Mohon tunggu...
Dedy Sudirman
Dedy Sudirman Mohon Tunggu... Administrasi - Penulis

Sedang Belajar Menulis. Penyumbang Cerita, Fikiran, Gagasan, Pendapat, Kritik dan Saran

Selanjutnya

Tutup

Politik

Tindakan Sosial Pemerintah Versus KAMI

21 Oktober 2020   08:23 Diperbarui: 24 Oktober 2020   16:39 151
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Kasus yang ketiga adalah KAMI di Jawatengah. Sama persis seperti di Surabaya. Ada statement dari pak Muldoko adalah “Selama gagasan dari KAMI bagus adalah hal baik dan bagus akan dipertimbangkan, tetapi kalau memaksakan kehendak, ada juga perhitungannya. Negara mempunyai kalkulasi sendiri dalam menjaga stabilitas dan keamanan”. Ini adalah bentuk ketidak percayaan pemerintah kepada KAMI yang masih menduga KAMI untuk membuat kekacauan kedepannya. Kacaunya dimana? KAMI itu tertib, tahu aturan, tidak memaksakan kehendak, mereka bersuara untuk sesuatu yang terpenting harus disuarakan saat ini dengan tidak melakukan kepentingan-kepentingan lain. Poin suara moralnya adalah pokok gagasan KAMI bukan suara politik. (pahami 8 gagasan KAMI). Ada juga KAMI (Koalisi Aktivis Mahasiswa Indonesia) yang menolak deklarasi dan silaturahmi KAMI. KAMI versi mahasiswa menganggap KAMI telah membuat kegaduhan, kekacauan, bukannya membantu pemerintah dari pandemic covid 19 ini. Hello KAMI PMII versi Mahasiswa! Jadi Mahasiswa jangan bodoh. Kamu harus pahami 8 deklarasi KAMI. 1 poinnya adalah menuntut pemerintah agar bersungguh-sungguh menanggulangi pandemi COVID-19 untuk menyelamatkan rakyat Indonesia dengan tidak membiarkan rakyat menyelamatkan diri sendiri, sehingga menimbulkan banyak korban dengan mengalokasikan anggaran yang memadai, termasuk untuk membantu langsung rakyat miskin yang terdampak secara ekonomi.

Ideologi Pki Masih Hidup?

Kita sudah banyak mengetahui betapa ganasnya PKI melalui sejarah. Akan tetapi sejarah itu masih di perdebatkan sampai hari. Tidak selesai tuntas. Artinya ada ketidaklurusan, ada perbedaan pemahaman/penafsiran, ada ketidakjujuran dalam sejarah. Ini penting sekali untuk di bahas dan diselesaikan agar tidak terjadi keributan terus menerus. Kalau bicara ideology itu pasti mengakar. Ideology islam, ideology komunis, idelogi liberal semua itu mengakar dan mendalam. Dampaknya bisa 1,2,3,4,5 dekade dan seterusnya.

Kita tahu juga bahwa agama dan komunis tidak bisa bersatu. Tidak akan pernah bisa bersama. Ini soal bertuhan dan tidak bertuhan. Negara kita bertuhan sedang komunis tidak. Sementara dunia masih belajar tentang komunis yang masih dipejari di seluruh kampus dunia. Negara kuat yang berideologi komunis adalah RRC dan RRT. Coba saya bandingkan dengan ideology yahudi. Mereka dibantai di jerman, mereka di batai di yerussalem dalam watu yang sangat lama. Mereka kocar kacir lari ke luar dari yerussalem. Ada yang ke eropa, ada yang ke amerika serikat ada yang keasia. Mereka semakin matang dalam bernegara dan berideologi.

Anda bisa membayangkan betapa dunia ini dikuasai oleh orang-orang yahudi disetiap negara negara maju seperti amerika serikat, eropa bahkan asia tengah/arab. Mereka menguasai teknologi, ekonomi, politik, hukum dan lain sebagainya. Karena apa? Kekuatan ideology yang tak terbantahkan. Bagaimana dengan komunisme dan ajaran marxisme? Ini ideology ganas dan tidak bertuhan. Ada tesis yang mengatakan bahwa RRC dan Korea Utara sudah mempunyai nuklir. Ekonomi berbasis marxisme di RRC mengakar kuat dimana Secara politik menggunakan ideology liberalism, secara kerakyatan menggunakan ideology marxisme.

Betapa dahsyatnya negeri ini jika mereka melakukan kudeta dunia. Mereka akan meluluhlantahkan amerika serikat dan inggris. Apa buktinya? Jelas ada buktinya. Ada nuklir dalam sistem kemiliteran RRC dan Korea Utara. Dari sisi ekonomi berbasis ekonomi kerakyatan, dalam lobi politik memakai diplomasi liberal. Ini luar biasa. RRC dilahirkan sebagai bangsa yang bersemangat, berjuang, berperang dan seperti ingin menjadi nomor 1 (tobe number one) yang selalu meng up grade, mematangkan, menyebarkan, konsep ekonomi, militer, politik dengan ideologinya. Mereka sama persis seperti yahudi ada dimana mana diseluruh penjuru dunia. Yahudi liberalism akan berperang kembali melawan RRC komunis marxisme. Ya, RRC/KORUT vs USA/ENGLAND. Apalagi Jerman negara terkuat di eropa kemungkinan akan bergabung, berteman dengan RRC. Kenapa Jerman berteman dengan RRC?

Filosof Jerman memulai perang pemikiran dengan filosof filsuf Amerika/Inggris sejak Periode Renaisans (1355-1650). Pemikiran Filosof filsuf Jerman seperti Spinoza, Leibniz beraliran rasionalis ditolak, dibantah, dikritik filosof-filosof Amerika/inggris seperti Locke, Berkeley, Hume yang beraliran pemikiran empiris. Spinoza, Leibniz mengakar pada rasionalis yang berpengaruh penting pada pemikiran Marx menghasilkan negara Uni Soviet, RRT dkk beraliran komunis materialis. Sementara pemikiran empiris Locke, Barkley, Hume melahirkan negara liberalis kapitalis yaitu Amerika Serikat yang bersekutu dengan Inggris. Disinilah awal mulanya perdebatan dan pertentangan hebat itu. Kemudian generasi kedua mereka pun menyalakan api kembali yang telah padam. Perdebatan hebat kedua dimulai pemikiran liberalisme Propper yang dibatah keras oleh pemikiran sosialisme Habermas. Tema perdebatan adalah sama yaitu komunitarianisme vs liberalisme. RRC seperti mengobarkan kembali perang yang sudah lama terjadi. RRC/KORUT lah yang masih menyisakan kekuatan dari negara negara komunis materialis yang telah hancur atau bangkrut itu. Kita hanya jadi penonton yang siap diterkam seperti dua ekor singa ingin menerkam manusia. RRC dan Amerika Serikat sebagai singa dunia mempunyai stok makanan lezat yang begitu berlimpah pada bangsa dan negara Indonesia. Bukan hanya satu atau dua orang manusia menjadi santapan singa tetapi ratusan, ribuan, jutaan bahkan ratusan juta manusia Indonesia menjadi stok santapan lezat si Singa komunis. Tetapi sebagai manusia kita harus percaya bahwa Tuhan menciptakan akal pada setiap diri manusia.

Manusia Indonesia punya anugrah akal itu untuk mengusir, mengurangi, membunuh singa itu dengan akalnya terlepas dengan berbagai macam cara melakukannya. Dengan moral rasional kita bisa menyatukan ideology, argumentasi didalam intersubjektif setiap persoalan-persoalan menjadi bernilai normatif semakin menjadi kuat. Siapa yang lemah, sangat lezat untuk menjadi santapan bersama singa. Itulah yang ditakuti dan diperjuangankan terus untuk melawan penindasan oleh Gatot.

Tindakan KAMI Gatot Nurmatyo

Saya terus terang kaget dengan beliau. Mengapa? Gatot itu kan Tentara. Saya baca berita tetang statement dia yang mengatakan soal hiruk pikuk di kalibata. Gatot bilang: 1. “Yang menjadi persoalan adalah bahwa menurut UU No. 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum disebutkan soal bentuk bentuk dan tata cara menyampaikan pendapat di muka umum pada pasal 9 bab IV. Dalam pasal  9 ayat (2) berbunyi bahwa penyampaian pendapat di muka umum dilaksanakan di tempat tempat terbuka untuk umum. Pasal 6 disebutkan bahwa warga negara yang menyampaikan pendapat di muka umum, antara lain berkewajiban dan bertanggungjawab untuk menghormati hak dan kebebasan orang lain”. 2. “Menghormati aturan aturan moral yang diakui umum, mentaati peraturan per UU, menjaga keamanan dan ketertiban umum, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa”. Kemudian Statement Gatot: “Nah, sekarang saya Tanya kepada anda, mereka yang berunjuk rasa bersamaan dengan kami berziarah ke makam pahlawan kemarin. Apakah mereka memenuhi kewajiban kewajiban itu? Dan apakah petugas yang banyak itu mencoba menertibkan mereka?. Anehnya, mereka berdalih menertibkan para demonstran yang memprotes kedatangannya bersama para purnawirawan TNI untuk berziarah dan berdoa kepada pahlawan revolusi di TMP Kalibata, Jakarta Selatan.” Alih alih mereka ditertibkan, justru kami yang ditekan terus dengan berbagai cara termasuk berhadap hadapan dengan tentara yang aktif dengan mantan tentaranya”. Bukannya menertibkan yang demo, malah kami yang seolah olah tidak tertib”. Tambah Gatot lagi “kecuali lingkungan istana kepresidenan, tempat ibadah, instansi militer, rumah sakit, pelabuhan udara atau laut, stasiun kereta api, terminal angkutan darat, dan objek objek vital nasional serta pada hari besar nasional”. Lanjut Gatot “pasal 10 dijelaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum wajib diberitahukan secara tertulis kepada Polri dan pemberitahuan secara tertulis disampaikan oleh yang bersangkutan pemimpin, atau penanggung jawab kelompok selambat lambatnya 3x24 jam sebelum kegiatan dimulai telah diterima oleh Polri setempat.”

Terus terang saya kagum dengan speech act beliau dalam bentuk literasi yang mengalir membentuk suatu argumentasi kuat yang tidak terbantah. Kenapa segitunya? Coba anda baca tanda petik saya dari atas sampai bawah, saya sampai capek ngetiknya. Artinya apa? Rasional statement. Beliau cerdas banget, menjelaskan sebab akibat begiiiiiiitu jelas, mengkoreksi menjadi kebenaran mutlak dalam bentuk kebijakan kebijakan hukum negara, bisa diukur, bisa membuktikan yang salah dan yang benar, tahu arti kewajiban dan larangan, ada philosophy nya juga. Apa dia filosof ya? Hmm….saya gak tau deh. Kalau filosof ketentaraan percaya banget saya. Selanjutnya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun