Mohon tunggu...
Dewi Krisna
Dewi Krisna Mohon Tunggu... Freelancer - Happy House Wife

"You can learn from your competitor, but Do not copy, Copy & You Die" (Jack Ma)

Selanjutnya

Tutup

Foodie Pilihan

Auf Love, Kuliner yang Membuatku Love You

2 Januari 2019   20:33 Diperbarui: 2 Januari 2019   20:54 239
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dok. Pri/suasana di Lasem Sky Garden saat sore hari

Siapa yang tak rindu jogja?Apalagi hanya untuk sekedar nongkrong. Selain kota gudeg, Jogja juga disebut sebagai kota pelajar, dimana banyak orang tua yang mempercayakan buah hati mereka untuk menimba ilmu di Perguruan Tinggi ataupun sekolah di sini. Dari hal inilah menjadikan Banyaknya mahasiswa urban ke Jogja , dan dari peristiwa ini Jogja naik level menjadi lahan basah bisnis kuliner ataupun kos-kosan.

Sore itu, karena long weekend Kota Jogja dilanda macet yang disetiap sudut kotanya. Saya yang sudah girang sebab Jogja selatan tak macet, bergegas berjalan menuju kota. Sesampainya di Kota , hmm padat merayap dengan sederetan bus dan kendaraan pribadi, andai saja pemerintah membatasi beredarnya kendaraan pribadi roda 4 mungkin tak akan sepadat ini.

Well, weekend itu kalau bukan karena soft launching Lasem Garden Sky, saya gak akan jauh-jauh mau terjebak macet. Lasem Garden Sky itu apa sih Kak? hehehe.

Berawal dari Lahan sempit menjadi Cafe ala "Sky" yang ngehits

Ibu Prasetyastuti Puspo Wardoyo memiliki sebuah ide cemerlang, ehem seperti namanya yang cemerlang bak aktris Dian Sastro Wardoyo hehehhe just kidding, ditengah maraknya "bahan pengawet" serta "penyedap rasa" yang disebut-sebut perusak syaraf otak, Ibu yang bergaya nyentrik dengan kaos oblongnya ini mencetuskan ide membuat resto yang dikelilingi dengan Garden Sky.

Dok. Pri/Ibu Prasetyastuti Puspo Wardoyo, owner Lasem Sky Garden
Dok. Pri/Ibu Prasetyastuti Puspo Wardoyo, owner Lasem Sky Garden
Lasem nama awal tempat yang beliau pilih berasal dari dua kata Lahan dan sempit. Hmm menarik, artinya Lasem merupakan sebuah cafe bergengsi yang memanfaatkan lahan sempit. Meskipun demikian, Lasem di design cukup unik, lengkap dengan lampu-lampu dan sayuran disekitarnya, yang tentu saja, ini ada di atas awan alias lantai dua guys.

Mensubsitusi mindset masyarakat mengenai makanan sehat

Kali ini saya mendapatkan kesempatan mencicipi menu sehat di Lasem Sky Garden. Menu sehatnya antara lain makanan yang diolah tanpa MSG guys, so bebas dari generasi micin. Lho trs rasanya gimana kalau tanpa micin gak gurih donk?eitsss..jangan salah.

"Ya, meskipun tanpa menggunakan MSG, namun kami juga memikirkan supaya rasanya tetap lezat, dan tidak jauh dengan cara semisal jika menggunakan MSG kita memakai 5 bawang putih karena kita tanpa MSG maka kita memakai 10 bawang putih. Jadi kami menguatkan pada bumbu rempah yang kami gunakan.", tutur Bu Puspo.

So,guys bahan bahan yang digunakan organik dan maap maap nie ye, harus melewati standart Ibu Puspo terlebih dahulu...

Dok Pri/menu di Lasem Sky Garden
Dok Pri/menu di Lasem Sky Garden
Bu Puspo juga memberikan advice supaya kita hobby makan sayur, kalau kamu susah makan sayur, bisa nih kunjungi Lasem, sebab Bu Puspo punya trik unik supaya kita bisa terlena hingga tak tau itu rasa sayur guys.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun