Didno
Didno Guru

Guru yang suka ngeblog, jejaring sosial, bola, jalan-jalan, hobi dengan gadget dan teknologi. Info lengkap didno76@yahoo.co.id

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

Modal Awal Hanya 5 Juta, Kini Omzetnya Hingga 45 Juta Per Hari

7 Desember 2018   15:42 Diperbarui: 7 Desember 2018   16:16 547 2 1
Modal Awal Hanya 5 Juta, Kini Omzetnya Hingga 45 Juta Per Hari
Proses produksi di SXB Sport Indonesia pusat di Indramayu (Dok. Nanang)

Bagi sebagian orang, hidup dalam posisi yang nyaman itu tidak diinginkan karena membuat dia tidak bisa berkembang dan hanya menjalani rutinitas itu-itu saja, demikian diungkap Nanang Fahrurozi kepada saya saat ditemui di kediamannya di Desa Wirakanan Kecamatan Kandanghaur Indramayu yang tidak jauh dari tempat tinggal saya.

Begitu juga dengan Nanang panggilan akrabnya, dia memutuskan keluar dari tempat kerjanya dengan hanya bermodalkan sisa uang pengunduran dirinya sebesar 5 juta rupiah memulai usaha baru. Dia meninggalkan pekerjaannya pada tahun 2012 lalu karena mulai tertarik dengan bisnis pakaian olahraga yang dijualnya secara online.

Dia mantap beralih profesi dari seorang bankir menjadi seorang pengusaha pakaian olahraga padahal saat itu dia sudah mendapatkan penghasilan perbulan lebih dari 4,5 jutaan, belum lagi ada tunjangan atau pendapatan lainnya. Tetapi dia melangkah dengan mantap dengan menekuni bisnis tersebut.

Nanang Fahrurozi pemilik SXB Sport Indonesia (Dok. FB Nanang)
Nanang Fahrurozi pemilik SXB Sport Indonesia (Dok. FB Nanang)
Nanang memiliki visi yang kuat ingin mensejahterakan orang-orang yang ada di sekelilingnya terutama orang Indramayu yang tidak memiliki pekerjaan atau pengangguran. Lalu diawali dengan membeli bahan-bahan kaos olahraga sortiran dari brand-brand ternama untuk dibuat produk-produk pakaian olahraga dengan nama brand SXB Sport.

Ternyata dengan kualitas yang sama dengan brand-brand ternama dan harga yang terjangkau, produk-produknya mulai banyak dilirik oleh para olahragawan. Dia bersama karyawannya mulai membuat banyak varian pakaian olahraga dari mulai kaos olahraga, yoga, fitness, celana ledging, baju renang, jaket dan lain-lain.

Semula dia memperkerjakan karyawan hanya untuk usahanya di Blok Pengodengan Desa Wirakanan Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu. Berbekal penjualan online melalui beberapa situs jual beli online ternama seperti Tokopedia, FJB Kaskus, Bukalapak dan melalui media sosial Facebook.

Proses penjahitan (Dok. Didno)
Proses penjahitan (Dok. Didno)
Tetapi kini dia sudah memiliki tiga tempat produksi yakni di Indramayu sebagai pusatnya, lalu di Surabaya dan Yogyakarta. Total karyawannya sudah mencapai lebih dari 100 karyawan. Karyawan yang ada di Surabaya berjumlah 31 orang, sisanya dari Yogyakarta dan Indramayu.  

Kalau pada tahun 2015 lalu omzet penjualannya baru mencapai 7-10 juta perhari, tetapi kini omzet penjualan sudah mencapai 30-45 juta perhari. Peningkatan omzet tersebut selain karena banyaknya pembeli dari berbagai daerah di Indonesia, juga karena pelayanan yang prima kepada pelanggannya.

Proses printing (Dok. Didno)
Proses printing (Dok. Didno)
Menurut Nanang, ada beberapa hal yang terus diperhatikan oleh perusahaannya untuk kepuasan pelanggannya. Pertama kualitas bahan yang digunakan tidak kalah bahkan sama dengan bahan ayng digunakan band-band ternama dan harga terjangkau oleh konsumen Indonesia.

Kedua, kualitas jahitan dari produk-produknya sangat diperhatikan oleh pemilik SXB Sport ini karena konsumen akan complaint atau mengeluh jika kualitas jahitan dari pakaian olahraganya tidak sesuai yang diinginkan.

Proses desain pakaian SXB Sport Indonesia (Dok. Didno)
Proses desain pakaian SXB Sport Indonesia (Dok. Didno)
Ketiga,  Produk-produk SXB Sport bisa disesuaikan dengan keinginan atau selera pelanggan atau istilahnya custom walaupun jumlah pemesanan tidak harus puluhan bahkan hanya memesan 1 atau 2 buah saja bisa dibuat sesuai dengan desain, dan ukuran pemesan.  Karena SXB Sport memiliki mesin printing sendiri tidak lagi menggunakan sablon biasa.  Walaupun harga printing berukuran besar tersebut mencapai 300-an juta rupiah.

Keempat, Pengiriman tepat waktu. Beberapa waktu yang lalu dia baru saja merasakan pelayanan jasa pengiriman yang tidak menyenangkan. Puluhan produk yang dia kirim menggunakan salah satu jasa pengiriman barang tidak sampai kepada konsumen. Jumlah kerugian mencapai jutaan rupiah tetapi tanggungjawab perusahaan jasa layanan barang tersebut tidak ada sehingga akhirnya dia beralih menggunakan jasa pengiriman yang sudah terpercaya oleh masyarakat Indonesia yakni JNE.

Proses labeling (Dok. Didno)
Proses labeling (Dok. Didno)
Perusahaan jasa kurir ekspres dan logistik JNE memiliki kelebihan dibandingkan dengan jasa pengiriman lain, salah satunya adalah ketepatan waktu pengiriman dan harganya cukup bersaing dengan yang lain. Dalam sehari pesanan konsumen yang dikirim oleh perusahaannya melalui JNE berjumlah puluhan paket.

Agar produk-produk pakaian olahraganya dikenal dan tetap digemari oleh masyarakat Indonesia, dia tidak sungkan-sungkan menggelontorkan uangnya untuk mengajak instruktur senam, yoga, aerobic dan lain-lain untuk bekerjasama mempromosikan produk-produknya.

Bukti pengiriman (Dok. Didno)
Bukti pengiriman (Dok. Didno)
Selain itu dia juga sering mempromosikan produk-produk terbarunya melalui beberapa saluran seperti melalui Facebook Ads, dan  promosi melalui e-comerce tempat dia memiliki tokonya sehingga produk-produknya banyak dibeli oleh penggemar pakaian olahraga di tanah air.  

Nanang juga tidak lupa dengan kesejahteraan karyawannya selain berusaha memenuhi standar UMK (Upah Minimum Kabupaten), setiap tahun dia mengajak karyawannya untuk jalan-jalan. Tidak hanya itu, karyawan yang loyal terhadap perusahaan diberikan rewards umroh gratis.

SXB Sport Cabang Yogyakarta (Dok. FB Nanang)
SXB Sport Cabang Yogyakarta (Dok. FB Nanang)
Salah satu hal yang tidak pernah dilupakan oleh Nanang yang menyebabkan perusahaannya terus berkembang adalah memberikan 2,5% keuntungannya untuk zakat. Uang zakat tersebut diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu yang ada di sekeliling tempat tinggal dan tempat produksinya.

Mudah-mudahan perusahaan SXB Sport Indonesia semakin berkembang dimasa yang akan datang, sehingga terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Semoga makin banyak UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Indramayu dan daerah-daerah lain yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya.