Nahariyha Dewiwiddie
Nahariyha Dewiwiddie Penulis & Pembelajar

🌸 Dewi Naharia's pen name. An passionate-ordinary writer. Media, humanities & psychology. ✉ dewiwiddie21@gmail.com 🌐🚀 dewiwiddie.blogspot.com 🌸

Selanjutnya

Tutup

Media Artikel Utama

Menapak 22 Tahun Kompas.com, Jernih Melihat Dunia

14 September 2017   18:57 Diperbarui: 17 September 2017   17:01 1632 9 7
Menapak 22 Tahun Kompas.com, Jernih Melihat Dunia
Sumber gambar: Kompas.com

Beberapa tahun belakangan, saya jadi rajin mengulik Kompas.com, versi laman online dari berita-berita Kompas yang saya kenal. Awalnya sih karena saya ngintip artikel-artikel Kompasiana saya yang masuk headline, terpampang di halaman depan Kompas.com, tapi, lama-kelamaan, saya mulai ikut-ikutan membaca berita-beritanya.

Tapi, rasanya ada yang beda, deh. Waktu bulan Mei 2017 lalu, Kompas.com enggak dirayain. Apa karena bertepatan dengan bulan puasa, ya?

Sampai akhirnya tiba pada bulan September ini, ada logo Kompas.com dengan logo angka 22. Ini semacam penghargaan atau apanya, sih?

Kompas.com hari ini/Screenshot
Kompas.com hari ini/Screenshot

Ternyata, angka 22 itu, menunjukkan usia Kompas.com yang sebenarnya! Jadi, kalau dulu dirayain pada tahun 2008, ini Cuma semacam "reborn" doang, iyaa 'kan?

Lha, kok bisa, Kompas.com udah mencapai usia setua ini?

Dari penelusuran saya yang saya baca di Kompas.com pada hari-hari sebelumnya, diketahui bahwa situs berita milik Kompas Cyber Media ini lahir tanggal 14 September 1995. Ya, kurang tiga tahun sebelum reformasi bergulir dan melengserkan Soeharto dari jabatannya.

Ooh, oh, oh, baru tahu saya. Hmmm, sekarang saya jadi mengerti!

Pada Asal Mulanya....

Pada mulanya, wartawan Kompas kalau mengetik berita, biasa menggunakan mesin tik. Tapi, seiring waktu, mulailah komputer dan laptop juga digunakan untuk menulis berita. Ditambah lagi, dengan sambungan Internet yang memungkinkan untuk mengirim berita dengan lebih cepat, Kompas pun tak akan ketinggalan dengan menguji --cobakan sambungan internet, pada akhir tahun 1980-an.

Padahal, pada saat itu, Internet masih belum sepesat sekarang. ISP pertamanya aja baru berdiri pada tahun 1994. Ya, memang aneh karena masih "barang baru" di dunia jurnalisme.

Dan, mengingat geografis Indonesia yang sangat luas sehingga menghambat pendistribusian harian Kompas, lebih-lebih di luar negeri yang tak mungkin mendapatkan asupan informasi dari Kompas setiap hari, maka tanggal 14 September 1995, Kompas Online resmi dirilis, itupun menggunakan alamat kompas.co.id. Adapun domain dotcom-nya, baru diregristasi pada bulan Desember 1995.

Awalnya, Kompas Online yang hadir di ranah dunia maya ini, berisi berita-berita yang "berasal" dari Harian Kompas. Namun, melihat berita-berita luar negeri yang meng-update informasi dari lapangan ke situs daring-nya, maka Kompas Online pun ikut-ikutan membuat konten sendiri, lalu dipublikasikan ke situs mereka, deh.

Jadi, pembaca setia Kompas Online pada saat itu, tak perlu khawatir akan berita-berita "basi" yang menghantui mereka ketika membaca berita, bukan?

Ya, itulah cikal-bakalnya Kompas.com, yang bertahan hingga kini.

Selangkah Lebih Maju

Nah, berkaca dari lahirnya Kompas.com ini, saya jadi merenung. Betapa Kompas---berserta jajaran, karyawan, dan sebagainya---mempunyai jiwa yang visioner. Memikirkan hal-hal ke depan yang bakal terjadi ke depannya, seiring masuknya teknologi yang lebih mutakhir.

Saat itu, memang teknologi internet belum semasif sekarang ini. Tapi, mereka lebih dulu melakukannya, dan menjadi yang pertama. Walaupun sebenarnya hanya kebetulan dan hanya mengakomodir pengguna yang kesulitan, siapa sangka, hal ini bisa menyelamatkan Kompas.com dari ganasnya perkembangan digital!

Selangkah lebih maju, itulah ungkapan yang paling tepat untuk Kompas.com. Mereka memulai "kehidupannya" di ranah online sebelum situs-situs berkembang dan tumbuh subur. Kapanlagi.com aja terlahir di tahun 2003, dan Viva.co.id baru menyusul lima tahun setelahnya.

Oh ya, apa yang terjadi belakangan ini mengingatkanku pada sebuah "ramalan" yang intinya mengatakan bahwa bakal ada internet. Ya, Kompas pun percaya pada hal itu, dan mereka melakukan penyesuaian dengan hadirnya Kompas.com. Lalu, apa hasilnya? Kompas.com tetap bertahan hingga sekarang!

Technology is a miracle. Teknologi adalah sebuah keajaiban. Walaupun begitu, ia amat kejam, dan sanggup membunuh pendahulu yang tidak tunduk dan berkembang mengikutinya!

Kabar Kompas.com, "Reborn" dan Sekarang

Pada 29 Mei 2008, Kompas.com resmi bertransformasi, dan kembali mengubah tampilannya. Ini semua, biar bisa memudahkan pembaca untuk bisa mengakses informasi. Nah, ini yang seringkali membuat pembaca salah kaprah tentang tanggal lahirnya. Semoga, dengan artikel ini, bisa diluruskan informasinya, ya!

Tampilan Kompas.com Desember 2008/Screenshot
Tampilan Kompas.com Desember 2008/Screenshot
Lima tahun kemudian, atau tepatnya pada tahun 2013, Kompas.com mengusung slogan "Rayakan Perbedaan", dan menampilkan rubrik-rubrik yang beragam, yang tentu saja agar bisa membaca konten sesuai dengan kesukaannya.

Tampilan Kompas.com saat Lebaran 2013/Screenshot
Tampilan Kompas.com saat Lebaran 2013/Screenshot

Dan, tahun ini, slogan Kompas.com berganti menjadi "Jernih Melihat Dunia". Menurutku, mungkin ini strategi mereka agar situs berita ini bisa jadi terpercaya, di tengah merebaknya berita dan informasi hoaks yang meresahkan masyarakat. Ya, semoga saja, bisa terwujud!

Harapanku, semoga Kompas.com ini tetap menjadi yang terbaik, terpercaya, dan selangkah lebih maju seperti dulu. Terima kasih Kompas.com telah memberiku informasi, ilmu, dan pencerahan-pencerahan yang lebih berkualitas!

Dirgahayu Kompas.com kesayangankuuuuu!


---

Demikianlah penjelasannya, salam Kompasiana!

Referensi: satu, dua, tiga, empat,lima