Mohon tunggu...
Politik Pilihan

Ayo, Lawan Balik Teroris!

2 Agustus 2015   14:49 Diperbarui: 2 Agustus 2015   14:49 0 1 1 Mohon Tunggu...

Tantangan terbesar yang dihadapi berbagai negara di dunia ini tidak hanya sektor perekonomian yang sedang dan makin terpuruk. Ada hal lain yang tak kalah penting dan genting lainnya yaitu merebaknya radikalisme-terorisme.

Ya, ancaman yang sangat serius digencarkan oleh kelompok militant ekstrimis baik secara “off line” maupun “on line”. Mereka menunjukkan aksi atau tindak kekerasan dengan serangan bom, menganiaya hingga menghilangkan nyawa dengan cara yang kejam. Seperti yang dilakukan kelompok ISIS hingga terakhir ini.

Di sisi lain, mereka juga menggalakan propaganda, menarik simpati termasu merekrut anggota melalui kecanggihan teknologi, yaitu memanfaatkan dunia maya atau internet.

Tentunya kita jangan tinggal diam. Gerakan melawan balik harus segera dimulai. Seperti dikatakan sala seorang perwakilan dari Federasi Organisasi Muslim, suleman Nagdi yang mengatakan, lawan balik harus dimulai di sini dan saat ini. Setiap orang harus meningkatkan upayanya dan menyadari adanya ancaman serius radikalisasi secara online dan offline.

Adalah Gerakan #Fightbackstartshere atau 'lawan balik mulai di sini', yang digalang organisasi muslim telah mendapatkan banyak dukungan, termasuk dari keluarga korban kekerasan, pembunuhan atau pemenggalan kelompok ISIS.

Bahkan, #Fightbackstartshere juga mendapatkan dukungan dari organisasi lintas agama termasuk Yahudi, Kristen, Hindu dan Sikh. Kampanye ini dipelopori dan diluncurkan oleh sejumlah organisasi muslim melalui video yang diunggah di YouTube.

Dalam tayangan video itu, mereka menegaskan bahwa semua memiliki tanggung jawab untuk melawan balik ekstremisme dan kekerasan. Di saat kelompok radikal membawa kebencian dan kekerasan, mereka menawarkan cinta dan kasih.

Yang menakjubkan, surat terbuka yang mendukung gerakan ini ditandatangani lebih dari 100 badan sosial dan aktivis dari seluruh Inggris, dengan tujuan melindungi anak-anak muda dari radikalisasi.

Kelompok yang dipelopori Federasi Organisasi Muslim ini berkantor di Leceister dan mendapatkan dukungan dari keluarga David Haines dan Alan Henning, dua korban yang dipenggal ISIS. Sebagai informasi, Haines dan Henning dibunuh setelah diculik di Suriah oleh ISIS saat bertugas dalam misi sosial.

Dalam peluncurkan kampanye melalui video, koalisi ini mengatakan Inggris sangat memerlukan kelompok-kelompok yang aktif memerangi ekstremisme Koalisi ini mendesak kelompok-kelompok untuk membantu komunitas mempersiapkan diri dalam memerangi perekrut kelompok radikal.

Di Indonesia, pemerintah dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) juga melakukan banyak hal untuk memerangi ancaman radikalisme. Salah satunya, mengajak seluruh komponen dan lembaga organisasi Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan Persis sebagai ujung tombak dalam pencegahan masuknya paham radikalisme di tengah masyarakat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x