Mohon tunggu...
Dewi Purwati
Dewi Purwati Mohon Tunggu...

S-1 Peternakan UNDIP Angkatan 2012. Anggota Karate Inkado. Sekretaris Humas dan Media Masjid Kampus UNDIP

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Bahan Bangunan Semen Tiga Roda Membangun Indonesia

12 Maret 2014   00:36 Diperbarui: 24 Juni 2015   01:03 64 0 0 Mohon Tunggu...

Bangunan merupakan hasil dari peradaban. Selain dari cara pemikiran, tingkah laku, alat peninggalan, serta bahasa, pembangunan juga mencerminkan sejauh mana bangsa atau negara tersebut telah berkembang bahkan sudah maju. Artistik bangunan menggambarkan bahwa pemikiran suatu negara telah maju. Karena untuk memperoleh sebuah desain, diperlukan tingkat kreativitas yang tinggi. Sehingga dapat diperkirakan bahwa terdapat dua kemungkinan jika menemukan bangunan cantik di beberapa Negara. Pertama, para arsitektur yang pandai mendaya gunakan kreativitasnya. Kedua, Pemerintah atau masyarakat tersebut mempunyai kekayaan yang cukup untuk membiayai dan mendirikan bangunan-bangunan megah.

Tingkat kreativitas seorang arsitektur dalam merancang sebuah bangunan merupakan pondasi terkuat. Namun jika pondasi tersebut tidak diimbangi dengan kualitas bahan bangunan yang baik maka bangunan tersebut akan sama halnya dengan bangunan biasa. Oleh karena itu pemilihan bahan bangunan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam pembangunan. Bahan bangunan terdiri dari berbagai macam. Diantaranya adalah perekat atau semen. Bagaimana bangun itu bisa terbentuk jika perekatnya sendiri tidak ada.

Berbeda dengan pembangunan tradisional yang hanya menggantungkan pada perekat berupa paku atau mungkin pantek (paku dari kayu). Pembangunan tradisional ini berbahan dasar dari bahan-bahan yang dimabil langsung dari alam, tanpa pengolahan lebih lanjut. Bahan-bahan tersebut contohnya bambu dan kayu.

Pembangunan tradisional dengan pembangunan modern jelas terlihat berbeda, bukan sekedar dilihat proses serta bahan, tetapi pada keawetan pangunan itu sendiri. Rumah berbilik dengan rumah bertembok tentu lebih awet rumah bertembok. Alasan pertama, rumah berbilik atau berkayu jika terkena air maka kayu atau bilik tersebut akan meresap air, kemudian kandungan air mempercepat proses kelembaban terjadi lebih cepat sehingga menyebabkan serat kayu menjaid lunak. Lama kelamaan, kayu tersebut akan terurai. Dan kondisi seperti ini, sudah tentu menjadi bagian dari makanan rayap. Hal ini justru akan menjadikan si pemilik rumah berulang kali memperbaiki rumah pada bagian-bagain tertentu. Bila dihitung-hitung mungkin akan lebih awet dengan rumah bertembok.

Bandingkan dengan rumah bertembok, rumah bertembok itu awet. Karena setelah diteliti. Faktor terpenting dari sebuah pembangunan terletak pada perekat. Jika perekat yang digunakan asal-asalan maka bahan bangunan atau matrial tidak dapat menyatu dengan baik. Bisa kita lihat , bangunan peninggalan zaman dahulu yang dibangun dengan menggunakan perekat yang baik, bangunan tersebut masih berdiri kokoh, meskipun atapnya sudah roboh karena berbahan dasar kayu sebagai rengnya.

Contoh realitas, di Desa Tayem, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap. Kebanyakan masyarakat tidak menyadari betul bahwa perekat adalah kunci dari sebuah bangunan. Mereka lebih memikirkan biaya daripada keawetan tersebut. Berharap ekonomis tetapi berakhir dramastis. Semen yang digunakan tidak begitu diperhatikan kualitasnya. Apalagi komposisinya atau perbandingan seberapa banyak perekat yang dibutuhkan untuk bisa merekatkan pasir sekian karung. Kurangnya perekat membuat rumah tidak mampu bertahan lama. Baru sekitar 5 tahun, dinding yang belum diolesi perekat akan cepat ambrol/lepas dari teplokan (dinding yang masih campuran pasir dan perekat). Oleh karena itu pemilihan perekat menjadi faktor terpenting dalam sebuah pembangunan. Sebab, tanpa perekat, bangunan tidak dapat berdiri kokoh. Apalagi untuk mencerminkan pembangunan itu sendiri. Sudah maju atau stagnan. Perekat memberikan kontribusi tersebsar dalam pembangunan. Perekat yang baik adalah perekat dengan kemurnian semen sekitar 93%. Dibawah 93% sudah merupakan perekat biasa. Dan perekat berkualitas itu sendiri adalah perekat Semen Tiga Roga. Karena kualitasnya, maka masyarakat percaya. Berpuluh-puluh tahun Tiga roda melayani pembangunan di Indonesia, Negeri Tercinta. Hidup Semen Tiga Roda, Bangun Indonesia.

Penulis: Dewi Purwati

Twitter: @Dewi507

VIDEO PILIHAN