Mohon tunggu...
Dewi Kurnianingsih
Dewi Kurnianingsih Mohon Tunggu... Lainnya - Era digital era informasi kebudayaan

dewikur28@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Pesan Cinta dari Kawah Candradimuka

15 Juni 2021   05:45 Diperbarui: 15 Juni 2021   05:47 419
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Dahulu, tanah-tanahmu begitu menawan; eksotis Jalan setapak, rimbun dedauan dibentengi perbukitan menjulang 

Kicau burung bersahutan, gemerisik ranting-ranting berirama magis 

Kabut pekat menyapu kemuncak-kemuncak silam saat petang menjelang

Jarum waktu berdetak memecah sunyi Menggubah lagu mendayu berganti rancak Jiwa-jiwa sahaja bermetamorfosa, bergolak memberontak

Tatkala lestari tergerus arus modernisasi Dalam singgasananya ego-ego menyeringai congkak

Mendebat jejak-jejak leluhur yang dianggap tak berarti 

Ketika masa kini membutuhkan ruang tuk bergerak 

Satu persatu bagian darimu dilucuti; dikebiri 

Waktu abaikan kisah-kisah lalu; berlomba mengubah dunia dalam kebaharuan

Naman hakikat sejarah peradaban tiada mampu tergantikan

Seiring senja nan menua; sang legenda kian kaya makna

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun