Mohon tunggu...
dewi anggraini
dewi anggraini Mohon Tunggu... Wiraswasta - Ibu dan Pembelajar

Menebarkan kebaikan untuk mendapatkan banyak kebaikan pula. Bahagia itu pilihan dan bahagia harus dicari.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

5 Kiat agar Anak Cinta Lingkungan

17 April 2021   11:09 Diperbarui: 17 April 2021   11:26 122
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Dunia saat ini sedang gencar-gencarnya mengampanyekan gerakan peduli lingkungan, termasuk juga Indonesia. Kondisi lingkungan yang sudah mulai memprihatinkan membuat semua pihak harus bereaksi cepat agar kerusakan tidak terlanjur parah sehingga makin sulit untuk diperbaiki.

Merosotnya kualitas lingkungan sangat dipengaruhi oleh sikap dan perilaku manusia yang lebih mengedepankan egonya dibandingkan dampak yang akan dirasakan kemudian hari. Banyak yang lupa kalau apa yang dilakukan sekarang terhadap lingkungan akan berefek pada anak cucu kita yang hidup di masa depan.

Beberapa gerakan peduli dan penyelamatan lingkungan sudah dilakukan, tetapi hal ini perlu dukungan dari kita semuanya, termasuk kita sebagai orang tua. Mendidik anak-anak sejak usia dini untuk lebih mencintai lingkungan amat sangat diharapkan. Kegiatan positif yang sudah terpola dari kecil akan banyak mendatangkan manfaat bagi kehidupan mereka kelak.

Berikut ini ada beberapa kiat sederhana yang bisa kita coba agar anak lebih mencintai lingkungan.

1. Ajak Anak Bercocok Tanam

Gerakan peduli lingkungan dapat dimulai dari lingkungan rumah, salah satunya dengan cara mengajak anak bercocok tanam dan merawat tanaman salah satunya. Setelah menaman, anak juga diberikan tanggung jawab untuk merawatnya, misalnya dengan menyiram dan memberikan pupuk.

Dengan cara ini, selain anak akan lebih peduli dengan tanaman, anak pun bisa lebih disiplin, dan lingkungan rumah kelihatan asri.

2. Ajarkan Anak Bisa Memilah Sampah 

Selain mengajarkan membuang sampah pada tempatnya, anak juga diajarkan untuk bisa memilah sampah yang ada di rumah atau yang mereka temui saat di luar. Anak dibimbing untuk membedakan mana sampah organik, non-organik, dan sampah yang termasuk beracun dan berbahaya. Setelahnya,  mereka pun bisa memilah sampah yang bisa difungsikan lagi, yang habis pakai, serta sampah yang bisa dijadikan pupuk kompos.

Ketika anak sudah tahu bagaimana memilah sampah berdasarkan jenisnya, anak tahu manfaatnya juga. Dengan demikian, diharapkan ke depannya jumlah sampah pun akan berkurang.

3. Ajak Anak Berkreasi dari Barang Bekas

Mengajak anak berkolaborasi membuat karya-karya dari barang bekas merupakan kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat juga. Selain ada barang baru yang dihasilkan, jumlah sampah pun akan berkurang, bahkan terkadang bisa menghasilkan juga.

4. Ajak Anak Ikut Komunitas Peduli Lingkungan

Komunitas peduli lingkungan saat ini cukuplah banyak, pesertanya pun tidak dibatasi secara usia. Semua boleh ikut bergabung. Ada komunitas yang diadakan internal sekolah dan ada yang diadakan secara eksternal.

Umumnya, setiap komunitas itu sudah mempunyai program-program menarik yang bisa diikuti bersama. Misalnya, menanam benih mangrove di hutan bakau, menanam tanaman buah-buahan di pinggir rel, lomba menulis artikel/cerpen/puisi tentang hutan, dan lain-lain. Salah satu komunitas lingkungan yang cukup konsisten adalah Komunikasi Lestari Asri. Baru-baru ini mereka mengadakan lomba menulis puisi dan dongeng bertema, "Jagalah Hutan."

5. Berikan Teladan yang Baik

Sebagai orang tua, jika ingin anaknya berbuat baik, kita pun harus bisa mencontohkannya. Keteladanan itu menjadi keharusan dalam menciptakan karakter anak yang cinta akan lingkungan.

Memberikan contoh bisa dimulai dari rumah, baru kemudian melalui aktivitas yang diadakan di luar. Bersama anak kita belajar dan pasti bkita bisa.

Itu tadi 5 kiat sederhana agak anak mencintai lingkungan. Misi menciptakan bumi yang asri, nyaman, bersih, dan terawat semoga bisa terwujud. Ke depannya semoga anak dan cucu kita tetap bisa merasakan lingkungan yang terjaga dengan baik.

(Ed. Haeriah Syamsuddin)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun