Mohon tunggu...
dharma simatupang
dharma simatupang Mohon Tunggu... Guru - Guru Fisika SMK N 2 Pematangsiantar

^^Anugrah Ilahi membuat ku membumi^^

Selanjutnya

Tutup

Wisata

Rindu Bersua: Bukan Hanya Indah, Ketulusan dan Keramahan Kutemukan di Danau Toba

25 September 2021   00:32 Diperbarui: 25 September 2021   01:32 60 9 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Rindu Bersua: Bukan Hanya Indah, Ketulusan dan Keramahan Kutemukan di Danau Toba
Pemandangan Danau Toba dan Pulau Samosir.Sumber gambar: ( indonesia.travel)

Tahun 2003 adalah tahun pertama sekali mengunjungi Danau Toba, tepatnya  Pulau Samosir. Walaupun saya bermukim di Kota Pematangsiantar yang relatif dekat dengan Pulau Samosir, namun  saya belum mengenal daerah ini. Bahkan saya baru pertama sekali menginjakkan kaki di Pulau ini. Itu pun karena alasan studi perkuliahan yang mana dari kampus ada program PPL ( Praktik Pengalaman Lapangan ) terintegrasi. 

PPL  merupakan muara dari semua kegiatan teori dan praktik bagi mahasiswa yang akan menyelesaikan studi di Fakultas Keguruan dan Pendidikan. Saat itu kami dengan jumlah  25 0rang mahasiswa  dari berbagai jurusan PPL di Sekolah Swasta Santo Michael yang berlokasi di Pangururan, Ibukota Kabupaten Samosir sekarang. Sekolah yang indah dengan arsitektur megah dengan latar keindahan Danau Toba. 

Perjalanan ke Danau Toba kami tempuh dari Kota Medan dalam waktu sekitar 5 jam. Dengan naik bus pariwisata bergerak langsung ke kota Parapat sebelum nantinya menyeberang dengan menggunakan kapal feri ke Pulau Samosir lalu lanjut perjalanan darat ke kota Pangururan.  

 Tinggal di Pulau Samosir selama 3 bulan artinya  saya punya banyak sekali kesempatan untuk mengeksplor pulau ini. Disela - sela hari libur praktik mengajar, saya dan teman-teman dengan konvoi sepeda motor ber-kelsam ( keliling Samosir). Kami mampir kemana saja, maklum saat itu akses bus pariwisata kelsam belum tersedia seperti sekarang. Sektor pariwisata masih mulai dikembangkan maksimal. Sungguh sangat banyak potensi destinasi wisata yang jika di kelola dengan baik akan dapat menghasilkan pendapatan daerah dari sektor pariwisata.  

Pada Tahun 2003 Samosir masih tahap awal terbentuk dan pada tanggal 7 Januari 2004 Presiden RI meresmikan pembentukan Kabupaten Samosir sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara. 

Di Pulau Samosir  kita bisa menemukan makam -makam tua, desa pengrajin ulos, rumah makan khas Batak. Kita juga dapat mendengar penyanyi lokal di warung tuak dan tentu saja cerita-cerita lama mengenai asal usul orang Batak.

Salah satu cerita yang paling terkenal adalah mengenai  raja-raja Batak yang dulunya kanibal ( makan orang ). Cerita tentang kanibal ini bisa di dapat ketika kita mengunjungi sebuah kampung bernama Ambarita. 

Ambarita adalah sebuah kampung di salah satu sudut Pulau Samosir. Kampung cantik ini ternyata menyimpan sebuah cerita kisah mengerikan  tentang kanibalisme.  Saat ini pun jika kita berkunjung ke sana maka dengan mudah kita temukan salah satu situs megalitikum berupa seperangkat kursi dan meja batu yang dulunya digunakan sebagai tempat untuk berunding menentukan hukuman ( ekeskusi pancung ). Ceritanya setelah di pancung, daging dari mayatnya dicincang dan dimasak dengan daging kerbau, lalu dihidangkan di atas meja eksekusi untuk di santap oleh Raja. Darahnya digunakan sebagai pencuci mulut dan tulang belulangnya di buang ke Danau Toba. 

Ahhh saya mendengarnya langsung meringis pedih...

Di dalam kompleks situs batu Ambarita itu terdapat rumah adat Batak, kalau tidak salah jumlahnya delapan dan masih digunakan hingga saat ini. Beberapa kali saya kesini, pasti selalu bertemu dengan bocah-bocah yang tinggal di rumah itu.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Wisata Selengkapnya
Lihat Wisata Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan