Devi Meilana Trisnawati
Devi Meilana Trisnawati MAHASISWA

Sedang menempuh pendidikan di fakultas ekonomi. Selalu ingin belajar dari banyak orang, apalagi tulisan yang mereka buat. Selalu ingin maju dan berusaha untuk mengumpulkan kepercayaan diri.

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

German Open 2018, Indonesia dan Tiongkok Tanpa Gelar, Kebangkitan Jepang Perlu Diwaspadai

12 Maret 2018   09:50 Diperbarui: 12 Maret 2018   10:17 1066 4 3
German Open 2018, Indonesia dan Tiongkok Tanpa Gelar, Kebangkitan Jepang Perlu Diwaspadai
Sumber: juara.bolasport.com

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, ganda kedua andalan Indonesia berhasil meraih final di ajang German Open 2018 yang berlangsung pada Sabtu, 10 Maret 2018 di Innogy Sporthalle, Mulheim an der Ruhr, Jerman. Final ini merupakan final kesembilan mereka sejak dipasangkan, atau final kedua mereka di tur bulutangkis yang mereka ikuti sejauh ini. Menarik, mereka melangkah ke final setelah pertarungan senegara dengan The Daddies, julukan bagi pasangan veteran Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan. Fajar/Rian menang straight game dengan skor kembar 22-20.

Fajar/Rian melangkah dengan perjalanan 3 kali straight game dan 1 kali rubber game. Rubber game terjadi di babak pertama saat menghadapi pasangan muda Tiongkok, He Jinting/Tan Qiang dengan skor 21-18, 19-21, 21-16 kemudian di babak kedua, mereka menghadapi pasangan Raphael Beck/Sam Magee dengan hasil 21-14, 21-17. Lalu di babak perempat final, mereka berhadapan dengan pasangan ganda putra korea yang juga menang straight game langsung dengan skor 21-16, 21-16.

Di babak final yang berlangsung Minggu, 11 Maret 2018 Fajar/Rian kembali dipertemukan dengan pasangan ganda putra Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko. Ya, Fajar/Alfian menghadapi pasangan yang berstatus sama dengan mereka, pelapis kedua di negaranya setelah ganda senior Jepang, Kamura/Sonoda yang menjadi unggulan pertama justru tumbang. Namun sayang, Fajar/Rian harus menelan kekalahan dua game langsung, 16-21 dan 17-21. Skor ini membuat Fajar/Rian harus puas di posisi runner up.

Dengan hasil tersebut, maka Indonesia pertama kali berpuasa gelar di sepanjang turnamen bulutangkis di tahun 2018 yang tampil dengan format baru ini dihelat. Meskipun German Open 2018 termasuk di grade 2 level 5 (setara Grand Prix Gold di format sebelumnya) namun hasil ini memutus usaha Indonesia untuk konsisten meraih satu gelar di setiap ajang pertandingan bulutangkis. Beruntung, musuh bebuyutan Tiongkok juga kembali berpuasa gelar setelah di Malaysia Master 2018 mereka juga berpuasa gelar.

Ganda Campuran dan Ganda Putri Tak Penuhi Target, "Masih" Bergantung pada Sektor Ganda Putra

Sumber : Tirto.id
Sumber : Tirto.id

Hasil ini memang tidaklah buruk mengingat Indonesia masih bisa menempatkan satu wakil di final, namun bila melihat dengan perwakilan negara lain, terutama sesama raksasa bulutangkis, tentu sedikit mengecewakan. Sejak semifinal, Indonesia hanya bergantung pada sektor ganda putra setelah meloloskan pasangan Ahsan/Hendra dan Fajar/Rian. Itupun mereka harus melakoni laga perang saudara.

Bila menengok dari perjalanan babak kualifikasi, Indonesia mempunyai dua ganda campuran yang sedang diuji untuk menggantikan Tontowi Ahmad/Liliyanan Natsir yang akan bercerai setelah Sea Games 2018. Pertama, Hafiz/Gloria yang berhasil mencapai babak semifinal di Malaysia Master 2018 kemarin. Performa mereka tentu sangat dinanti.

Namun, harapan pupus setelah mereka kalah di babak kualifikasi. Hafiz/Gloria kalah dari pasangan unggulan Taipei, Wang Chin Lin/Lee Chia Hsin dengan dua game langsung, 21-17, 21-19. Kedua, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang merupakan semifnalis India Open 2018 gagal di perempat final setelah kalah dari pasangan non unggulan asal Denmark Nichlas Nohr/Sarah Thygesen 17-21, 24-22, 21-16.

Di sektor ganda putri, sangat disayangkan 2 pasangan Indonesia sudah gugur di babak kedua. Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi dan Della Destiara/Rizka Amelia harus kalah dari lawannya masing-masing.  

Tiongkok “Kembali” Tanpa Gelar

Tidak hanya Indonesia, bulutangkis Tiongkok juga dikejutkan dengan “tangan kosong”. Cina kembali berpuasa gelar setelah di Malaysia Master tak menyebet satu sektor sekalipun. Ini sangat ironi. Mengingat, mereka menempatkan dua wakil di final, melalui sektor tunggal putri Chen Yufei dan ganda putri Huang Dongping/Yu Zheng. Kedua wakil negeri tirai bambu tak berkutik menghadapi lawan mereka difinal. Chen Yufei kalah dari Akane Yamaguchi. Sedangkan Huang Dongping/Yu Zheng kalah dari Yuki Fukushima/Sayaka Hirota.

Di babak semifinal, tunggal putra muda Tiongkok, Shi Yuqi kalah dari Ng Ka Long Angus. Sedangkan pasangan ganda campuran He Jingting/Du Yue kalah dari pasangan Denmark, Nichlas Nohr/Sara Thygesen.   

Kebangkitan Bulutangkis Jepang di German Open 2018

Jepang kembali menjadi juara umum setelah 3 perwakilan dari negaranya menjadi juara sekaligus. Wakil pertama adalah Yuki Fukusima/Sayaka Hirota yang menjadi unggulan ketiga di ajang ini menang atas lawannya dari Tiongkok, Huang Dongping/Yu Zheng dengan rubber game 18-21, 21-14, 21-6. Mereka merupakan ganda ketiga jepang yang berhasil menjadi juara setelah Ayaka/Takahasi di Indonesia Master 2018 dan Ayaka Sakuromoto/Yukiko Takahata yang menjadi juara Swiss Open 2018.

Lalu yang kedua, ada Akane Yamaguchi yang berhasil mengalahkan Chen Yufei asal Tiongkok. Akane menang 21-19, 6-21, 21-12. Sedangkan perwakilan ketiga berasal dari sektor ganda putra yang mengalahkan pasangan Indonesia, Takuto Inoue/Yuki Kaneko.

Di babak semifinal, Jepang sebenarnya berpeluang mengirimkan Kenta Nishimoto yang tengah comeback.Kenta yang menjadi juara di runner up di Malaysia Master harus mengakui keunggulan Chou Tien Chen asal Taiwan dengan skor rubber 11-21, 21-14, 13-21

Jepang sebelumnya Jepang berpuasa gelar di ajang Thailand Master dan Malaysia Master, bulan Januari lalu. Di Indonesia Master, Jepang meraih 1 gelar melalui ganda putri, Ayaka Takahashi/Mitsaki Matsutomo setelah mengalahkan pasangan Indonesia, Greysia Poli/Apriyani Rahayu. Lalu di India Open, Jepang kembali pulang tanpa membawa gelar. Namun, di Swiss Open Jepang memboyong dua gelar melalui tunggal putri, Sayaka Takahashi dan ganda putri, Ayaka Sakuromoto/Yukiko Takahata. Dan tiga gelar dari German Open ini sekaligus mensejajarkan diri dengan Indonesia sebagai negara denga peraih gelar terbanyak saat ini, yakni 6 gelar.

Di ajang beregu, Jepang menjadi juara Asia Badminton Championship Women Team setelah mengandaskan Tiongkok, 3-0. Jepang benar-benar dalam kekuatannya saat ini dan sangat diwaspadai menjelang turnamen All England di Birmingham, Inggris 14-18 Maret 2018, serta Thomas dan Uber Cup 20-27 Mei 2018 di Bangkok, Thailand mendatang.

Berikut hasil Final German Open 2018

Tunggal Putra : Chou Tien Chen (Taiwan)

Tunggal Putri : Akane Yamaguchi (Jepang)

Ganda Putri : Yuki Fukusima/Sayaka Hirota (Jepang)

Ganda Putra : Takuto Inoue/Yuki Kaneko (Jepang)

Ganda Campuran : Gooh Soon Huat/Shevon Jemie Lei (Malaysia)

Meskipun diwarnani kekalahan karena merupakan hal mutlak dalam pertandingan, tim bulutangkis Indonesia tetap menjadi kebanggaan. Dan harus selalu didukung perjuangannya!

Salam hangat, sekedar berbagi.