Mohon tunggu...
Dhanny Wijaya Setiawan
Dhanny Wijaya Setiawan Mohon Tunggu...

Kalau belum simpel, berarti belum beres. Pengennya di belakang layar. Keluar seperlunya saja.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Surprise

6 November 2016   02:54 Diperbarui: 6 November 2016   03:00 85 0 0 Mohon Tunggu...

Sore itu aku bertemu dengan klien di KFC. Selesai meeting, aku pikir tidak ada salahnya bila sekalian membelikan ibu ayam goreng. Hal itu aku lakukan tentu tanpa pemberitahuan lebih dulu. Niatku adalah memberikan surprise. Ya, hari itu ulang tahun ibu.

Sesampainya di rumah. Ternyata kakak juga pulang dengan membawa ayam goreng KFC. Alibi kami sama: mau memberikan surprise pada ibu. Aku terkejut. Dia juga. Surprise!

Ibu yang sudah kepalang lapar mengajak kami berdua, dan anggota keluarga yang lain untuk makan malam bersama. Tanpa ba-bi-bu, selepas berdoa kami langsung makan seperti setan kelaparan. Ya, walau sebenarnya aku belum pernah melihat langsung bagaimana bentuknya setan kelaparan itu. Yang jelas waktu itu kami menyantap hidangan dengan bengis dan tanpa ampun.

Di sela-sela santapan malam, ibu mengeluarkan celetukan, ‘Kok rasanya ayam gorengnya beda ya?’

Perlahan aku mengurangi kecepatan mengunyahku. Dengan mulut yang setengah mengunyah, aku bertanya pada ibu. ‘Apanya bu yang beda?’

‘Ini, kan biasanya lebih garing gitu. Kok kali ini engga ya?’ Ibu berhenti sejenak. ‘Apa jangan-jangan koki KFC-nya ganti?’

Aku berusaha mencerna kata-kata ibu sampai beberapa detik kemudian tawaku spontan meledak. Saking besarnya suara tawaku, Ibu, kakak, dan yang lainnya sampai menghentikan aktivitas makannya. Semua mata tertuju padaku. Tawaku pun melemah dan akhirnya berhenti.

Lalu aku mencoba menjelaskan mengapa rasa ayam goreng yang ibu santap itu berubah.

‘Bu, yang biasa kita beli itu ayam goreng crispy. Nah karena tadi lupa bilang, aku belinya yang original bu.’

Beberapa detik kemudian terdengar yang lain menyusul tertawa. Termasuk ibu.

Aku senang karena polosnya ibuku, bisa membuat kami tertawa bersama. Malam itu, kami bukan menertawakan ibu. Melainkan tertawa bersama ibu. Sungguh, malam yang menyenangkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x