Deri Prabudianto
Deri Prabudianto Penulis fiksi

Wa/sms 0856 1273 502

Selanjutnya

Tutup

Novel

Namaku Awai 298-299

26 September 2018   06:22 Diperbarui: 26 September 2018   06:21 402 0 0
Namaku Awai 298-299
dokumen pribadi

" Baik. Tunggu disini, Aku pergi beli !" Awai berdiri dan berlari ke pasar. Ia menyambar sepeda dan segera ke toko obat. Ia bertanya berapa harga Kin  Long Hun Wan pada penjaga toko."
" Sebotol 8000 "
Awai meringis. Dikantongnya hanya ada 1200 rupiah. Ia tak pernah membawa uang banyak saat bekerja.  Ia mengeluarkan uang itu ke atas etalase, menghitung uang itu hingga dua kali, namun nilainya tetap 1200. Penjaga toko tersenyum padanya.
" Sebotol 100 butir. Kalau kamu punya uang segitu, kamu bisa membeli 12 butir. Eceran sebutir 100 rupiah. "
Awai lega mendengarnya. " Kalau begitu, beri aku 12 butir. Berapa butir sekali makan ? "
" Dua. Sehari 3 kali."
Penjaga toko membungkus obat itu dan diberikan pada Awai. Awai segera kembali ke kedai kopi, menyambar seceret air, lalu berlari ke ujung dermaga.
Sosok itu masih terbaring dengan nafas tersengal sengal. Awai menyodorkan obat yang dibelinya. Sosok itu menaikkan sedikit pembalut wajahnya. Mengambil 2 butir, langsung ditelan, lalu meneguk air yang disodorkan Awai. Kepalanya kembali dibaringkan di lantai dermaga.
" Makasih, kamu telah menyelamatkan nyawaku. Kita impas, tidak berhutang apa apa."
Awai hanya mengangguk. Ia menyodorkan sisa obat ditangannya. " Tadi di kantongku hanya ada 1200, kubeli 12 butir. Ini sisa obatmu."
" Terima kasih. "
" Apa kamu ingin kuantar ke rumah sakit? Kupanggilkan beca ?" tanya Awai. Ia melihat Hantu Laut itu terlihat letih, entah letih atau lemas. Nafasnya perlahan-lahan membaik.
" Tidak usah. Aku sudah baikan, pulanglah."
" Aku masih harus bekerja di Megaria. Tidak apa apa kamu kutinggalkan disini ?"
" Tidak. Pergilah."
" Oh ya, aku pernah melihatmu mendayung kesana. Kulihat kamu berbicara dengan 3 pria,"