Mohon tunggu...
doodlingeveryday
doodlingeveryday Mohon Tunggu... Hi! congrats u find me.

Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Soegijapranata Semarang.

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Lawan Covid-19 dengan Terapkan Protokol Kesehatan

2 Januari 2021   17:00 Diperbarui: 3 Januari 2021   07:28 78 3 0 Mohon Tunggu...

Covid-19 menyerang manusia tanpa memandang waktu, usia, gender dan lain-lain. Corona virus (CoV) adalah virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Sindrom Pernafasan (MERS-CoV) dan Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS-CoV). Penyebaranya melalui kontak langsung tanpa menerapkan protokol kesehatan dengan penderita dan benda-benda yang dapat menularkan virus Covid-19.

Sejauh ini, masyarakat Indonesia banyak yang tertular Covid-19 dan banyak dari mereka yang merasakan dampak dari Covid-19 walaupun mereka tidak tertular. Entah dalam bidang pendidikan, bisnis, pekerjaan, sosialisasi, politik dan lain-lain tetap terkena dampaknya. Contoh kecil adalah dalam bidang pendidikan, sampai sekarang siswa SD-SMA dan Mahasiswa masih melakukan sekolah dan kuliah daring, hampir setahun kita melakukan kuliah daring, Tentu saja kuliah daring tidaklah muda,untuk orang yang introvert sedikit sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, dan lebih susah kalau mahasiswa yang berasal dari luar kota, butuh waktu yang lama untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru jika kondisi seperti ini. 

Dalam bidang pekerjaan juga banyak karyawan yang di PHK karena untuk menghindari kerugian, padahal mereka memiliki keluarga yang harus di topang, kebutuhan mereka sehari-hari, kebutuhan mereka kedepanya dan investasi jangka panjang/pendek untuk kebutuhan mendesak suatu saat. Mau tidak mau kita hanya bisa menerima keadaan, dan melakukan yang terbaik untuk kedepanya. Bahkan dalam politik saja bisa kacau dikarenakan Covid-19, banyak paslon yang meninggal karena Covid-19, Sehinga mereka tidak dapat mencalonkan diri. 

Sejatinya manusia adalah mahluk sosial,namun karena kita harus lockdown maka solusi terbaik adalah membatasi pertemuan dengan kerabat/teman/keluarga/sodara. Sangat mustahil dilakukan tetapi kita harus melakukanya. Semakin hari semakin meningkat jumlah penderita Covid-19, tetapi babnyak yang berhasil sembuh, namun banyak juga yang meninggal.

Jumlah penderita Covid-19 sekarang mencapai 743,198 jiwa, dirawat 109,963 jiwa, meinggal 22,138 jiwa, Sembuh 611,097 jiwa. Indonesia termasuk dalam 25 Negara yang memiliki angka penyebaran Covid-19 terbanyak, Indonesia menempati posisi ke-24. Sedangkan nomor 1 di tempati oleh Amerika Serikat (AS). Pengumuman Presiden yang didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung menepis kecurigaan masyarakat internasional bahwa Indonesia menyembunyikan kasus Covid-19. 

Secara logika, perkiraan bahwa berakhirnya pandemi Covid-19 adalah awal Juni karena BNPB memberi waktu darurat Corona sampai 29 Mei 2020. Perkiraan tersebut semakin diyakinkan karena China menyatakan posisi 0 kasus. Tetapi semuanya hanyalah harapan, karena diperkirakan akan terjadinya gelombang kedua Covid-19, semakin meyakinkan karena China mengonfirmasi bahwa kasus baru impor.

Bisa dilihat bahwa sampai sekarang pemerintah setiap daerah menerapkan larangam  mudik 2020 sampai bulan Desember. Melaui keadaan yang kita alami bisa ditafsirkan bahwa pandemi saat ini tidak akan segera berlalu. Apa yang terjadi jika pandemic tidak cepat berlalu? Yang pertama, bisa jadi kita juga akan tertular Covid-19. Entah itu cepat atau lambat, tetapi kita harus tetap waspada karena sejauh ini beberapa dari kita masih sehat dan belum tertular covid sama sekali. Yang kedua, kita akan memulai hidup new normal dan hidup berdampingan dengan Covid-19, di setiap saat kita harus memakai masker dan menerapkan protokol kesehatan. Tetapi itu semua itu hanya kemungkinan, bukan suatu prediksi  yang tepat.

Setelah pengumuman,, tantangan pemerintah adalah menenangkan warga. Lalu, bagaimana kita menghadapi Covid-19? Banyak yang bisa kita lakukan, entah itu untuk diri kita sendiri dan sesame kita sedangkan kepanikan terlihat dari meningkatnya permintaan masker penutup hidung dan mulut serta cairan beralkohol pembersih tangan. Warga di beberapa tempat dilaporkan memborong bahan pokok di toko swalayan. Terjadi panic buying, panic buying adalah pembelian sejumlah besar produk yang tidak biasa untuk mengantisipasi atau setelah bencana atau bencana yang dirasakan, atau mengantisipasi kenaikan harga besar atau kekurangan. Semua saling mementingkan kesehatan diri sendiri dan keluarga padahal diluar sana banyak orang yang juga membutuhkan.

Kuncinya adalah peduli sesama, bagaimana cara kita untuk peduli sesama kita? Yang pertama, kita melakukan lockdown, berdiam #dirumahsaja sangat berguna untuk memperlambat penyebaran virus Covid-19, sehingga kita membuat keadaan keluarga kita menjadi aman dan nyaman, bukan hanya keluarga kita saja tetapi tetangga, sanak saudara, dan orang-orang yang melakukan pekerjaan di bidang jasa (contoh: driver Gojek, tukang pos, pembersih kebersihan, dn lain-lain). Yang kedua, kita menerapkan protokol kesehatan diluar rumah maupun didalam rumah, memakai masker saat diluar rumah atau saat sedang berpergian untuk mencari kebutuhan bulanan, mencuci tangan dimana saja dan dikapan saja termasuk diruamh sehabis kita melakkan kegiatan diluar untuk berkativitas, meminum vitamin untuk memperkuat imun tubuh agar tidak renta terkena penyakit maupun virus Covid-19, meminum vitamin dan suplemen sangatlah penting bagi kita untuk memperkuat imun tubuh. Yang ketiga adalah tidak melakukan panic buying, karena diluar sana masih banyak saudara kita yang membuthkan keperluan sehari-hari dan yang terakhir adalah menjaga jarak saat kita sedang diluar rumah, menjaga jarak (social distancing) dapat memperlambat penyebaran virus Covid-19, selain itu juga berguna untuk menjaga diri kita dan sesame kita agar terhindar dari virus Covid-19. 

Banyak yang bisa kita lakukan asal semua tetap memperhatikan sesama kita dan tidak merugikan mereka, sekali lagi kita adalah mahluk sosial yang saling membutuhkan pertolongan satu sama lain,maka dari itu kita haru peduli sesama kita.

Artikel ini dibuat oleh Raden Roro Dhian Ayu Wulandari Hartoningrum, Salah satu mahasiswi di Unika Soegijapranata, Semarang.

VIDEO PILIHAN