Sri Ngatimin
Sri Ngatimin

I found my life here and I believe my fingers than my tongue...

Selanjutnya

Tutup

Muda

Dosen UNHAS Makassar Berikan Penyuluhan mengenai "Kupu-kupu Bantimurung" di Sekolah Dasar

13 November 2017   09:14 Diperbarui: 13 November 2017   09:22 260 0 0

Kupu-kupu Bantimurung telah terkenal ke manca negara sejak kedatangan Alfred Russell Wallace pada bulan November 1857. Salah satu lokasi di Bantimurung yang menjadi sasaran kunjungan wisdom dan wisman adalah Resort Pattunuang (sebelumnya bernama Taman Wisata Alam Gua Pattunuang). Lokasi ini dikenal pula dengan nama Biseang Labboro yang menawarkan wisata perkemahan di hamparan pegunungan karst yang dilintasi oleh Sungai Pattunuang Asue.

Resort Pattunuang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan adalah surga berbagai jenis kupu-kupu yang hidup di daerah tersebut. Secara geografis Resort Pattunuang terletak antara 11942'57" - 11945'00" Bujur Timur dan 531'08" - 533'42" Lintang Selatan. Administratif pemerintahan terletak di Kecamatan Simbang Kabupaten Maros. Penunjukannya sebagai kawasan konservasi berdasarkan SK No. 59/Kpts-II/1987 tanggal 12 Maret 1987 dengan luas sekitar 1.500 ha, kemudian ditetapkan kembali dengan SK Menteri Kehutanan No. 720/Kpts-II/1993 dengan luas sesuai dengan tata batas yakni 1.506,25 ha.

Saat ini kupu-kupu Bantimurung berada dalam status sangat memprihatinkan akibat maraknya perburuan liar. Kemudahan menangkap kupu-kupu di alam dan mendapatkan uang tambahan hasil penjualannya yang mendorong banyak siswa usia sekolah turun ke lapangan mengeksekusi kupu-kupu setelah sekolah usai. Hal ini perlu mendapat perhatian serius utamanya dari pemerintah setempat karena beberapa jenis kupu-kupu Bantimurung telah masuk dalam daftar satwa dilindungi berdasarkan CITES Appendix I dan II, Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 serta PP Nomor 7 dan 8 Tahun 1999.

SDN 129 Inpres dan Madrasah Ibtidaiyah Jam'iyatul Ittihad Wal-Irsyad adalah sekolah dasar yang berada di daerah Bantimurung, Kabupaten Maros. Sekolah Dasar dan MI yang masing-masing dikepalai oleh Hj. Sitti Hasnah Hanase, S.Pd serta M. Budiman, S.Pd.I  merupakan dua sekolah yang dipilih oleh tim peneliti dari Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan Iptek bagi Masyarakat (IbM).

"Kami telah memberikan penyuluhan tentang manfaat kupu-kupu dan konservasinya kepada murid SD/MI karena melihat kenyataan bahwa pelaku terbesar perburuan kupu-kupu  di Bantimurung adalah anak usia sekolah," demikian dituturkan oleh Ketua Tim Kegiatan Iptek bagi Masyarakat (IbM) Dr. Sri Nur Aminah Ngatimin, SP., M.Si yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat (29/9/2017).

"Kegiatan IbM yang telah kami laksanakan  bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat utamanya pada anak-anak usia sekolah karena mereka adalah generasi muda yang akan melaksanakan upaya konservasi kupu-kupu. Bukan hal yang mustahil jika suatu hari anak-anak Bantimurung harus mengunjungi daerah lain untuk melihat kupu-kupu endemik yang berasal dari daerahnya. Supaya tidak terjadi hal yang demikian, sejak dini harus kita ajarkan untuk menjaga aset tersebut. Salah satu cara yang paling sederhana adalah tidak menangkap kupu-kupu secara sembarangan."

Kegiatan penyuluhan kupu-kupu telah dilaksanakan pada hari Sabtu (6/5/2017) berupa ceramah tentang pengenalan kupu-kupu yang menggunakan poster sebagai alat bantu. Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat antusias dari murid kelas 5 di kedua sekolah tersebut. Kegiatan ceramah dan tanya jawab yang memakan waktu sekitar 30 menit untuk tiap kelas berlangsung sangat meriah karena sebagian besar anak-anak tersebut sangat mengenal serangga yang menjadi topik ceramahnya. Kegiatan penyuluhan diakhiri dengan pemberian poster kupu-kupu ke sekolah yang dikunjungi.

Kegiatan IbM  yang dibiayai oleh LP2M Universitas Hasanuddin  diketuai oleh Dr. Sri Nur Aminah Ngatimin, SP., M.Si dengan  3 orang anggota yakni Dr. Ir. Tamrin Abdullah, MS; Dr. Ir. Andi Nasruddin, M.Sc dan Dr. Ir. Ahdin Gassa, M.Sc. Semua dosen tersebut berasal dari Fakultas Pertanian Unhas. Selain itu kegiatan ini  juga melibatkan tiga orang mahasiswa di dalamnya.

"Tak kenal maka tak sayang, itulah tujuan kami memberikan poster untuk di tempel di dinding sekolah. Hal ini merupakan cara efektif untuk mengingatkan anak-anak menjaga keseimbangan lingkungan dengan tidak menangkap kupu-kupu. Selain itu, kami juga melibatkan mahasiswa untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan IbM supaya mereka mempunyai bekal berinteraksi dengan masyarakat luas." (Rezqy Setiabudi).