Mohon tunggu...
Diaz Abraham
Diaz Abraham Mohon Tunggu... Jurnalis - Penyesap kopi, pengrajin kata-kata, dan penikmat senja

Peraih Best Feature Citizen Jurnalis 2017 dari PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) | Sisi melankolianya nampak di Tiktok @hncrka | Narahubung: diazabraham29@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Moral Premier League Tak Lebih Tebal dari Kondom!

12 Oktober 2022   18:54 Diperbarui: 13 Oktober 2022   02:14 395
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Laporan Guardian pada (22/9) menyebut sekitar 10,9 juta orang dewasa Inggris menunggak satu atau lebih tagihan. Sedangkan laporan badan amal Opinium mengungkapkan 5,6 juta orang kehilangan makanan dalam tiga bulan terakhir.

Makin hari banyak penduduk Inggris kehilangan pekerjan, tapi hidup harus terus berjalan dan perlu setumpuk uang untuk menjamin ketersediaanya. Sekitar 8 juta orang telah menjual barang pribadi atau rumah tangga untuk bertahan.

Nikki McNeill dari badan amal Beyond the Streets menggambarkan kesensaraan di sana. Seorang wanita tak bersuami dengan rumah tinggal pribadi, harus menaruh kantong berisi makanan di jendela rumah agar tetap dingin karena tak memiliki kulkas.

Laporan badan amal Opinium memperkirakan lebih dari 15 juta orang menggunakan kartu kredit untuk membeli bahan kebutuhan pokok. Sementara 1 dari 10 orang di sana mengambil langkah lain dengan meminjam uang dari keluarga atau teman.

Warga yang berada di kelas ekonomi bawah lebih parah lagi, perempuan di sana rela menjual harga dirinya kepada kelas menengah atas dengan menjajakan kehangatan melalui tubuhnya ditengah cuaca dingin. Langsung, online, atau di tempat penginapan.

Data dari English Collective of Prostitution menyebut kalau pekerja seks komersial meningkat 1/3 dari angka biasanya. Semua ini disebkan oleh kenaikan biaya hidup terutama akibat krisis energi yang terjadi.

Tindakan ini dilakukan demi bertahan hidup. Momen ini dimanfaatkan dengan baik oleh para penikmat. Mereka tak mau menggunakan kondom ketika berhubungan, sebuah tawaran yang sulit ditolak saat keadaan mendesak.

Anak kecil juga terdampak kengerian ekonomi yang terjadi di Inggris. Mereka kesulitan mendapat makanan. Padahal pemerintah menggratiskan makanan kepada anak sekolah selama dua tahun, setelahnya hanya mereka dari keluarga berpenghasilan kurang dari  7.400 paund atau sekitar Rp 125 juta setahun yang berhak mendapatkannya.

Naasnya sekurangnya  800.000 anak di garis kemiskinan tak mendapatkannya. Subsidi makanan dari pemerintah tak tersalurkan dengan baik. Beberapa anak terpaksa mengunyah permen karet untuk menahan rasa lapar.

Krisis ekonomi yang menimpa Inggris saat ini merekam itu semua. Salah satu negara maju ini mencapai puncak kejenuhan ekonomi terbesar setelah 40 tahun. Inflasi yang terjadi, meski bukan yang tertinggi, tapi memiliki dampak besar bagi warga terutama di kelas ekonomi terendah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun