Mohon tunggu...
Dewi Afriyani
Dewi Afriyani Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung, Fakultas Ekonomi Bisnis Islam, prodi Perbankan Syari'ah

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Dampak Covid-19 terhadap Perekonomian Indonesia

14 Mei 2020   18:44 Diperbarui: 14 Mei 2020   18:36 55 0 0 Mohon Tunggu...

Menurut world health organization (WHO), 2019 virus corona adalah virus yang menyebabkan flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti sindrom pernafasan timur tengah (MERS-CoV) dan sindrom pernafasan akut parah ( SARS-CoV) virus ini berawal dari kota Wuhan Negara China yang akhirnya menyebar ke Negara lain, salah satunya di Indonesia. Virus corona ini sangat berpengaruh besar terhadap perekonomian Negara karena saat ini banyak Negara yang melakukan lockdown terhadap masyarakat dalam negri maupun mancanegara untuk mencegah terjadinya penularan virus tersebut hingga meluas ke berbagai Negara.


Pandemic virus corona merebak di Indonesia pertama kali pada tanggal 03 maret 2020, dan Indonesia juga terkena dampaknya, karena saat ini menurut (kamil,2020) jumlah kasus positif corona di Indonesia sudah mencapai 14.032 kasus. Ini membuat Indonesia menjadi salah satu Negara yang ikut terkena dampak virus corona. Sehingga saat ini presiden Jokowi sudah mulai memberikan pringatan kepada masyarakat Indonesia untuk melakukan social distancing yang artinya masyarakat tidak bebas melakukan kegiatan social seperti dulu. Tentu saja hal ini berdampak juga pada perekonomian di Indonesia, salah satunya di kota Jakarta yang merupakan ibu kota Negara Indonesia, yang saat ini paling banyak terkena kasus virus corona.


Lockdown di Jakarta merupakan salah satu penyebab melemahnya ekonomi Indonesia ditengah mewabahnya virus covid-19 di Indonesia. Berbagai Negarapun telah melakukannya untuk menekan angka penularan virus dari China ini. Namun, dampak  melakukan locdown di Jakarta cukup besar di perekonomian. Peneliti ekonomi, Institute for Development of economics and Finance (indef) Bhima Yudistira memprediksi Indonesia biasa terkena krisis ekonomi apabila Jakarta diisolasi. Menurut Bima pada detik.com,"sejauh ini 70% pergerakan uang dalam perekonomian  nasional berada di Jakarta. Akan sangat beresiko apabila aktivitas perekonomian di Jakarta lumpuh karena melakukan lockdown di Jakarta. "70% uang juga berputar di Jakarta, ada bursa efek, dan juga ada bank sentral. Terlalu beresiko kalo kita mengambil langkah locdown,"  belum lagi pasokan bahan baku pokok bagi masyarakat Jakarta akan terhambat, utamanya bahan pangan. Sementara itu Jakarta juga menyumbang 20% angka inflasi nasional. Kalau barang langka di Jakarta dan berujung pada kenaikan harga secara lokal, maka angka inflasi nasional bisa saja terkerek hingga 6%.


Dikutip dari CNN, menteri keuangan Republik Indonesia Srimulyani mengatakan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi indonesia hanya akan mencapai 2,3%. Bahkan dalam situasi terburuk ekonomi bisa minus hingga 0,4%. Penyebab dari hal ini diantara adalah turunnya konsumsi dan investasi, baik dalam lingkup rumah tangga maupun lingkup pemerintah, sri mulyani juga mengatakan ekspor dan impor  saat ini juga mengalami pertumbuhan yang negatif,  sektor industri, sektor pariwisata, dan sektor UMKM, juga ikut terpuruk karena hal ini, padahal selama ini UMKM menjadi safety net. Dalam situasi Covid-19 ini UMKM, dan pariwisata terpukul karena tidak ada kegiatan diluar rumah.


Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pun ikut melemah, pada awal pandemi di Indonesia mencapai Rp. 17.500, dan berbalik menguat Rp. 15.050 kala pembukaan perdagangan pasar spot. Gubernur Perry Warjiyo (dalam voaindonesia.com) penyebab melemahnya rupiah karena investor panik sehingga terjadi apa yang disebut pembalikan modal atau capital outflow. Selama periode terjadinya pandemi ini antara Januari dan Maret 2020 telah terjadi capital outflow dalam portofollio.


Saat ini pemerintah Indonesia juga telah mengeluarkan status darurat bencana terhitung mulai tanggal 29 Februari 2020 hingga 29 Mei 2020 terkait pandemi virus ini dengan jumlah waktu 91 hari. Langkah-langkah telah dilakukan pemerintah untuk dapat menyelesaikan kasus luar biasa ini, salah satunya adalah dengan mensosialisasikan gerakan Social Distancing.


Oleh karena itu presiden Jokowi berusaha untuk mengajak masyarakat Indonesia agar kompak melawan virus corona ini hingga tuntas sehinga perekonomian dapat kembali berjalan seperti biasa, dan kegiatan oprasional pemerintah dapat berjalan semestinya, presiden Jokowi juga berharap kasus virus corona ini cepat tuntas dan tidak banyak memakan korban untuk kedepannya. Serta dengan tuntasnya virus ini perekonomian dunia dan perekonomian Indonesia akan membaik dan berkembang kembali. Karena sejatinya, China yang dari awal merupakan pusat dari virus ini sudah berangsur membaik, dan tentunya semoga dunia juga akan membaik.


Nama : Dewi Afriyani
Npm : 1751020033
Prodi  : Perbankan Syariah
Dosen ; Muhammad Iqbal  Fasa  

VIDEO PILIHAN