Mohon tunggu...
Dicky Saputra
Dicky Saputra Mohon Tunggu... Wiraswasta - Talks about worklife and business. Visit my other blog: scmguide.com

-

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

4 Cara Memutuskan Siklus Pikiran Negatif untuk Kebaikan Diri Sendiri

15 Desember 2019   17:31 Diperbarui: 21 Desember 2019   20:09 24278
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Berpikir negatif (sumber: pixabay.com)

Yang membedakan antara orang yang lantas terpuruk dan tidak adalah bagaimana mereka menyikapi fase pikiran negatif yang terjadi.

Apakah mereka terus larut atau cepat sadar dan membalikkan keadaan.

Semakin kamu sering larut dalam pikiran negatif, semakin kamu akan sulit membalikkan keadaan itu untuk kembali merasa positif akan dirimu.

Tapi, bukan berarti enggak mungkin untuk mengubahnya. Biarpun kamu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, mengatakan hal-hal negatif tentang dirimu sendiri, tetap kamu punya kesempatan untuk mengubahnya.

Pentingnya menghentikan berpikir negatif
Kenapa kamu harus berhenti berpikir negatif?

Kalau kamu lihat lebih jauh, selain ketidakpercayaan diri, munculnya pikiran-pikiran negatif ini bisa disebabkan salah satu gangguan kesehatan mental, seperti depresi misalnya.

Salah satu gejala depresi adalah pikiran negatif yang membuat seseorang merasa enggak berguna, enggak berdaya, merasa enggak punya apa-apa padahal sebenarnya dia memiliki lebih dari apa yang dia butuhkan.

Atau, pikiran negatif itu bisa membuatmu menderita gangguan kegelisahan yang membuatmu takut dan gelisah akan ketidakpastian masa depan bahkan jauh sebelum kenyataannya sendiri datang.

Kamu mengkuatirkan hidup kamu bertahun-tahun ke depan padahal hari esok saja belum tiba. Rugi banget kan? Kejadiannya saja belum terjadi, tapi kekuatirannya sudah dari sekarang.

Kalau sudah menyangkut kesehatan mental, masalahnya bisa jadi rumit. Enggak cuma masalah pikiran negatif.

Tapi, itu semua bisa diubah. Kamu layak mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan hidup yang kamu cari.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun