Mohon tunggu...
Dewi Puspasari
Dewi Puspasari Mohon Tunggu... Konsultan TI - Penulis dan Konsultan TI

Suka baca, dengar musik rock/klasik, dan nonton film unik. Juga nulis di blog: https://dewipuspasari.net; www.keblingerbuku.com; dan www.pustakakulinerku.com

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Lagi-lagi Serbat Blewah, Eh Ada Juga Kolak dan Marie Sirup

26 April 2022   23:52 Diperbarui: 27 April 2022   00:13 396 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Dulu nenek suka sekali membuat serbat blewah (sumber gambar: kids.grid.id) 


Aku menebak kali itu takjilnya kalau tidak aneka kolak, paling es blewah. Dua menu itu favorit si nenek. Ia suka membuatnya karena baginya bahannya mudah didapat dan rasanya enak.

Ya, kali itu takjilnya adalah es blewah. Blewah yang matang diserut lalu diberi gula dan dibiarkan hingga menyatu. Lalu nenek tambahkan air yang disaring dari biji blewah yang dicampur gula dan air.

Air dari biji itu penuh sari-sari blewah. Ia memberikan aroma khas blewah.

Setelah gula dan serutan blewah telah menyatu maka oleh nenek ditambahkan es batu. Ada kalanya ia gunakan sirup gula buatannya sendiri.

Memang es blewah segar disantap sebagai menu takjil. Namun ada kalanya aku bosan.

Oh iya es blewah ini biasa disebut serbat oleh nenek.

Nenek nampaknya tak pernah bosan dengan serbat. Sebagai variasi, ia tambahkan cincau hitam yang dipotong kotak-kotak kecil. Cincau yang agak pahit dan beraroma khas, rupanya cukup serasi disantap dengan blewah.

Es blewah cocok disantap saat Ramadan tengah gerah. Ketika Ramadan sedang dingin maka asyiknya bersantap kolak.

Tentang kolak, nenek sama seperti ibuku, ia suka sekali memasukkan bahan-bahan yang ada saat itu.. Jika sedang ada pisang ya bikin kolak pisang. Jika sedang banyak ketela rambat dan singkong maka menunya ya kolak singkong dan ketela.

Kolaknua bergantung bahan yang ada, bisa waluh, pisang, ubi (dokpri) 
Kolaknua bergantung bahan yang ada, bisa waluh, pisang, ubi (dokpri) 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kisah Untuk Ramadan Selengkapnya
Lihat Kisah Untuk Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan