Mohon tunggu...
Dewi Puspasari
Dewi Puspasari Mohon Tunggu... Penulis dan Konsultan TI

Suka baca, dengar musik rock/klasik, & nonton film unik. Juga nulis di https://dewipuspasari.net dan www.pustakakulinerku.com

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Artikel Utama

Nostalgia Permainan Tradisional lewat "Tangan-tangan Kecil 2"

4 Agustus 2017   18:00 Diperbarui: 4 Agustus 2017   20:45 1938 8 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Nostalgia Permainan Tradisional lewat "Tangan-tangan Kecil 2"
Proses Produksi Tangan-Tangan Kecil 2 (dok. instagram.com/@freeaktivitas_official)

Sekumpulan anak kecil tengah berkumpul. Salah satu anak nampak gugup, yang lain mengawasi dan penuh ingin tahu. Ada seekor capung yang didekatkan ke anak yang was-was. Mereka menunggu si capung menggigit anak tersebut. Konon gigitannya ampuh menghentikan kebiasaan mengompol si anak.

Saya tergelak. Wah saya baru tahu ada obat ngompol lewat gigitan capung.

Film tersebut kemudian berkisah tentang kumpulan anak-anak tersebut yang hendak bermain gambar. Pemenangnya akan mendapatkan kartu berisi gambar warna-warni milik lawannya.

Anak-anak yang hendak bermain gambar itu diolok-olok oleh kumpulan anak yang sudah terpapar keasyikan bermain gadget. Mereka menyebut permainan gambar itu kuno. Di antara mereka, ada yang tergoda untuk ikut bermain gamesdi gadget, sebagian besar lainnya kukuh hendak bermain gambar.

Itulah cuplikan adegan dalam sebuah film pendek berjudul Tangan-Tangan Kecil 2 garapan Freeaktivitas Production. Selama 21 menit Komik'ers asyik menikmati tontonan yang bertemakan permainan anak-anak yang saat ini mulai terlupakan dalam acara Komik Ngoplah (Ngobrol di Palmerah) yang diadakan Selasa (1/8) di Kompasiana.

Ketika melihat tayangan tersebut, benak saya melalang buana ke masa kecil. Dulu saya juga suka bermain gambar, bongkar pasang dan kelereng. Tapi ketika sudah mulai besar saya juga mulai ikut-ikutan terpapar gadget. Setiap pulang sekolah lebih memilih asyik bermaingamesdi super nintendo, sega dan kawan-kawannya.

Menurut Agung Jakarsih, sutradara film pendek sekaligus pentolan komunitas film Freeaktivitas, film ini memiliki pesan-pesan sosial. Ia ingin kembali mengenalkan permainan anak-anak yang sederhana dimana mulai terlupakan tergerus permainan yang dianggap jauh lebih modern. 

Permainan seperti adu gambar, bermain kelereng, kemudian tembak-tembakan dengan senapan sederhana dari bambu nampak sederhana. Akan tetapi lewat permainan ini ada banyak hal yang didapat oleh anak-anak, seperti nilai kebersamaan, belajar kepemimpinan, berlatih kekompakan dan sebagainya.

Ngoplah Komik dengan narasumber Agung Jakarsih, dengan dibuka oleh admin Kompasiana Kevin dan dimoderatori mba Agatha Mey (dokpri)
Ngoplah Komik dengan narasumber Agung Jakarsih, dengan dibuka oleh admin Kompasiana Kevin dan dimoderatori mba Agatha Mey (dokpri)
Agung kemudian bercerita tentang proses produksi yang memakan waktu tujuh hari. Talentyang terlibat adalah anak-anak di kampungnya. Ada cara tersendiri bagaimana mengarahkan anak-anak agar mampu berakting sesuai dengan naskah secara natural.

Film pendek ini merupakan sekuel dari film pendek berjudul sama, dimana juga mengupas permainan tradisional. Film pertama dan kedua sukses diputar di acara Movie Screening Sinema Taman, yaitu festival film pendek di Bogor. Nantinya bakal dibuat lagi sekuel Tangan-Tangan Kecil dengan jenis permainan tradisional berbeda.

Yang membuat Agung bersemangat membuat film bertemakan permainan tradisional ini adalah antusiasme dari para pemain anak-anak tersebut. Mereka juga senang memainkannya, juga ikut membantu membuat peralatan permainan tersebut seperti senapan bambu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x