Mohon tunggu...
Dewi Krisna
Dewi Krisna Mohon Tunggu...

"You can learn from your competitor, but Do not copy, Copy & You Die" (Jack Ma) Another blog : www.dewikrisna1307.blogspot.com https://www.kompasiana.com/alita87710

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Memantik Cara Pandang Kita Terhadap Karakter Manusia dan 7 Langkah positif temukan solusi

23 November 2018   22:04 Diperbarui: 23 November 2018   23:22 0 6 1 Mohon Tunggu...
Memantik Cara Pandang Kita Terhadap Karakter Manusia dan 7 Langkah positif temukan solusi
Editing by Dewi Krisna

Terjebak dalam situasi tak biasa, menjadi pengalaman seru namun menegangkan.

Saya yang sedang on duty, sebagai pemandu wisata kala itu,  membawa rombongan wisatawan keliling ke sebuah hutan konservasi di wilayah timur Indonesia. Mengerikannya guys, jarak hutan yang kami lalui ini sekitar 35 km meter dari penginapan, jadi paling tidak sebelum larut malam kami harus bergegas pulang.

Rombongan yang saya bawa kali ini terdiri dari 7 wisatawan dan satu driver. Uniknya, ya yang namanya manusia, beda bapak ibu, mereka pasti punya karakter yang berbeda-beda. Tapi..is oke lah

Persiapan perjalanan menggunakan mini bus.

Saya mempercayakan kepada Her untuk mengendarai mini bus pembawa rombongan kali ini. Bermodalkan mini bus tua milik Her, saya pun dengan penuh percaya diri memboyong rombongan ini.

Meski Her telaten merawat mini bus ink, saya tetap berpesan kepada Her, untuk tetap membawa perlengkapan bengkel sederhana, supaya bisa berjaga-jaga jika terjadi sesuatu pada mini busnya.

Singkat cerita aksi seru wisatawan di hutan koservasi pun berjalan lancar, walaupun ada beberapa kejadian seperti ponsel Fred yang jatuh ke jurang ataupun kaki Anggi yang terkilir, sebab terlalu asyik nge-shoot kuskus dan tak melihat sekitar.

Rombongan pun dengan kompak menikmati wisata ini dengan gaya masing-masing, seperti Anggi yang sibuk dengan gadget dan peralatan kekiniannya yang seabrek guna menunjang content instagram miliknya, atau seperti Fred yang menyukai alam,membawa peralatan lengkap pendaki sebab uncle Fred merupakan wisatawan asing yang akrab dengan hutan belantara. Kanaya yang konyol,yang tak berbekal, supaya ia bisa berlari kencang ketika ada hewan buas. hihhihi. Disini saya juga menjumpai keluarga kecil yang ikut menikmati wisata hutan ini.

Setelah kami semua terlena dengan keseruan wisata, nampaknya tak lengkap jika kami tak menemui kesulitan, you know what?

Berjarak 5 km dari hutan konservasi, mendadak mini bus ngadat, disisi lain waktu itu sudah jam 17.30 WIB. Oh my God..hewan malam mulai bersiap keluar dari sarangnya, mana penginapan masih jauh,so what should I do?

Dok./mobile.org
Dok./mobile.org
Tik...Tok..Tik...Tok...beberapa waktu disaat saya sedang berpikir tiba-tiba Fred berpamit untuk membuang hajat ditengah hutan, "Ya, baiklah", ujarku.

Saya masih tetap berpikir, yap waktunya berbagi tugas. Kemudian saya mulai mengambil beberapa langkah :

1. Saya mengumpulkan rombongan untuk meminta mereka berpartisipasi dalam keadaan ini untuk saling support. Pertama saya meminta Lukman Suami Prita dari keluarga kecil yang ikut serta, untuk membantu saya mengkoordinir rombongan, Lukman orang yang persuasif, jadi sifat dia ini bisa menjadi back up saya mengkondisikan kepanikan kami.

2. Secara bersamaan saya meminta Her dibantu Kanaya untuk menyiapkan mini bus tua nya menjadi tempat singgah sementara sebelum larut, saya memastikan Her tidak terlalu lelah dan kerja berat, sebab dia memiliki riwayat penyakit jantung.

Dan Anggi sejenak wajib mengabadikan, apapun yang terjadi disekitar kami, untuk rekam jejak kejadian ya sembari membuat dia betah karena dia penggila content sebab dia tak bisa begitu banyak bergerak karena kakinya terkilir.

Sementara Prita istri Lukman menjaga Kevin serta mengawasi sekitar kami. Setelah pembagian tugas,

3. Saya meminta Lukman membantu saya untuk membuat perapian mengumpulkan ranting serta dedaunan kering disekitar kami, minimal Saya mengkondisikan area kami terang untuk mengurangi risiko diterkam hewan malam.

Okey.. tetep rilex..

Setelah Her selesai mempersiapkan mini bus nya sebagai tempat singgah, maka untuk pertama saya meminta Kevin masuk terlebih dulu ke dalam mini bus,sebab riwayat asma nya yang disampaikan Lukman pada saya, udara semakin dingin dan ia mulai panik, saya khawatir asma nya akan kambuh, itu sebabnya saya meminta Kevin masuk ditemani Prita, disusul Anggi untuk menemani.

4. Saya, Her, dan Lukman masih sibuk mengumpulkan ranting, menerapkan cara memantik api dengan modal dedaunan ranting serta dedaunan kering, beruntungnya kami hari itu tak hujan lebat .

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3