Mohon tunggu...
Desy Hani
Desy Hani Mohon Tunggu... Lainnya - Happy reading

Hi, you can call me Desy - The Headliners 2021 - Best in Opinion Kompasiana Awards 2023 - Books Enthusiast - Allahumma Baarik Alaih

Selanjutnya

Tutup

Love Artikel Utama

Mengenal "Accismus", ketika Seseorang Berakting dalam Urusan Cintanya

18 Agustus 2021   06:20 Diperbarui: 18 Agustus 2021   12:00 19045
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Accismus | Photo by Juan Pablo Serrano Arenas from Pexels

Tanpa menunggu jawaban dari Rachel, Gabriel langsung pergi dengan langkah seribu sambil menyeret Kelvin.

Dipertengahan jalan menuju ke area kelas, Gabriel sempat menyemprot Kelvin dengan kalimat amarah.

"Lo gila banget ya Vin, gue yang suka sama Rachel aja belum berani mengungkapkannya, lo malah ngebocorin semuanya, parah banget dah..." 

"Ta-tapikan niat gue baik El...", ucap Kelvin.

Seketika itu, Gabriel langsung pergi meninggalkan Kelvin. 

Ilustrasi accismus | sumber: kaskus.co.id
Ilustrasi accismus | sumber: kaskus.co.id

Dari kisah Gabriel dan Rachel, sudah terlihat secara jelas bahwa Gabriel telah mengalami accismus, di mana dirinya berpura-pura tidak tertarik dengan Rachel.

Dan menganggap apa yang disampaikan oleh Kelvin hanya sebatas "rasa bercanda semata". 

Melihat kasus yang terjadi pada ilustrasi di atas, pada dasarnya, semuanya tidak baik bila dibiarkan, karena akan menimbulkan sebuah dampak bagi perasaannya sendiri tersebut, seperti: 

Pertama, mengulur waktu

Sudah terlihat secara jelas, seseorang yang mengalami accismus memang telah menarik panjang waktu yang ada. 

Seperti halnya yang terjadi pada Gabriel pada ilustrasi di atas. Sesaat Kelvin membocorkan perasaan Gabriel kepada Rachel, di saat itulah, Gabriel ikut membatin di dalam hatinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun