Mohon tunggu...
Desy Ramadhani
Desy Ramadhani Mohon Tunggu... Mahasiswa - Desy Ramadhani

Mahasiswi Universitas Diponegoro angkatan 2018

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Cegah Hoax tentang Covid-19 dan Vaksinasi, Mahasiswa Undip Berikan Edukasi untuk Masyarakat

9 Agustus 2021   11:44 Diperbarui: 9 Agustus 2021   12:36 56 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Di tengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda Indonesia saat ini membuat banyak hoax banyak beredar di kalangan masyarakat. Hoax yang beredar di masyarakat seperti contohnya adalah Covid-19 hanyalah konspirasi belaka dan didalangi oleh Bill Gates hingga hoax yang mengatakan bahwa di dalam vaksin mengandung chip yang digunakan untuk mengontrol dan memata-matai. Berita dan informasi yang salah ini membuat masyarakat jadi menyepelekan Covid-19 dan enggan untuk menerima vaksin yang diberikan pemerintah. Hoax yang beredar di masyarakat tersebut diterima dan dipercaya masyarakat karena keengganan masyarakat mencari tahu dan mengkonfirmasi berita dan informasi yang diterima. Melihat semakin banyaknya hoax yang beredar di masyarakat mendorong Desy, seorang mahasiswa Universitas Diponegoro, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait hoax tentang Covid-19 dan vaksinasi. Edukasi ini selaras dengan tema KKN Undip tahun ini yaitu "Sinergi Perguruan Tinggi dengan Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui Kegiatan Kuliah Kerja Nyata".

Edukasi kepada masyarakat yang dilakukan oleh Desy dilakukan secara daring atau online dengan menggunakan media grup Whatsapp penduduk. Pada edukasi yang dilakukan oleh Desy, ia memberikan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah hoax. Selain memberikan langkah-langkah untuk mencegah hoax, ia juga memberikan beberapa klarifikasi terhadap hoax yang beredar di masyarakat. Mahasiswi tersebut berusaha meluruskan beberapa hoax tentang Covid-19 dan vaksinasi dengan memberikan fakta-fakta dari sumber yang terpercaya. Dalam kesempatan ini, ia menjelaskan bahwa virus Covid-19 itu nyata adanya dan bisa menyerang siapapun tanpa memandang usia. Selain itu, Desy juga menjelaskan dan meluruskan bahwa di dalam vaksin yang disuntikkan kepada masyarakat tidak mengandung chip untuk memata-matai dna mengontrol masyarakat.

Tak hanya dilakukan secara daring dengan media Whatsapp, Desy juga menempelkan poster edukasi di beberapa titik yang serin dilewati oleh warga. Ia juga menunjukkan poster tersebut kepada masyarakat agar masyarakat memahami cara untuk tidak mudah percaya dan termakan hoax yang beredar di masyarakat. Pada saat edukasi dilakukan, masyarakat pun tidak pasif, beberapa dari mereka memberikan pertanyaan-pertanyaan yang belum mereka ketahui. Sebagai mahasiswi yang sedang menjalankan program KKN di wilayah tersebut, Desy dengan senang hati memberikan jawaban untuk pertanyaan yang diberikan masyarakat.

dokpri
dokpri

dokpri
dokpri

dokpri
dokpri

Mahasiswi tersebut berharap edukasi yang ia lakukan dapat bermanfaat bagi masyarakat sehingga tidak ada lagi masyarakat yang percaya pada hoax yang beredar di masyarakat. Selain itu, ia juga berharap agar edukasi ini mendorong masyarakat melakukan cross check atau melakukan validasi terhadap berita dan informasi yang mereka terima. Di tengah pandemi Covid-19 yang begitu berbahaya ini, hoax adalah salah satu penyebab semakin keruhnya situasi di masyarakat. Tema KKN Undip periode ini adalah "Sinergi Perguruan Tinggi dengan Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui Kegiatan Kuliah Kerja Nyata", edukasi ini merupakan perwujudan dari tema tersebut. Harapannya edukasi ini dapat bermanfaat kedepannya meskipun ketika program KKN telah usai.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan