Mohon tunggu...
dewi laily purnamasari
dewi laily purnamasari Mohon Tunggu... bismillah ... love the al qur'an, travelling around the world, and photography

iman islam ihsan

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Kompasianival Ajang Berbagi

8 Oktober 2016   07:21 Diperbarui: 4 November 2020   12:48 8 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kompasianival Ajang Berbagi
kompasiana4-5fa240aa8ede482f27450a42.jpg

Hari ini Insya Allah aku akan menghadiri Kompasianival. Ajang di tahun sebelumnya belum sempat ada waktu untuk hadir. Tadi kutanyakan kepada anakku Teteh Maryam Aliyya Al Kindi, buku, pakaian dan peralatan sekolah miliknya yang boleh sadaqahkan kepada teman-teman yang lebih membutuhkan ? Alhamdulillah ... Teteh senang sekali dan bersemangat mengumpulkan barang-barang yang akan aku bawa ke gedung Smesco.

Ada buku koleksi Teteh, baju Teteh yang masih bagus tapi sudah kekecilan, jilbab, mukena, tempat pinsil, dan masih beberapa barang lain. Barakallah ... Akupun jadi ikutan semangat nih! Bongkar lemari buku dan lemari baju. Semoga saja nanti barang-barang yang didonasikan bisa lebih bermanfaat di tangan teman-teman yang memang sangat membutuhkan. Teteh belajar berbagi

Sebagai orangtua : Ibu dan Ayah perlu memberikan teladan kepada anak-anaknya tentang indahnya berbagi. Cinta berbagi kepada sesama terutama kepada yang membutuhkan adalah kecerdasan dasar yang harus dikembangkan. Kepedulian kepada orang-orang yang perlu dibantu tidaklah bisa instan atau seketika muncul dalam diri seseorang. Perlu pengenalan sejak dini, perlu pembiasaan, dan perlu kerja cerdas dari orangtua untuk menanamkan kebaikan ini kepada anak-anaknya.

Teringat kisah Muhammad SAW yang setiap hari menyuapi seorang pengemis  Yahudi buta di pasar. Padahal pengemis itu selalu menghina Nabi SAW. Akhlak mulia seorang teruji dan lulus ujian tersebut. Kekasih Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Penyantun tetap saja menolong pengemis itu. Hingga Rasulullah SAW wafat. Pengemis itu menanti orang yang selama ini menyuapinya. Namun tak kunjung datang. Suatu pagi datanglah Abu Bakar RA sahabat setia Nabi SAW menyuapi pengemis. Tak disangka si pengemis berkata bahwa pastilah yang menyuapinya kali ini bukan orang yang selama ini menyuapinya. Mengapa ? Karena cara dan kelembutannya berbeda. Apalagi ketika pengemis ini mengucapkan kata-kata yang menghina Rasulullah SAW membuat sahabatnya marah.

Abu Bakar RA lalu menyampaikan bahwa Muhammad SAW sudah wafat dan Beliaulah orang yang selama ini menyuapi si pengemis. Maka menangislah si pengemis Yahudi buta. Menyesal ia akan perilakunya selama ini. Menghina orang yang begitu baik kepadanya. Berkatalah si pengemis kepada sahabat Abu Bakar RA bahwa ia ingin bershahadat. Pengemis itu masuk Islam. Masya Allah ... Teladan Rasulullah SAW yang agung ini aku ceritakan kepada Teteh. Semoga Teteh bisa mengambil hikmah dan menjadikan Muhammad SAW sebagai uswatun khasanah, teladan kebaikan dalam berkehidupan.

VIDEO PILIHAN