Mohon tunggu...
dewi anggraini
dewi anggraini Mohon Tunggu... Wiraswasta - Ibu dan Pembelajar

Menebarkan kebaikan untuk mendapatkan banyak kebaikan pula. Bahagia itu pilihan dan bahagia harus dicari.

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur Pilihan

Meraih Mimpi, Berdayaguna untuk Sesama

29 Agustus 2021   01:34 Diperbarui: 29 Agustus 2021   12:10 138
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Entrepreneur. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcomp

Siapa bilang seorang ibu rumah tangga (IRT) itu tidak bisa produktif untuk berkarya? Bahkan karyanya bisa terkenal, baik secara nasional bahkan sampai internasional. Hal yang menakjubkan lagi semuanya itu dilakukan sebagian besar dari rumah saja, tanpa mengenyampingkan perannya sebagai istri bagi suami dan ibu bagi anak-anaknya. Apakah Anda tergolong sebagai ibu rumah tangga yang seberuntung itu?

Indari Mastuti, yang biasa dikenal dengan panggilan Teteh Indari ini adalah seorang perempuan hebat yang bisa dijadikan sebagai panutan seorang ibu rumah tangga yang baik bagi keluarganya, sekaligus produktif dalam berkarya.  Sejak menikah, ia tinggalkan pekerjaannya sebagai profesional di perusahaan telekomunikasi Quadran Lintas Persada. Hal ini dilakukan agar ia bisa lebih fokus pada urusan rumah tangga. Namun, ia berkeinginan tetap produktif walapun hanya di rumah saja.   

Kecintaannya dengan dunia literasi, membuat ia memberanikan diri membentuk agensi naskah yang bernama Indscript Creative pada tahun 2007.  Bersama suaminya, ia membentuk Indscript didasari pada impiannya untuk bisa membuat satu juta orang penulis dari kalangan ibu rumah tangga bahkan belakangan ingin mencetak pula satu juta orang pebisnis dari kalangan IRT.

Penamaan Indscript Creative sendiri, tersusun dari Indari -- Script -- Creative. Secara makna adalah sebuah wadah dengan Teteh Indari sebagai pemilik dan penggagasnya yang memfasilitasi karya-karya penulis yang kreatif. Tentunya dikhususkan targetnya adalah para IRT.  Ide penamaan ini berasal dari gagasan suami teteh yang bernama Pak Deky. Berawal dari sebuah agensi penghubung antara penulis dengan penerbit atau sebaliknya, lambat laun berkembang di banyak lini dunia peliterasian.  

Sampai akhirnya pada tahun 2020, beliau berhasil membuat sebuah percetakan dan Indscript Publisher dengan nama BUKUIN aja! Impian bisa mencetak karya pribadi sekaligus mencetak para penulis bisa terlaksana. Bahkan dengan adanya percetakan ini, membuat Indscript dapat membantu para penulis untuk bisa membuat karyanya dengan membimbing mulai dari kerangka awal sampai layak untuk diterbitkan.

Secara pribadi Teteh Indari aktif di dunia literasi adalah pada tahun 1996, yaitu di saat beliau masih di kelas 1 SMA. Sejak saat itulah beliau menulis artikel di media cetak, Dilanjutkan tahun 2004, selain sebagai penulis dan di tahun 2005 beliau aktif di penerbit seperti; Kompas Gramedia, Elex Media, Syamil, dan masih banyak lainnya. Namun, semenjak menikah di akhir tahun 2007 ia memutuskan untuk membuat bisnis literasi dari rumah, back at home. 

Bisnis ini berkembang dengan pesat, bahkan sejak tahun 2009 sering mendapatkan kepercayaan untuk membuat buku biografi beberapa tokoh terkenal. Salah satu contoh karya biografi adalah biografi untuk pemilik Amanda brownies. Biografi ini kebetulan adalah produk perdana biografi Indscript Creative. Selain brownies Amanda, ada pula biografi atas nama Teh Ninih, Siti Oded (istri Wali Kota Bandung), istri Bapak Ridwan Kamil, dan seorang ekspatriat Jepang. 

Semakin berkembangnya bisnis literasi ini, membuat pentingnya peng-recruitmentan pegawai sekaligus reseller  yang harus dilakukan Indscript Creative. Tidak mengherankan sampai saat ini sudah ada seribu reseller yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Tidak puas di situ saja, Teteh Indari yang sudah menghasilkan buku sebanyak lebih dari 300 judul buku, membuat komunitas perempuan sebagai bentuk kepeduliannya. Ada komunitas  Ibu-Ibu Doyan Nulis dengan beranggotakan 22 ribu orang dan komunitas Ibu-Ibu Doyan Bisnis yang beranggotakan 130 ribu orang. Adanya komunitas ini bisa menjadi ajang berbagi pengalaman di dunia menulis dan bisnis rumahan, sehingga para ibu pun menjadi lebih terbuka wawasannya.

Perjalanan Indscript pun pernah mengalami yang namanya kebangkrutan.  Tahun 2010, merupakan tahun yang tidak terlupakan bagi Indscript. Perusahaan mengalami pailit keuangan, sehingga 16 orang karyawan harus di rumahkan dan hanya bersisa 3 orang saja. Hal ini terjadi karena kurangnya ilmu dalam membangun bisnisnya. Oleh sebab itu, mulai di tahun itulah Teteh Indari sering mengikuti berbagai training, coaching, mentoring, dan membentuk networking. Hal ini dilakukannya guna lebih mengembangkan ilmu yang dimilikinya, sehingga bisnis yang dibangunnya ini dapat kembali bangkit.

Tahun 2010 ini pun dijadikan sebagai titik balik bagi Indscript untuk bangkit.  Sejak saat itulah dari tahun ke tahun, Indscript mengembangkan banyak lini. Tahun 2015, perusahaan mulai mengembangkan lini direct selling. Di awali dengan membuat board pencapaian target. Saat ini sudah banyak board yang dibuat.  Lini lain yang coba diluncurkan pada tahun 2021 adalah membuat channel Youtube berama suaminya dan bertujuan untuk kampanye hal-hal yang berhubungan tentang pernikahan. Channel ini bernama Rumah Teh Iin.  Di tahun yang sama, beliau juga membuat platform khusus perempuan dan berbentuk market place , bernama terhubung.co.id. Selain itu, maha karya yang akan diluncurkan adalah agensi blogger, penghubung antara blogger  dengan klien dan sebaliknya.

Perkembangan lini yang sangat cepat ini, membutuhkan tenaga pendukung yang bisa mengikuti dengan sigap dan tentunya ada di masa kini yang melek teknologi. Oleh karena itu, diambilah para tenaga muda yang potensial dan energik yang bisa menduplikasikan apa yang menjadi ide Teteh Indari sebagai pemilik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Entrepreneur Selengkapnya
Lihat Entrepreneur Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun