Mohon tunggu...
Dhani Wahyu Maulana
Dhani Wahyu Maulana Mohon Tunggu... Mahasiswa - Cukup Aku Dan Rabb-ku Yang Tahu

Aqidah and Islamic Philosophy Student at Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

"Pemujaan Berlebihan Tidak Sehat" (Bab III: Pemujaan Gelar)

30 Juli 2021   15:47 Diperbarui: 30 Juli 2021   15:48 255
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Spongebob Squarepant: Rule of Dumb

Akan tetapi Abu Bakr Ash-Shiddiq menenangkannya dan berkata kepada seluruh kaum muslimin di sekitarnya, “Saudara-saudaraku sekalian, barangsiapa menyembah Muhammad, maka Muhammad sudah meninggal. Tetapi siapa saja yang menyembah Allah, maka Allah selalu hidup dan tak akan pernah mati.”

Kemudian beliau melanjutkannya dengan membacakan Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat ke-144:

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ ۚ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا ۗ وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ

Artinya: Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

Maka Umar bin Khattab lemas seketika dan menyadari kesalahannya. Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari Hadist Ibn Abbas.

Dan pada akhir tulisan pada bab ini, penulis ingin memberikan solusi yang mungkin belum pasti keberhasilannya namun penulis telah dan sedang merasakan manfaat dari solusi ini. Bahwa:

“Kita menghormati seseorang bukan karena gelar yang ia sandang. Melainkan karena ia kita akui memiliki amanah terhadap gelar ataupun kedudukannya.”

Dengan demikian, tidak aka nada anggapan bahwa orang yang memiliki gelar itu tak pernah berbuat kesalahan. Dan apabila ditampakkan kesalahan yang bertolakbelakang dengan gelarnya, maka hati kita tidak akan terlalu kecewa atau bahkan membela kesalahannya disebabkan oleh gelar yang disandang olehnya.


Wa Allahu A'lam bi al-Shawaab

Nuun Wa al-Qalami wa maa yasturuun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun