Mohon tunggu...
Desy Hani
Desy Hani Mohon Tunggu... Lainnya - Happy reading

Hi, you can call me Desy - The Headliners 2021 - Best in Opinion Kompasiana Awards 2023 - Books Enthusiast - Allahumma Baarik Alaih

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Mengenal "Social Media Detox", Jalan Ninja Berpuasa dari Dunia Maya

29 September 2021   21:24 Diperbarui: 30 September 2021   14:05 580
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi detox media sosial untuk mengurangi dampak negatif dari terlalu sering bermain media sosial. Sumber: OcusFocus via Kompas.com

Oleh sebab itu, kamu harus memahami dengan sangat baik, dunia mana yang akan menjadi prioritas dalam kegiatanmu. 

Kamu sendiri pun mestinya sudah memahami, bahwa prioritas utama ada di dunia nyata, bukan dunia maya. 

Maka dari itu, ambilah sikap untuk lebih memahami mana yang akan memberikan dampak yang terbaik.

Kedua, waktumu tidak hanya digunakan untuk berselancar di dunia maya

Ini merupakan poin penting yang harus kamu pahami dengan sebaik mungkin. Bahwa fokus hidupmu dan waktu yang kamu gunakan tidak hanya dihabiskan untuk berselancar di dunia maya saja. 

Itulah sebabnya, kamu sendiri harus bisa mengatur waktu dengan sebaik mungkin. Ketika kamu memahami bahwa kegiatan mana yang lebih banyak menghasilkan manfaat, di saat itulah kamu akan menyadarinya.

Bahwa dunia maya bukanlah prioritas utama di dalam hidupmu, seperti yang telah dijelaskan pada poin pertama. 

Apabila kamu mampu memahami keadaan yang terjadi, setiap keputusan yang kamu ambil akan memberikan dampak yang positif.

Selain itu, akan ada manfaat yang bisa kamu dapatkan ketika melakukan social media detox, seperti: 

Ilustrasi social media detox | sumber: lexypenney.com
Ilustrasi social media detox | sumber: lexypenney.com

1. Memberikan ketenangan dan kepercayaan di dalam diri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun