Mohon tunggu...
didit budi ernanto
didit budi ernanto Mohon Tunggu... menulis kala membutuhkan

(ex) jurnalispreneur...(ex) kolumnispreneur....warungpreneur

Selanjutnya

Tutup

Finansial Pilihan

Melindungi Masyarakat dari Jerat Investasi Bodong

18 Januari 2020   09:08 Diperbarui: 18 Januari 2020   09:09 95 1 0 Mohon Tunggu...

Dugaan kasus penipuan berkedok investasi dan properti syariah terungkap di Surabaya. Nilai kerugian kasus ini sangat fantastis. Untuk kasus investasi bodong MeMiles, misalnya, Polda Jatim berhasil mengamankan uang hingga Rp 750 miliar. Lantas, kasus penipuan perumahan syariah Multazam Islamic Residence dengan potensi kerugian diperkirakan mencapai belasan miliar rupiah.

Seperti lazimnya yang telah terjadi di berbagai investasi bodong yang telah berhasil diungkap, sejumlah publik figur dimanfaatkan sebagai modus operandinya.  Ibarat, kail, nama besar artis kondang hingga tokoh agama itu dipergunakan memancing minat masyarakat.

Tak bisa dipungkiri nama-nama publik figur sebagai nilai jual guna melegitimasi produk investasi maupun properti yang ditawarkan. Ini lo publik figur saja berminat  investasi, begitu kira-kira yang dijual oleh pelaku kepada masyarakat. Sehingga masyarakat akhirnya kemudian ikut tertarik.

Orang memang cenderung tertarik kepada produk-produk maupun merek-merek yang memanfaatkan  publik  figur. Para publik figur itu merupakan referensi penting bagi masyarakat untuk menentukan pilihan.

Modus inilah yang telah banyak menjerat masyarakat. Investasi bodong,  hingga  penjualan properti hingga modus akal-akalan lainnya   yang ujung-ujungnya malah merugikan masyarakat.

Padahal, ternyata publik figur sama sekali tidak ada kaitannya. Mereka hanya sebatas hadir sebagai pengisi acara maupun sekadar di-endorse. Tanpa ada keterkaitan langsung dengan entitas investasi bodong.

Sebenarnya kasus-kasus investasi bodong, properti fiktif maupun kasus-kasus lainnya, dengan berbagai modus, bukanlah kasus baru. Misalnya, kasus Pandawa Group, Cipaganti Group, Abu Tours, First Travel, kemudian praktik investasi model Dream From Freedom, PT Cakrabuana Sukses Indonesia, Talk Fusion, maupun UN Swissindo, PT Solusi Balad Lumampah (SBL),  serta lainnya yang menurut catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kerugian keseluruhan mencapai ratusan triliun rupiah.

Dan, hingga akhir Desember 2019,  melalui  Satgas Waspada Investasi OJK telah menghentikan 182 entitas investasi bodong di Indonesia, sebagaimana dikutip dari laman kompas.com, 3 Desember 2019.  Pengungkapan jumlah kasus investasi bodong di satu sisi menunjukkan kinerja positif Satgas Waspada Investasi OJK.

Tetapi, di sisi lain pengungkapan kasus investasi bodong itu memunculkan fenomena tentang banyaknya anggota masyarakat yang gampang tergiur bujuk rayu entitas investasi bodong. Masyarakat tak serta merta menghentikan ketertarikannya terhadap praktik investasi bodong.

Tak hanya nama besar publik figur, masyarakat tetap tertarik Iming-iming keuntungan atau imbal hasil besar tak dipungkiri membuat banyak yang tergiur dengan investasi bodong ini.  

OJK mencatat ada entitas investasi bodong yang mengiming-imingi keuntungan hingga 30 persen per bulan. Nilai keuntungan yang bahkan melebihi bunga deposito perbankan maupun investasi saham.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x