Mohon tunggu...
Didno
Didno Mohon Tunggu... Guru Blogger Youtuber

Guru yang suka ngeblog, jejaring sosial, nonton bola, jalan-jalan, hobi dengan gadget dan teknologi. Info lengkap didno76@yahoo.co.id

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Momen Tersulit Ramadan Tahun Ini adalah Dampak dari Covid-19

5 Mei 2020   15:09 Diperbarui: 5 Mei 2020   16:06 48 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Momen Tersulit Ramadan Tahun Ini adalah Dampak dari Covid-19
Jumlah orang yang positif dan meninggal dunia karena covid-19 (Dok. John Hopkins University & Medicine)

Tahun 2020 ini tidak ada seorang ahli yang dapat memprediksi akan munculnya pandemi Covid-19 di seluruh dunia. Jumlah orang yang positif Covid-19 di seluruh dunia sudah mencapai 3.584.322 orang, dan yang meninggal dunia mencapai 251.580. (Data Johns Hopkins University & Medicine pukul 14.00 Selasa 5 Mei 2020).

Dampak dari Covid-19 sudah menjalar ke berbagai bidang yakni politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan. Pandemi Covid-19 ini yang sudah di Indonesia sejak awal Maret 2020 ini akhirnya berdampak hingga bulan Ramadan.

Akibatnya beberapa aktivitas yang biasa dilaksanakan pada bulan Ramadan harus ditiadakan untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Pada tahun ini momen tersulit bulan puasa bukan karena kerjaan atau yang lainnya tetapi karena dampak dari Covid-19. Berikut momen tersulit Ramadan tahun ini :

1. Beribadah di rumah. Jika selama ini beribadah harus di masjid atau surau seperti shalat 5 waktu, shalat tarawih, dan tadarus tapi tahun ini harus dilaksanakan di di rumah saja mengikuti anjuran dari pemerintah.

2. Dilarang Mudik. Pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan untuk melarang mudik. Padahal biasanya orang-orang yang bekerja di kota atau di luar negeri akan menjalankan tradisi mudik menjelanglebaran atau hari raya Idul Fitri. Tetapi tahun ini Pemerintah sudah melarang mudik ke kampung halamannya masing-masing, terutama dari kota besar yang masuk zona merah.

Apalagi di beberapa daerah sudah diterapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang mengharuskan warganya untuk bekerja, belajar dan beribadah dari rumah. Perbatasan antara wilayah pun kini dijaga oleh TNI dan Polri agar penyebaran covid-19 bisa dikendalikan.

3. Bekerja dari Rumah. Sebagai sebagai guru atau pendidik, akibat dari Covid-19 adalah tentu masalah belajar di rumah. Karena tidak semua peserta didik memiliki gadget untuk pembelajaran secara online. Walaupun gurunya sudah membuat perangkat pembelajaran secara online tetapi ada beberapa peserta didik yang tidak bisa mengerjakan tugas-tugas tersebut karena berbagai hal termasuk keterbatasan perangkat dan akses internet.  

4. Kesulitan Ekonomi. Sebagai orang yang tinggal di desa, tentu merasakan sekali beban yang dialami oleh tetangga yang mengandalkan usaha atau pendapatannya dari sektor pertanian. Mereka harus bekerja di sawah agar bisa mendapatkan uang, sedangkan pemerintah menyarankan untuk tinggal di rumah. Banyak juga pedagang, peternak dan sektor lain yang gulung tikar karena pandemi Covid-19 ini.

Mereka bahkan ada yang mengatakan bahwa "enak jadi pegawai negeri, pejabat, pekerja kantoran tidak masuk kerja atau bekeraja dari rumah juga dapat gaji. Sedangkan para petani atau pedagang atau pekerja biasa, jika tidak kerja tidak mendapatkan uang".

5. Curiga dan Takut dengan Orang Lain. Baru kali ini, ketemu orang itu selalu muncul rasa curiga karena khawatir orang yang diajak berbicara atau berdekatan dengan kita itu positif Covid-19. Maka kita tidak lagi bersalaman karena takut terkena corona, menghindari teman yang bersin, batuk atau suhu badannya tinggi  bahkan jika ada keluarga yang dirawat di rumah sakitpun kita enggan datang ke Rumah sakit karena khawatir terkena Covid-19.

Apalagi jika salah satu tetangga, entah itu tetangga rumah, desa atau kecamatan, serta keluarga yang positif terkena Covid-19. Rasanya takut sekali tertular penyakit mematikan tersebut. Anggapannya bahwa jika orang sudah terkena Covid-19 akan meninggal dunia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN