Mohon tunggu...
Desy Hani
Desy Hani Mohon Tunggu... Lainnya - Happy reading

Hi, you can call me Desy - The Headliners 2021 - Best in Opinion Kompasiana Awards 2023 - Books Enthusiast - Allahumma Baarik Alaih

Selanjutnya

Tutup

Love Artikel Utama

Mengenal "Accismus", ketika Seseorang Berakting dalam Urusan Cintanya

18 Agustus 2021   06:20 Diperbarui: 18 Agustus 2021   12:00 19045
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Accismus | Photo by Juan Pablo Serrano Arenas from Pexels

Accismus, satu kata yang berkaitan dengan perilaku seseorang yang "berpura-pura" tidak tertarik dengan objek sasarannya. Namun apa jadinya, bila sikap seperti ini terus menerus dibiarkan menguasai diri?

Jatuh cinta memang berjuta rasanya, perasaan yang hadir tidak mudah diungkapkan dengan kata-kata. 

Alasan untuk mencintai yang bersangkutan pun tidak mudah diungkapkan, karena pada intinya, perasaan tersebut tumbuh di dalam hati sesaat dirinya hadir. 

Ada beberapa jenis sikap yang diambil oleh seseorang ketika sedang jatuh cinta kepada lawan jenisnya. 

Pertama, ada yang bersikap lebih to the point terhadap perasaan cinta yang dialaminya

Orang yang memiliki sikap demikian cenderung mudah mengungkapkan perasaannya. 

Kedua, diam-diam suka hingga akhirnya jatuh cinta

Orang yang memiliki sikap seperti ini lebih memilih untuk memendam rasa daripada mengungkapkannya. 

Alasanya bisa bermacam-macam, salah satunya, takut apabila objek yang menjadi sasarannya menjauh karena telah memiliki perasaan kepadanya (pada umumnya, mereka telah saling mengenal/teman).

Ketiga, seseorang yang sangat gengsi untuk menyatakan cintanya

Orang yang memiliki sikap seperti ini suka menampilkan akting di depan orang yang dicintainya.

Seakan-akan dirinya tidak tertarik dengan objek sasarannya tersebut (berpura-pura), namun faktanya, dirinya malah sangat mencintai objek sasarannya tersebut. Perilaku demikian dikenal dengan accismus.

Bisa jadi, alasan takut ditolak oleh objek yang menjadi sasarannya inilah yang membuat para pelaku accimus berpura-pura tidak memiliki perasaan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun