Mohon tunggu...
Dhea Riski Triani
Dhea Riski Triani Mohon Tunggu... Mahasiswa - Sociology Education

Hello, it is me, Dhea.

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas Pilihan

Privilege sebagai Modal Penentu Kesuksesan dalam Pendidikan: Suatu Tinjauan Perspektif Pierre Bourdieu

22 Mei 2022   22:29 Diperbarui: 22 Mei 2022   22:54 1530
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ruang Kelas. Sumber Ilustrasi: PAXELS

Bourdieu membagi modal dalam empat bagian, yaitu modal ekonomi, modal budaya, modal sosial, dan modal simbolik. Kepemilikan keempat kapital tersebut tentunya memberikan pengaruh pada habitus seseorang, misalnya orangtua yang memiliki modal budaya berupa mindset terbuka dan mampu mendorong anaknya untuk berprestasi dalam sistem pendidikan melalui kemampuan akses kepada biaya pendidikan yang mahal.

Kemunculan Praktik Lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) sebagai Arena Kontestasi Privilege

Bimbingan belajar di luar sekolah telah masuk ke dalam sistem pendidikan di seluruh dunia dengan kesuksesan yang sangat luar biasa selama dua dekade terakhir. 

Dalam (Amelia, 2017) bimbingan belajar menurut Hamalik ditujukkan kepada siswa untuk mendapat pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, kemampuannya dan membantu siswa untuk menentukan cara-cara yang efektif dan efisien dalam mengatasi masalah belajar yang dialami oleh siswa. 

Ada banyak model bimbingan belajar masa kini, mulai dari lembaga bimbingan belajar konvensional sampai lembaga bimbingan belajar online, seperti ruangguru, zenius, quipper, dan lainnya. Kehadiran berbagai lembaga bimbingan belajar itu menawarkan cara dan metode praktis dalam mengerjakan soal-soal ujian. 

Hal tersebut dikarenakan banyaknya siswa yang masih kurang paham terkait materi yang disampaikan guru di sekolah, tetapi sayangnya anak yang berasal dari kelas bawah tidak bisa mendapatkan materi tambahan dan trik-trik jitu dalam mengerjakan soal-soal ujian.

Dalam (Irving, 2020) bahwasannya di sebagian besar Asia, mengikuti les privat atau bimbingan belajar adalah sebuah rutinitas. Beberapa orang tua di Cina menghabiskan lebih dari $10,000 ($14,000) satu semester untuk persiapan ujian masuk universitas. Hal tersebut menunjukan bagaimana peran orang tua yang mampu membeli kursus tambahan/bimbingan belajar (bimbel) untuk mendorong anak-anak mereka unggul dari rekan-rekan mereka dalam ujian, dan mengamankan masuk ke sekolah serta perguruan tinggi yang lebih bergengsi. 

Bagi Bourdieu dalam (Rogoi & Branislava, 2016) hal tersebut termasuk dalam modal budaya, yang di mana ia melihat ada kualitas hubungan dalam keluarga (misalnya, dukungan dan partisipasi orang tua dalam kegiatan bersama dengan anak/siswa). Tentu sebuah privilege bisa mempunyai orangtua dengan pemikiran yang terbuka terhadap pendidikan. Memang pada dasarnya bagi orang tua yang sadar sosial, keinginan untuk memberi anak-anak peluang terbaik bagi karirnya sangat besar.

Disebutkan dalam (Wirth, dkk. 2017) rendahnya mata pelajaran yang memiliki prestise rendah terkait dengan pendidikan, pengajaran dan pengasuhan didominasi oleh siswa berlatarbelakang sosial rendah. Sehingga permasalahan lain muncul ketika bimbingan belajar lebih berkualitas untuk menciptakan pelajar yang berprestasi. 

Penelitian oleh (Tarkuni, 2021) di sebuah sekolah menunjukan bahwa meningkat atau menurunnya prestasi belajar ditentukan oleh bimbingan belajar sebesar 97%. Salah satu alasan mengapa orang tua dan anak memutuskan untuk mengambil bimbingan belajar di luar sekolah adalah dikarenakan buruknya iklim kurikulum yang membosankan. 

Sebagai contoh, banyak guru di dalam kelas sering memaparkan materinya dengan kaku, dibanding berupaya untuk menjelaskan secara menarik dan kreatif. Sehingga anak dari kelas sosial bawah yang tidak memiliki privilege mendapatkan bimbingan belajar di luar sekolah akan mengikuti sistem pembelajaran yang ada di sekolah itu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun