Mohon tunggu...
Dewi Puspasari
Dewi Puspasari Mohon Tunggu... Konsultan TI - Penulis dan Konsultan TI

Suka baca, dengar musik rock/klasik, dan nonton film unik. Juga nulis di blog: https://dewipuspasari.net; www.keblingerbuku.com; dan www.pustakakulinerku.com

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Artikel Utama

Mudik Jakarta-Malang, Tol Fungsional Bikin Perjalanan Lebih Cepat

13 Juni 2018   05:34 Diperbarui: 13 Juni 2018   12:14 19187 6 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bersiap memasuki tol fungsional Jawa Timur (dokpri)

Koper berisi pakaian sudah masuk ke dalam bagasi. Kini aku memasukkan tas terakhir berisi makanan ringan dan minuman di deretan kursi bagian tengah. Setelah menyalakan lampu di bagian teras dan belakang, aku pun berpamitan ke satpam untuk melakukan perjalanan mudik panjang, dari Jakarta menuju Malang.

Mudik merupakan kegiatan sebelum lebaran yang rutin kulakukan. Biasanya aku menggunakan transportasi umum seperti pesawat terbang dan kereta api. Kini karena kurang persiapan maka aku harus menggunakan kendaraan pribadi. Aku kehabisan tiket kereta api. Sedangkan tiket pulang pergi pesawat terbang begitu mahal. Akhirnya dengan menguatkan hati dan rajin memantau arus mudik aku dan suami pun memutuskan berangkat pagi-pagi.

Aku berulang kali memeriksa kondisi lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Cikopo-Palimanan. Jangan sampai kondisi lalu lintasnya merah hingga hitam, doaku. Perjalanan kali ini tidak langsung bablas, karena harus menjemput keponakan dan mertua. Ibu pasangan minta diantar ke Kalijati, Subang, keponakanku akan ikut kami ke Malang.

Di Cikampek masih pagi (dokpri)
Di Cikampek masih pagi (dokpri)
Jadinya rutenya pun berkelok-kelok. Jaktim ke Jakut kemudian menuju Lippo Cikarang dan kemudian berhenti sejenak menuju Kalijati. Dari rumah kami berangkat pukul 03.15 kemudian selepas Subuh kami pun menuju Tol Cikampek menuju Lippo Cikarang yang untungnya belum terlalu ramai.

Ketika hendak melanjutkan perjalanan aku was-was karena garis menghitam selepas gerbang Cikarang Utama. Akhirnya kami pun menggunakan jalan biasa melewati Delta Mas menuju gerbang Tol Cikarang Timur. Untunglah strategi ini membuahkan hasil. Memang ada merah di sana-sini tapi dibandingkan tahun sebelumnya jauh lebih mulus.

Lain halnya dengan Tol Cipali. Saat itu Tol Cipali masih begitu padat. Akhirnya kami memilih Tol Purbaleunyi untuk mengantar ibu pasangan ke Kalijati. Tolnya sepi, berbanding terbalik dengan Cipali. Sejam kemudian kami pun tiba di Kalijati dan istirahat sekitar sejaman.

Kami pun kemudian bermacet-macetan di Tol Cipali setelah beristirahat. Eh ternyata pasangan mengaku lelah dan mengantuk. Ya mau tak mau kami harus berhenti karena menyetir dengan kondisi mengantuk sangat berbahaya. Sayangnya rest area Km130 penuh dan kami diminta melanjutkan perjalanan. Eh mungkin karena mengantuk ada saja yang tak tertib dan berhenti di bahu jalan. Mereka baru pergi setelah ada mobil patroli.

Gara-gara mengantuk akhirnya pasangan hanya kuat berjalan hingga rest area di Km 166. Untunglah masih ada jatah parkir di sana. Ia langsung tertidur. Aku jadi ikut-ikutan mengantuk. Rupanya pulas juga kami tertidur, saat lihat jam kami kaget karena jam sudah menunjukkan pukul 13:30 WIB. Waduh sudah siang nih.

Beberapa kecelakaan terjadi di dekat rest area

Selama perjalanan beberapa kali kondisi jalan menjadi begitu macet karena terjadi kecelakaan. Rata-rata kecelakaan terjadi di dekat rest area. Bisa jadi mereka buru-buru hendak keluar atau masuk tempat istirahat tersebut sehingga kurang berhati-hati.

Selepas Tol Cipali kami bernafas lega. Biasanya tantangan mudik ada di Tol Cikampek dan Cipali, setelah itu biasanya lebih longgar. Memang iya sih, memasuki Tol Palimanan-Kanci, arus tak sepadat di Cipali, kecuali di area dekat TKP kecelakaan. Tol berdebu kemudian menyambut ketika kami tiba di Tol Kanci-Pejagan. Biasanya setelah tol ini kami keluar menuju Brebes dilanjut ke Tegal, Pemalang, Kendal, Batang, dan Semarang. Tahun ini kami terus berada di jalur tol.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kisah Untuk Ramadan Selengkapnya
Lihat Kisah Untuk Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan