Mohon tunggu...
Almadi
Almadi Mohon Tunggu... Jurnalis

Lihat sekitarmu

Selanjutnya

Tutup

Olahraga

Kata Hati Atlet Sumbar

11 April 2021   11:25 Diperbarui: 11 April 2021   11:25 173 2 0 Mohon Tunggu...

Atlet KONI SUMBAR yang dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, hanya bisa mengamati, menilai apa dilakukan orang yang selalu bicara cinta olahraga. Namun, ucapan itu bertolak belakang dengan perilaku sebenarnya. 

Mereka yang bersorak dukung olahraga SUMBAR menuju prestasi PON XX, kalau bisa target melebihi 16 medali emas. Apakah sudah intropeksi ucapan dengan perbuatan. Kalau tidak munafik namanya. Tahukah mereka kata hati atlet yang sebenarnya, tahukah pengambil kebijakan saat ini atlet kekurangan gizi.

Kadispora pernah bilang KONI SUMBAR dapat saja dibekukan, ada pula yang berkata bisa dilakukan diskresi seperti dilakukan Bupati Kabupaten Pesisir Selatan. Bahkan, Ketua KONI agar dipidana dituding memalsukan SK KONI Pusat. Jadi tak ada celah buat Syaiful selaku Ketua KONI SUMBAR. Bahkan, tidak ada hak bicara. Intinya mundur.

Apakah hukum rimba berlaku, mungkinkah tak ada lagi aturan di republik ini. Target mereka adalah Syaiful harus mundur sebagai Ketua KONI SUMBAR. Bagaimana pun caranya, ambil alih kepengurusan KONI sekarang. Jangan beri ruang sampai PON XX. Bikin terus masalah, seolah-olah pengurus KONI tidak becus dan dibenci semua orang.

Strategi bikin rusuh dan fitnah terus mereka hembuskan. Dampaknya, atlet kebingungan dan gagal fokus latihan. Sadarkah mereka, oh no,peduli amat dengan atlet!. Kata mereka, kasus ini seperti kejadian PON tahun 2016, pengambilalihan Ketua KONI SUMBAR tidak akan mengganggu atlet. 

Kata kunci sebut mereka, adalah ketegasan gubernur SUMBAR untuk mencampakan Syaiful yang menduduki kursi KONI. Dorong kepala daerah melakukan Musyawarah provinsi luar biasa. Alasan,  karena munculnya surat mosi tidak percaya pengurus cabang olahraga saat silaturahmi yang diprakarsai Kadispora Sumbar. Wow, ibarat bibir di tepi cawan.

Gerakan ini harus berjalan sampai KONI diambil alih. Semua misi dijalankan mulai dari mempengaruhi gubernur sampai KONI Pusat. Pokoknya, kepengurusan Syaiful dilaporkan melanggar aturan dan bikin hubungan tidak harmonis dengan cabang olahraga. Sebarkan terus fitnah anti KONI hingga Syaiful angkat bendera putih.

Upaya mereka menakut-nakuti pengurus KONI dengan menjual nama gubernur akhirnya terbongkar. Ketika pengurus KONI diundang oleh Tim Percepatan Sumbar Madani bikinan Mahyeldi Ansharullah. Semua kaget, dengan paparan Ketua KONI Syaiful. Ingat ya, KONI diundang bukan sengaja datang seperti fitnah yang berkembang. 

Begitu pula, ketika Sekum KONI, Irnaldi Samin datang ke ruang kerja gubernur SUMBAR menyampaikan titipan bingkisan dari Ketua DPD RI, La Nyala Mataliti. Tidak sepatah kata pun yang keluar dari mulut gubernur tentang perpanjangan SK KONI, justeru Mahyeldi bertanya persiapan atlet serta menyangkut anggaran KONI."Gubernur sangat perhatian sama atlet dan berharap meraih prestasi di PON Papua," jelas Sekum KONI.

Lalu apa kata hati atlet SUMBAR menyangkut uang bulanannya yang sudah tiga bulan tidak diterima. Bahkan, ada pula isu akan dibayar separo dari sebelumnya. Alangkah naif, katanya tidak mengganggu konsentrasi atlet.

Rafika putera atlet lontar martil SUMBAR yang masuk tim Sea Games 2021 sempat bertanya, mengenai informasi pemotongan uang bulanan. Pertanyaan Rafika itu mewakili 186 orang atlet yang dipersiapkan menuju PON Papua. Tahukah mereka keluhan atlet yang bakal bertarung pada PON XX mendatang?. Ingat, atlet saat ini lagi lapar, berikanlah haknya agar tenang menjalani latihan. Mereka butuh suplemen bukan supermen. (***)

Wassalam, Padang, 11 April 2021.

VIDEO PILIHAN