilihan Presiden 2009 silam. Saat ia dan kandidat pesaingnya, Jusuf Kalla (JK), tengah menjalani masa kampanye, sebuah bencana datang melanda. Tanggul Situ Gintung di Ciputat, Tangerang Selatan, jebol. Seratusan warga merengang nyawa.

Saat musibah itu terjadi, SBY sedang dalam perjalanan dari Bandung menuju Jakarta. Hari itu ia punya jadwal kampanye. JK yang juga capres saat itu, juga punya agenda kampanye tersendiri.

Ketika mengetahui ada musibah, SBY menelepon JK. Ia mengajak kampanye dihentikan sementara guna bersama-sama membantu para korban bencana. JK sepakat. Keduanya hadir di lokasi untuk membantu evakuasi, hingga mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Itulah indahnya demokrasi. Demokrasi yang berkeadaban. Berkompetisi tak harus saling bermusuhan. Meski bersaing secara politik, namun kedua tokoh bangsa itu bisa mementingkan urusan rakyat di atas kepentingan kekuasaan.

Inilah yang mesti ditiru para kandidat saat ini. Tidak hanya bagi calon presiden dan wakil-wakilnya, tapi juga para kandidat wakil rakyat. Terutama mereka yang berada di sekitar daerah bencana. Hentikanlah dulu kampanye pemilu, rakyat kalian lebih perlu untuk dibantu.

Satu contoh lagi yang bisa dijadikan pelajaran adalah bencana gempa dan tsunami di Aceh pada 2004 lalu. Kala itu, pemerintah dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) mampu berdamai demi rasa kemanusiaan, meski telah berkonflik sekian lama.

Solidaritas akan kemanusiaan memang harus selalu diutamakan. Inilah yang membuat kita menjadi manusia, punya empati dan hati nurani. Betapapun kerasnya persaingan politik itu, dalam urusan kemanusiaan, kita harus tetap bersatu. Kita satu nusa, satu bangsa. Berbangsa satu, Bangsa Indonesia.