Mohon tunggu...
Dewi Puspasari
Dewi Puspasari Mohon Tunggu... Konsultan - Penulis dan Konsultan TI

Suka baca, dengar musik rock/klasik, dan nonton film unik. Juga nulis di blog: https://dewipuspasari.net; www.keblingerbuku.com; dan www.pustakakulinerku.com

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Yuk Berburu "Merchandise" Asian Games 2018, Banyak di Bawah Rp100 Ribu lho

11 Agustus 2018   23:40 Diperbarui: 11 Agustus 2018   23:53 2087
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Merchandise Asian Games 2018 beragam dan banyak di bawah Rp 100 ribu (dokpri)

Asian Games 2018 sudah di ambang mata. Dalam waktu hitungan hari Asian Games di Jakarta dan Palembang akan dibuka secara resmi. Bahkan pertandingan seperti sepak bola putera sudah dimulai sejak Jumat (10/8). Nah, sambil menunggu upacara pembukaan, bagaimana jika kita berburu dan mengoleksi merchandise official-nya.

Ada banyak cara memberikan dukungan kepada Asian Games 2018. Di antaranya bisa dengan membeli tiket dan menonton pertandingannya langsung, atau juga dengan membeli merchandise official-nya sebagai kenangan akan even olah raga besar se-Asia pernah berlangsung di negara ini.

Sore ini, Sabtu (11/8), aku bersama kawan-kawan mengikuti Napak Tilas Asian Games 2018 yang diakan Wisata Kreatif Jakarta. Dipimpin kompasianer Ira Lathief, kami pun memulai napak tilas bangunan-bangunan bersejarah yang dibangun untuk memeriahkan Asian Games kedua yang dihelat di Jakarta limapuluhenam tahun silam.

Ira Lathief menjelaskan nama maskot dan maknanya. Anak-anak pun suka (dokpri)
Ira Lathief menjelaskan nama maskot dan maknanya. Anak-anak pun suka (dokpri)
Napak tilas ini berawal dari Mal Sarinah. Ada alasan tersendiri kenapa tur ini diadakan di mal tertua di Jakarta ini. Sarinah merupakan pusat perbelanjaan modern pertama di Indonesia. Pendirian pusat perbelanjaan pertama ini diawali sejak 17 Agustus 1962, beberapa hari sebelum pelaksanaan Asian Games kedua yang diadakan 24 Agustus - 4 September 1962. 

Memang pada akhirnya pusat perbelanjaan ini tidak bisa menjadi tempat berbelanja peserta Asian Games karena baru dibuka resmi tahun 1966. Namun, jika dipikir-pikir apabila tidak ada event Asian Games 1962 belum tentu hingga tahun 1970-an Indonesia memiliki pusat perbelanjaan modern.

Ini outlet merchandise di Sarinah (dokpri)
Ini outlet merchandise di Sarinah (dokpri)
Sarinah saat ini dikelola oleh pemerintah dalam bentuk badan usaha (BUMN). Oleh karena itu pusat perbelanjaan ini mendukung penuh pelaksanaan Asian Games 2018 dan memiliki outlet merchandise official Asian Games 2018.

Suka Maskot yang Mana, Bhin-Bhin, Atung, atau Kaka?

Maskot Asian Games 2018 adalah tiga hewan langka Indonesia. Mereka adalah Bhin-Bhin si Cendrawasih, Atung si Rusa Bawean, dan Kaka si Badak Bercula Satu. Nama mereka diambil dari Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Banyak pilihannya nih (dokpri)
Banyak pilihannya nih (dokpri)
Bhin-Bhin si cendrawasih tampil menggemaskan dengan rompi motif batik Papua. Ia perlambang kecerdasan dan strategi. Atung si rusa Bawean mengenakan sarung tumpal Betawi. Atung melambangkan kegesitan atau kecepatan. Nah, Kaka si badak bercula satu melambangkan kekuatan. Ia mengenakan aksesoris dengan motif khas Palembang.

Maskot dan pernak-pernik Asian Games 2018 ini hadir dalam bentuk suvenir yang menarik. Merchandise ini disajikan dalam bentuk kaus, aneka tas, tumbler, gantungan kunci, boneka, juga dalam bentuk bantal, sandal, aksesoris, benda pajangan, mug, dan masih banyak lagi. Harganya berkisar dari Rp 15 ribu hingga di atas Rp 100 ribu.

Bagi yang bujetnya terbatas tapi ingin memiliki merchandise Asian Games 2018 jangan kuatir. Banyak kok pilihan merchandise di bawah Rp 100 ribu. Ada gantungan kunci, tumbler, tas belanja, dan juga aneka boneka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun