Mohon tunggu...
Dewi Puspasari
Dewi Puspasari Mohon Tunggu... Penulis dan Konsultan TI

Suka baca, dengar musik rock/klasik, & nonton film unik. Juga nulis di https://dewipuspasari.net dan www.pustakakulinerku.com

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Agung Jarkasih, dari Desa Gapai Mimpi Jadi Sutradara

21 November 2020   21:13 Diperbarui: 21 November 2020   21:18 26 6 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Agung Jarkasih, dari Desa Gapai Mimpi Jadi Sutradara
Lima tahun lalu ia memutuskan berhenti bekerja dan serius menekuni film,kini mimpinya terwujud (dok. Agung/Bale Films)

Hujan yang terus mengguyur sebenarnya bukan hal yang baru di desaku, meski musim hujan sebenarnya telah lewat. Desaku masuk Kabupaten Bogor yang terkenal sebagai kota hujan. Tapi hujan kali ini memberikan sesuatu yang sentimentil, seperti musik latar dalam sebuah film, yang mengiringi hatiku yang sedang gundah.

Bapak belum setuju dengan rencanaku. Sebuah rencana yang akan mengubah jalan hidupku. Aku paham atas ketidaksetujuannya itu. Pendapatnya mewakili pandangan orang-orang tua dan pandangan sebagian besar masyarakat desaku.

Aku terdiam, meski emosi dalam tubuhku bergejolak. Aku hanya perlu lebih sabar membujuknya. Aku mungkin perlu membuktikannya rencana itu tak sekadar di awang-awang. Aku tahu suatu ketika Bapak akan menyetujuinya.

Sejak dulu aku menyukai film. Ketika duduk di bangku SMK dan mendapat sebuah tugas kelompok membuat video aku langsung menyukai dunia ini. Rasanya sungguh menyenangkan mengubah sebuah gagasan menjadi sebuah rangkaian gambar dan suara yang disebut film. Aku ingin menekuninya, aku ingin menjadi sineas film.

Tapi mimpi tersebut harus kusimpan rapat-rapat. Entah kapan aku dapat menggapainya. Biaya kuliah di bidang perfilman terasa di awang-awang, bukan hanya biaya masuknya tapi juga uang persemesternya dan biaya lain-lainnya. Aku tak ingin merepotkan orang tua.

Ya, aku mengubur mimpiku untuk berkuliah di jurusan sinema. Aku pun memutuskan bekerja seusai lulus es em ka. Di sela-sela waktu istirahat bekerja, aku tetap menyimpan asa sebagai sineas film dengan belajar istilah teknis secara ototidak. Aku pun kemudian menabung untuk membeli sebuah kamera.

Hingga suatu waktu aku merasa begitu yakin dengan keputusanku. Aku memutuskan berhenti dari pekerjaanku. Pekerjaanku yang telah memberikanku penghasilan dan rasa aman selama tiga tahun. Aku tahu aku tak bisa lagi mundur.

Aku siap ke luar dari zona nyaman itu. Meski telingaku kadang-kadang masih panas ketika aku mengungkapkan niatku itu ke teman-teman dan orang-orang di desaku

"Gung...Agung sudah untung bisa bekerja. Buat apa bikin film. Buat gaya-gayaan? Orang desa kayak kita ya susah. Lebih baik kerja yang bener!"

Aku sudah berhenti bekerja meski aku belum memberitahu orang tua.

Aku diterima sebagai peserta workshop film dokumenter di Jakarta. Momen dan peluang kali ini tak akan kulepas. Aku akan bekerja keras berkali-kali lipat untuk membuktikan orang desa sepertiku juga layak dan mampu sebagai sineas perfilman.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x