Mohon tunggu...
Dewi Puspasari
Dewi Puspasari Mohon Tunggu... Konsultan - Penulis dan Konsultan TI

Suka baca, dengar musik rock/klasik, dan nonton film unik. Juga nulis di blog: https://dewipuspasari.net; www.keblingerbuku.com; dan www.pustakakulinerku.com

Selanjutnya

Tutup

Music Artikel Utama

Penyanyi Dunia Pakai "Auto-tune", Apakah Masih Layak Disebut Biduan?

28 November 2019   22:38 Diperbarui: 29 November 2019   16:52 572
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Jika suara penyanyi diganti komputer apakah masih bisa disebut biduan? (Gambar:wkms.org)

Perkembangan teknologi digital begitu mengagumkan. Ia merambah ke berbagai bidang. Termasuk ke dunia musik. Apabila di bidang fotografi ada photoshop, perangkat lunak pengolah foto yang jempolan, maka di dunia musik juga ada perangkat pengolah suara sehingga terdengar merdu yang disebut auto-tune. 

Penggunaan software ini semakin meluas, bahkan banyak penyanyi dunia yang tak malu menggunakannya pada saat rekaman dan tampil live. Hemmm kalau seperti ini apakah masih layak mereka disebut biduan?

Sebenarnya perbandingan antara photoshop dan auto-tune kurang setara. Biasanya foto yang akan diolah dengan photoshop sebenarnya sudah bagus.

Perangkat lunak ini hanya menyempurnakannya, memotongnya, membuatnya lebih kontras dan sebagainya. Jika foto awalnya sudah kurang apik maka diolah dengan aplikasi pengolah foto pun juga tak banyak perubahan, kecuali pengolahnya sudah tingkat "master".

Beda halnya dengan auto-tune. Perangkat lunak ini memiliki kemampuan untuk memperbaiki suara yang sumbang menjadi selaras dengan nada, stabil, dan jadi lebih merdu. Siapapun akan bisa menjadi penyanyi yang suaranya enak didengar apabila menggunakan auto-tune.

Perangkat lunak ini mulai dikenal ketika digunakan oleh Cher ketika membawakan lagu "Believe". Jika mendengar tembang yang dirilis tahun 1998 ini suara Cher seperti memiliki efek suara robot. Rupanya ini adalah efek penggunaan auto-tune.

Tapi dengan kemajuan teknologi maka hasil suara yang dihasilkan oleh auto-tune semakin halus dan semakin merdu. Para penyanyi pun kemudian diam-diam menggunakannya, baik untuk memperbaiki kualitas vokal mereka atau untuk meningkatkan kualitas rekaman mereka sehingga terdengar lebih halus dan stabil ketika bernyanyi.

Ada juga yang menggunakannya untuk efek khusus. Para penyanyi hip hop dan R&B dikenal banyak melakukannya baik di satu tembang maupun hampir di setiap karyanya, seperti T-Pain, Kanye West, Snoop Dogg, dan Lil Wayne.

Sayangnya perangkat lunak ini mulai disalahgunakan. Ia kemudian digunakan oleh mereka yang ingin namanya cepat dikenal di dunia musik padahal sebenarnya mereka kurang cakap untuk bernyanyi. Bahkan yang kemudian membuat prihatin ada juga yang menggunakannya pada saat pertunjukan live.

Deretan penyanyi yang diduga menggunakan auto-tune ini semakin banyak. Penyanyi Kesha mengaku menggunakannya. Selebriti dunia lainnya yang diduga menggunakannya di antaranya yaitu Akon, Selena Gomes, Katy Perry, Taylor Swift, Britney Spears, Rihanna, Adam Levine, Ashlee Simpson, dan Jennifer Lopez.

Jumlah ini terus bertambah. Ada yang sebenarnya bisa bernyanyi dan hanya menggunakannya sebagai pendukung pada saat rekaman dan tampil live, tapi sayangnya ada pula yang kemudian terlalu bergantung pada perangkat lunak ini dan enggan melatih kemampuan vokalnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Music Selengkapnya
Lihat Music Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun