Kandidat Pilihan

Ajak Lawan Teroris, Kang Hasan Kunjungi Gereja di Bandung

14 Mei 2018   07:53 Diperbarui: 14 Mei 2018   08:40 451 0 0
Ajak Lawan Teroris, Kang Hasan Kunjungi Gereja di Bandung
hasan-gereja-600x400-5af8dc40dd0fa8089820a092.jpeg

Menyusul kejadian di Surabaya, di Gereja Santa Maria Ngagel, GKI Diponegoro dan gereja di Jalan Arjuno yang terjadi pada hari Minggu (13/5/2018), terjadi lagi ledakan bom mengakibatkan 5 orang korban akibat ledakan bom di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur. Dua orang sudah berada di rumah sakit.

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2, TB. Hasanudin menyayangkan peristiwa bom tersebut, Pria yang karib disapa Kang Hasan itu menegaskan jika semua anak bangsa menentang tindakan terorisme yang sampai menimbulkan korban jiwa.

Menurutnya, kasus teror yang menyerang salah satu umat beragama, harus langsung direspon dengan mobilisasi pemimpin daerah untuk memberikan jaminan rasa aman bagi semua lapisan masyarakat.

"Bahwa seluruh anak bangsa mengutuk keras gerakan bom bunuh diri teroris dimanapun. Pemerintah harus segera menyadarkan mereka yang tersesat bahwa tindakan terorisne merupakan perbuatan melanggar undang-undang," ujar Kang Hasan saat menyambangi Kabuyutan Cipageran, Kota Cimahi, Minggu (13/5/2018).

Bagi Kang Hasan, tindakan teror yang dilakukan para pelaku diduga teroris tidak ada manfaatnya lantaran orang yang menjadi korban biasanya tidak ada sangkut pautnya dengan para pelaku.

"Mencelakakan orang lain itu tidak ada manfaatnya, untuk apa sampai begitu. Yang jadi korban justru yang tidak bersalah, orang baik masa harus dibom begitu saja. Ada cara lain untuk berjuang tapi tidak dengan aksi terorisme," ungkapnya.

Ia meminta pihak kepolisian untuk segera melakukan penegakan hukum tanpa pandang bulu, serta menelan tumbuhnya paham-paham radikal di kalanhan masyarakat.

"Harus segera dilakukan deradikalisasi oleh semua pihak dalam konteks mengembalikan para teroris ke jalan yang benar sesuai aturan perundang-undangan. Selain dilarang juga berdosa, demi apapun alasannya tidak dibenarkan," bebernya.

Namun Kang Hasan enggan berspekulasi mengenai kejadian bom bunuh diri di Surabaya berkaitan dengan pelaksanaan Pilkada serentak yang semakin dekat.

"Saya tahu mungkin ada sekelompok orang mau punya tujuan tertentu, tapi lakukan lewat cara politik di era demokrasi tapi jangn pakai cara pembunuhan. Soal kaitan dengan Pilkada, saya tidak akan buka latar belakang intelijen, biarkan diolah aparat kepolisian," pungkasnya.