Olahraga

Terkait Kericuhan Saat Persita Tangerang vs PSMS Medan, Begini Kronologisnya

12 Oktober 2017   16:34 Diperbarui: 12 Oktober 2017   16:49 1026 0 0
Terkait Kericuhan Saat Persita Tangerang vs PSMS Medan, Begini Kronologisnya
https://jabar.pojoksatu.id

Pertandingan antara Persita Tangerang melawan PSMS Medan sore hari kemarin (11/10), berakhir ricuh. Kericuhan tersebut terjadi antara kedua suporter usai laga terakhir grup 2 babak 16 besar Liga 2 itu.

Laga tersebut diakhiri dengan kemenangan 1-0 PSMS Medan atas Persita Tangerang. Berkat kemenangan ini, PSMS berhasil melaju ke babak 8 besar mendampingi PSIS Semarang dari Grup B.

Kericuhan antar supporter tersebut awal mulanya terjadi setelah wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan. Dimulai dari suporter Persita yang masuk ke lapangan dan berniat untuk melakukan protes kepada manajemen klub.

Keadaan mulai memanas setelah ada lemparan batu dari arah bangku penonton. Tindakan provokatif dari oknum - oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut, membuat suporter Persita dan PSMS yang sudah tersulut emosi saling berbalas lemparan batu.

Sebenarnya tidak ada satupun pihak yang menginginkan terjadinya kericuhan tersebut. Apabila kita mencoba untuk lebih berfikir secara objektif, kerusuhan itu terjadi awal mulanya akibat adanya provokasi yang tidak bertanggung jawab yang memancing kerusuhan dengan melakukan lemparan batu.Sehingga, jika ditanya kepada kedua belah pihak, tidak akan ada yang merasa menjadi pelaku, malah masing - masing pihak mengklaim sebagai korban.

Drama - drama dalam dunia sepakbola seperti ini sudah terlalu sering kita saksikan, khususnya dalam momen - momen krusial yang menentukan posisi masing - masing klub. Lalu oleh orang -- orang yang tidak bertanggung jawab, momen ini dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan dengan melakukan provokasi kepada kedua belah pihak.

Hal itu bisa kita lihat, provokasi malah terus berlanjut di media sosial dengan berbagai spekulasi - spekulasi serta tuduhan - tuduhan yang tidak berdasar. Sehingga bukannya menyelesaikan masalah, tetapi malah semakin memperkeruh suasana. Lalu, apa yang kita dapat dengan kerusuhan tersebut? Bukankah masalah seharusnya diselesaikan secara damai?

Alangkah lebih bijaknya, jika setiap masalah dibicarakan dengan kepala dingin dan hati yang lapang, bukan dengan sentimen kebencian yang semakin memperburuk situasi. Saat ini bukan saatnya mencari siapa yang benar dan salah, yang jauh lebih penting daripada itu adalah kedewasaan kita semua untuk sama-sama saling menyelesaikan masalah agar tercipta situasi yang damai tanpa ada rasa kebencian. Apalagi kebencian itu dihasilkan oleh provokasi -- provokasi melalui video dan berita-berita yang memang sengaja hadir untuk memperburuk keadaan demi keuntungan tertentu.

Dari sinilah seharusnya kita belajar untuk membenahi dunia sepakbola tanah air secara bersama-sama. Hindarilah pertikaian dengan bersikap lebih sportif dan dewasa, jauhkan diri dari provokasi dari pihak yang ingin mengambil keuntungan atas insiden yang terjadi. Kita adalah saudara sebangsa, setanah air, hakekatnya bersaudara adalah saling merangkul dan damai dalam kebersamaan.