Mohon tunggu...
Serigalapemalas
Serigalapemalas Mohon Tunggu... Wiraswasta - Nihilistik

Penulis pemalas yang nggak suka-suka amat menulis

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

PSSI, Jangan Kirim Pengadil ke Markas TNI dan Polisi

18 Desember 2019   15:13 Diperbarui: 18 Desember 2019   15:19 658
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: Pixabay by taniadimas

Akhirnya, Liga 1 Indonesia sampai ke pekan penghakiman dengan Bali United berhasil menjadi kampiunnya. Dan tentu saja, bukan liga kita namanya jika tak meninggalkan kontroversi dan jalan di tempat. Baik itu kualitas liga, federasi, klub hingga pengadil lapangan.

Untuk yang terakhir, rasanya Love-hate Relationship antara wasit dan suporter liga 1 sulit dilepaskan. Hal ini tak terlepas dari kualitas yang dimiliki oleh sang juru pengadil di lapangan baik dari aspek pemahaman wasit dalam Laws of The Game maupun keputusan konyol mereka. Untungnya, PSSI bergerak cepat untuk mengatasi problematik yang mengkarat ini dengan berniat mengirim mereka ke kamp konsentrasi TNI dan Polisi.

Tapi, efektifkah keputusan federasi yang juga dibenci tak kalah beda dari sang pengadil itu? Padahal dengan diagnosis wasit yang sering salah mengambil keputusan, PSSI seharusnya bisa memberikan obat mujarab yang jauh lebih baik dari ini.

Perlengkapan Wasit dan Laws Of the Game FIFA
Penonton bola era ini bukan kumpulan orang bebal yang cuma menonton tanpa menganalisa. Sebagian dari mereka lebih mengerti peraturan dalam dunia sepakbola modern. Maka jangan salah jika kesalahan sekecil apapun bisa mendapat impresi lebih yang berdampak pada rasa tak percaya pada wasit. Jika persoalan seperti pelemparan bola saja diperhatikan, apalagi mengenai keseluruhan pelanggaran yang mencolok secara visual.

Sialnya, masih banyak wasit dan jajarannya yang belum paham Laws of the Game sepakbola modern saat ini. Soal offside misalnya, masih banyak galat dalam kasus ini. Sehingga, tak jarang menimbulkan praduga liar yang mengembang di kalangan suporter.

Keputusan-keputusan kontroversi seperti ini seharusnya segera di minimalisir dengan memperbaharui pemahaman wasit dan asistennya melalui pelatihan dari PSSI maupun komisi wasit yang menaunginya.

Disamping memperbarui pemahaman Laws of the Game sepakbola modern, PSSI harus kooperatif dengan memberikan perlengkapan wasit modern di liga tahun depan. Hal ini demi menunjang keperluan dan meningkatkan mutu juru pengadil itu sendiri.

Selama ini kita tak pernah melihat wasit lokal yang memakai alat komunikasi dalam menjalankan tugas, selain Thoriq Al-katiri. Itupun dia dapatkan dari uang pribadi bukan dari operator liga maupun induk federasi. Padahal, fungsi alat komunikasi dalam memberi keputusan sangat vital bagi sang pengadil lapangan.

Selain alat komunikasi, vanishing spray yang digunakan dalam perkara tendangan bebas, juga tak kalah pentingnya demi menghemat waktu dan mengurangi pertikaian yang sering terjadi antar pemain Indonesia yang sering berafiliasi pada percekcokan nan berkepanjangan.

PSSI, Masih yakin akan menggodok wasit kalian ke pangakalan Militer dan Kepolisian?
Tak ada salahnya memang jika PSSI bersikukuh mengirim wasit ke pangkalan militer dan kepolisian. Tapi, dampak yang dihasilkan kurang signifikan untuk kemajuan sepak bola. Sebab, seperti tujuan awal federasi untuk meningkatkan mental dan etos kerja, hasil yang didapatkan pun tak sejalan dengan harapan penggemar bola.

Apalagi, dengan wacana penggunaan VAR di musim depan, bijaknya PSSI lebih memusatkan peningkatan pengetahuan para pengadil lapangan. Baik mengenai Laws of the game FIFA terbaru maupun penggunaan teknologi VAR. Sebab, dua perkara tersebut lebih berdampak signifikan untuk kemajuan Sepakbola kita ke depan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun