Dewi Puspasari
Dewi Puspasari Penulis dan Konsultan TI

Suka baca, dengar musik rock/klasik, & nonton film unik. Juga nulis di https://dewipuspasari.net dan www.pustakakulinerku.com

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Pilihan

Puluhan Film Bisa Dinikmati Gratis di Europe on Screen 2018

3 Mei 2018   22:03 Diperbarui: 3 Mei 2018   22:14 844 4 0
Puluhan Film Bisa Dinikmati Gratis di Europe on Screen 2018
Europe on Screen Sudah Datang, Yuk Nonton Sepuasnya Film Eropa (sumber: europeonscreen.org)

Europe on Screen 2018 yang dinanti-nantikan akhirnya datang. Diawali dengan pembukaan pada malam hari ini (Kamis, 3/5) di Epicentrum XXI, selama sembilan hari ke depan pencinta film di Jakarta dan berbagai kota lainnya akan dimanjakan dengan puluhan film Eropa yang bisa dinikmati secara gratis.

Sejak beberapa waktu lalu aku sibuk mencermati daftar film yang bakal ditayangkan selama Europe on Screen 2018. Wuiih pilihannya begitu banyak, tiap hari ada sekitar empat film yang ditayangkan di tiap tempat dari siang hingga malam hari.

Tahun lalu aku juga ikut menikmatinya. Ketika itu hanya sempat menonton film thriller berjudul Goodnight Mommy di GoetheHaus dan agak merasa menyesal karena melewatkan berbagai film menarik lainnya.

Kini aku pun siap mengambil ancang-ancang. Sabtu lusa (5/5) aku berniat nobar maraton, hari-hari lainnya juga kutandai siapa tahu aku bisa pulang tenggo dan menontonnya. Hemmm pilihan filmnya banyak terbagi dalam berbagai kategori, mana ya yang ingin kutonton?

Ada Paddington 2 juga yang diputar (sumber: europeonscreen)
Ada Paddington 2 juga yang diputar (sumber: europeonscreen)

Tahun 2018 total film yang diputar mencapai 93 film dari tahun sebelumnya yang mencapai 74 film.  Film ini dari berbagai negara di Eropa seperti Polandia, Swedia, Jerman, Prancis, Inggris, Belanda, dan Italia. Film-film tersebut dibagi menjadi delapan kategori,  film pendek, film cerita panjang populer dan independen (festivities), film berdasarkan realita, film realita tentang laut, film klasik (retrospective), film Indonesia yang syuting di Eropa (specialties on location), dan film yang bakal tayang di Indonesia (preview), dan film ala layar tancap (open air).  

Sama seperti tahun sebelumnya juga ada pemutaran ala layar tancap di Bintaro X-Change dan Erasmus Huis.Film-film yang diputar ala layar tancap (open air) merupakan film populer yang juga pernah singgah ke bioskop Indonesia. Film-film tersebut di antaranya Zookeeper's Wife, 47 Meters Down, a Monster Calls, Atomic Blonde, Broers, Capture The Flag, Fathers and Daughters, Paddingston 2, dan The Beatles: Eight Days a Week - The Touring Years.

Pada tahun ini cerita-cerita tentang lautan dibidik secara khusus dan menjadi satu kategori tersendiri. Hal ini disebabkan kehidupan laut makin rapuh, laut makin terancam, dan mengingatkan kepada penonton akan manfaat besa lautan bagi kehidupan manusia. Film-film tentang lautan ini di antaranya The Last Sea Gypsy tentang suku Bajo di Wakatobi yang hidup harmonis dengan laut; 4 Ocean yaitu empat film pendek dokumenter eksperimental seperti kepercayaan kaum nomaden laut di Indonesia; Hurricane tentang badai Lucy yang dahsyat; How to Change The World tentang sekelompok aktivis yang berlayar untuk memprotes uji coba nuklir; Dolphin Man tentang kehidupan penyelam legendaris; dan Freightened The Real Price of Shipping yang mengangkat mekanika  dan bahayanyaperkapalan kargo. 

Oh ya tahun ini juga ada even spesial yaitu Short Film Pitching Project Competition. Sineas perfilman bisa mengirimkan proposal tentang proyek film pendeknya. Tiga pemenang akan mendapatkan dana produksi. Ssst... ada Surprise Screening di IFI Jakarta pada Jumat (11/5) pukul 19.30 WIB. Tidak ada petunjuk film apakah yang bakal diputar.

Tema laut menjadi perhatian pada ajang ke-18 EoS ini (sumber: europeonscreen)
Tema laut menjadi perhatian pada ajang ke-18 EoS ini (sumber: europeonscreen)

Tahun ini Europe on Screen 2018  diputar di berbagai tempat di Jakarta dan Tangerang Selatan. Tempat pemutarannya adalah Bintaro Jaya X-Change, Universitas Multimedia Nusantara, Gandaria City Mall, Epicentrum XXI, Erasmus Huis, GoetheHaus, Institut Francais Indonesia (IFI) Thamrin, Institut Italiano di Cultura, Ke:Kini Ruang Bersama, Kineforum, SAE institute Jakarta, TIM XXI, dan Tugu Kunstkring Paleis.

EoS juga dihelat di berbagai kota yaitu Grand Aston Hotel Medan, IFi Bandung, IFi Yogyakarta, Qubicle Surabaya, dan tiga tempat di Denpasar (Alliance Franaise de Bali, Hotel Tugu Bali, dan Irama Indah Minikino Denpasar). Sama halnya dengan di Jakarta, acara di kota-kota tersebut juga berlangsung 3-12 Mei 2018.

Tujuh Film Ini Jadi Targetku

Di antara puluhan film yang lolos kurasi, ada beberapa film yang ingin kutonton. Film-film tersebut adalah Submergence, The Girl Without Hand, Based on a True Story,  kompilasi film animasi pendek Belanda, Fathers & Daughters, Miss Kiet's Children, dan At Eye Level.

Seperti apa sih filmnya?

Dua Film yang Tayang Terbatas

Dua film preview adalah Submergence dan Based on a True Story. Film ini bakal tayang di bioskop usai festival. Submergence dibintangi oleh aktris peraih Oscar yaitu Alicia Vikander dan aktor berbakat James McAvoy serta disutradarai oleh Wim Wenders. Film produksi Jerman ini akan diputar di IFi jakarta Senin (7/5) pukul 19.30.  Sedangkan Based on a True Story film produksi Prancis yang disutradarai oleh Roman Polanski dengan dibintangi gadis James Bond, Eva Green, dan Emmanuelle Seigner. Film ini bercerita tentang penulis yang jatuh cinta dengan penggemar yang terobsesi kepadanya.

Si cantik Eva Green akan menyapa di Based on a True Story (sumber: europeonscreen)
Si cantik Eva Green akan menyapa di Based on a True Story (sumber: europeonscreen)

Kompilasi Film Animasi Pendek Belanda

Selected Dutch Animated Shorts 2016 yaitu pemutaran sembilan film animasi pendek Belanda. Durasinya antara 1-25 menit perfilmnya. Ada Bullet Time, Ticking Away, Tabook, Crayfish, Parade, Sabaku, Heads Together, Cloacinae, dan Extrapolate.  Genrenya dari komedi hingga yang menguras emosi. Ada tiga hari pemutaran untuk film animasi ini, yaitu di SAE Institute (5/5, 13.00), UMN (9/5, 14.00), dan Erasmus Huis (12/5,17.00).

Film animasi Belanda seperti apa ya?(sumber: europeonscreen)
Film animasi Belanda seperti apa ya?(sumber: europeonscreen)

Fathers & Daughters

Film ini dibintangi aktor kawakan Russel Crowe dan aktris cantik Amanda Seyfried. Film ini berkisah tentang seorang penulis yang mengalami gangguan mental setelah kematian istrinya. Ia pun kemudian tinggal di pusat kesehatan mental dan mengirimkan putrinya agar dirawat saudara iparnya. Hingga bertahun-tahun kemudian anaknya pun dewasa. Film ini bisa ditonton di Erasmus Huis (10/5, 18.30) dan Tugu Kunstkring Pales (12/5, 19.00). Film ini bakal menguras emosi.

Russel Crowe juga bakal tampil di Fathers & Daughters (sumber: europeonscreen)
Russel Crowe juga bakal tampil di Fathers & Daughters (sumber: europeonscreen)

Miss Kiet's Children.

Film besutan sineas Belanda ini berkisah tentang seorang guru yang memiliki sebagian murid yang merupakan pengungsi. Mereka kesulitan beradaptasi dengan negara baru dan jadi sulit dikendalikan. Film ini bisa dinikmati di Erasmus Huis (10/5, 12.00) dan GoetheHaus (12/5,12.00). Di Eropa sekarang memang ada banyak pengungsi, jadinya film ini cerminan realita saat ini. 

The Girl Without Hands

Film animasi yang disutradarai oleh Sebastien Laudenbach ini berkisah tentang orang tua yang menjual anak perempuannya ke iblis. Sayangnya si anak terlalu suci sehingga si iblis kesulitan mengambil anak tersebut. Anak itu kemudian kabur dari rumah dan melakukan berbagai petualangan. Gambarnya cantik dan warnanya indah, bikin penasaran seperti apakah film animasi fantasi ini.

Warna dan coretannya khas, bikin penasaran (sumber: europeonscreen.)
Warna dan coretannya khas, bikin penasaran (sumber: europeonscreen.)

At Eye Level

Film yang dibintangi Jordan Prentice, Luis Vorbach,dan Ella Frey ini menyentuh. Film ini berkisah tentang anak laki-laki bernama Michi yang malu dengan penampakan ayah kandungnya yang ternyata seorang pria kerdil. Film produksi Jerman ini disutradarai oleh Evi Goldbrunner dan Joachim Dollhopf. Film ini bisa dinikmati di GoetheHaus (5/5, 12.00), Kineforum (6/5,12.00) dan Institut Italiano (9/5,17.00). Hemmm..apakah Michi bisa menerima kondisi ayahnya ya?