Mohon tunggu...
Dewi Nurbaiti (DNU)
Dewi Nurbaiti (DNU) Mohon Tunggu... Lecturer at Kalbis Institute

an Introvert who speak by write

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Partai Politik, Alasan Sederhana yang Bikin Jatuh Cinta

8 April 2014   23:34 Diperbarui: 23 Juni 2015   23:53 0 1 0 Mohon Tunggu...

Pertama kali melihat partai ini kurang lebih sekian tahun silam. Sebenarnya ingin sekali saya sebutkan angka berapa sang silam itu, tapi tentu akan mudah terbaca partai apa yang saya maksud.

Saat itu saya pulang dari bekerja, dan di perjalanan saya melihat konvoi partai ini yang rupanya sedang berkampanye. Deretan mobil yang hampir semuanya berwarna hitam begitu menarik perhatian saya. Berbaris rapi, tidak ada teriakan, tidak ada sorak sorai yang berlebihan, namun tetap lengkap dengan kibaran bendera diatas mobil-mobil itu.

Semuanya tertata rapi dan tertib. Tidak ada kebut-kebutan disana. Ya suasana lalu lintas yang hening namun bersahaja inilah yang benar-benar membuat saya suka.

Warna dan logo partainya seketika saya ingat, dan hapal hingga kini. Sampai-sampai saya terfikir saat ada kesempatan menyampaikan suara dalam Pemilihan Umum, saya hanya fokus pada partainya, bukan orang yang dicalonkannya. Ya, benar-benar saya telah jatuh cinta.

Ini memang bukan keputusan yang paling benar saat menyampaikan suara. Tapi saya yakin ini adalah keputusan yang tidak mengingkari hati nurani. Jika saya memilih karena orang, dan itu bukan dari partai yang saya kagumi, benar saja perang batin akan segera terjadi.

Pemandangan kampanye yang tertib nan rapi itu tidak lebih dari 15 menit. Namun kejadian ini benar-benar mengagumkan dan berhasil membuat saya terpana hingga kini. Saya tidak ingin bicara apa dan bagaimana sepak terjang partai tersebut selama perjalanannya politik di negeri kita tercinta. Satu hal yang saya ingin bagikan kepada pembaca sekalian, hanya betapa saya telah jatuh cinta.

Tentu saya tidak boleh gelap mata hingga menutup semua kekurangan yang ada di partai ini. Tapi sebelumnya, setiap partai toh memiliki kekurangan bukan? Ya, demikian pula dengan yang saya kagumi. Kekurangan yang ada di partai ini mungkin saja bisa menjadi alasan bagi sebagian orang untuk langsung mencoretnya dari daftar pilihan.

Idealnya saya juga melakukan hal yang sama. Tapi entah mengapa, kekaguman yang bermula dari 15 menit saja mampu menjadi pertimbangan untuk keseluruhan. Haha.. sungguh tidak logis. Negeri yang kaya akan rempah-rempah ini tentu tidak bisa dipimpin oleh orang-orang yang berangkat hanya dari gambaran melakukan kampanye dengan tertib dan elegan. Banyak hal lain yang sudah tentu perlu dijadikan pertimbangan.

Namun dibalik itu semua, melalui tulisan ini saya hanya ingin mengatakan, betapa saya telah jatuh cinta hanya karena alasan yang sangat sederhana.

Gatel sekali tangan saya ini ingin menulis nama partainya. But, no! This is my privacy!

Setuju ya, kita semua tentu memiliki kekaguman masing-masing terhadap partai politik tertentu. Dan inilah kenyataan yang harus diterima, setiap orang bebas menjalani hidup dengan pilihan dan gayanya masing-masing.

(dnu, 8 April 2014, 16:21 WIB)

KONTEN MENARIK LAINNYA
x