Politik

Omar, Politikus Berhijab Pertama AS

5 Maret 2019   04:09 Diperbarui: 5 Maret 2019   05:06 96 0 0

Ilhan Omar Said. Ibu dari tiga anak berusia 37 tahun ini adalah orang Somali-Amerika pertama dan salah satu wanita Muslim Amerika pertama yang bertugas di Kongres AS. Sebetulnya bukanlah Omar seorang yang menyandang predikat tersebut, wanita muslim yang lainnya adalah Rashida Tlaib, wanita keturunan Palestina-Amerika.

Omar terpilih bersama Partai Demokrat memenangkan kongres distrik kelima di Minnesota pada November 2018 kemarin. Kemenangannya mengundang decak kekaguman dan sejak itu ia dikenal sebagai salah satu generasi baru politisi muda yang mengguncang status quo di Washington DC. Baru-baru ini saja, ia sudah berani bentrok dengan utusan AS ke Venezuela dalam sebuah klip video yang kemudian menjadi viral.

Omar dilahirkan sebagai anak bungsu dari tujuh bersaudara di ibukota Somalia, Mogadishu pada tahun 1981. Ibunya meninggal ketika dia berusia dua tahun, kemudian ia dibesarkan oleh ayah dan kakeknya. Bersama keluarganya, ia meninggalkan Somalia saat pecah perang saudara dan menghabiskan empat tahun di sebuah kamp pengungsian Kenya sebelum pindah ke AS pada 1995.

Awalnya, Omar bekerja di bidang pendidikan. Ia lalu memulai karir politiknya dengan mengelola kampanye dewan kota dan bekerja sebagai asisten kebijakan senior untuk politisi Minnesota. Pada tahun 2016, ia memenangkan pemilihan legislatif di negara bagian tersebut, dan sejak itulah karir politiknya semakin meningkat.

Agenda politik yang dijalankan Omar diantaranya mendukung kebijakan perluasan cakupan layanan kesehatan, pemeriksaan latar belakang yang lebih ketat terhadap calon pembeli senjata, serta penghapusan lembaga Imigrasi dan Bea Cukai (ICE).

Sepanjang karir politiknya, Omar berhasil memperjuangkan dicabutnya larangan memakai jilbab bagi anggota DPR yang telah berjalan selama181 tahun. Dari hasil perjuangannya itulah ia bisa mengenakan jilbab saat melakukan sumpah jabatannya dalam konggres kemarin, dan memberinya  posisi duduk di Komite Urusan Luar Negeri DPR.

Dengan posisi strategisnya itu, Omar memberikan teguran keras terhadap sikap diskriminasi pegawai administrasi Trump urusan imigrasi terhadap para imigran Somalia, akibat pernyataan Sang Presiden yang menuduh para imigran itu telah menyebarkan pandangan ekstremis dan bergabung dengan apa yang disebut kelompok Negara Islam.

Keberanian Omar teranyar dirilis oleh BBC News beberapa waktu terakhir. Dikabarkan bahwa Omar mendapat kecaman karena mendukung gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS), yang berupaya mengisolasi Israel secara ekonomi untuk memaksanya mengubah kebijakannya terhadap Palestina.

Mengkritisi Israel di negeri yang meng-anakemas-kannya tentu perlu keberanian yang luar biasa. Tak ayal, serangan bertubi-tubi pun didapatnya. Tuduhan anti semit dan kabar hoax yang menghubungkannya dengan serangan 9/11 sedang hangat dibicarakan, menarik untuk diikuti.

Baiklah kita ikuti gebrakan baru dari politikus asal Somalia, Ilhan Omar Said. Semoga agenda perjuangannya yang makin meluas ini terus membuahkan hasil sebagaimana sebelumnya. Demi tata keadilan dunia yang sebenarnya.

Sumber : BBC News