Deri Prabudianto
Deri Prabudianto Penulis fiksi

Wa/sms 0856 1273 502

Selanjutnya

Tutup

Novel

Namaku Awai 279-280

10 Agustus 2018   05:52 Diperbarui: 10 Agustus 2018   07:46 857 0 0
Namaku Awai 279-280
dok.pribadi

Awai seakan salah mengenali orang. Kenapa So Ting Ling datang ke Megaria? Tak mungkin untuk menginap. Rumah keluarga So lebih nyaman ketimbang kamar penginapan.

"Apa aku tak salah lihat ? Kamu bekerja disini sebagai pembuang sampah ?" nada Ting Ling mengejek.

"Aku merapikan kamar, termasuk membuang sampah tamu." Jawab Awai, masih heran kenapa anak kaya ini datang ke Megaria.

"Tampangmu memang cocok jadi pembantu." Nada Ting Ling menghina. " Aku memesan kamar 11, apakah kamar itu sudah rapi ?"

"Tanya aja ke petugas loket." Jawab Awai kesal.

Ting Ling berjalan ke loket. Tak lama kemudian petugas loket memanggil Awai, menyuruh Awai menemani Ting Ling ke kamar 11 karena Ting Ling telah menyewa satu malam dan ingin memeriksa kebersihan kamar itu.

"Kamu pasti aneh kenapa malam ini aku tidur di penginapan, " Ting Ling mengoceh setibanya di kamar 11. Ia memeriksa kebersihan sprei, sarung bantal, guling, tempat sampah, lalu duduk di depan cermin.

"Tak heran. Kamu kaya, bisa tidur disini kapan saja. " jawab Awai, berusaha tidak bersikap kasar. Ia pembantu, sedangkan Ting Ling penyewa kamar, posisinya tertera jelas di peraturan Megaria, pembantu tak boleh mengecewakan tamu.

"Aku ingin menghabiskan malam terakhir di Bengkalis bersama orang yang kucintai. Itu sebabnya aku menyewa kamar ini. Kamu tak ingin tahu aku mau kemana ? "

"Tidak, aku tak pernah bertanya alasan tamu menginap disini. Itu dilarang bos kami." Jawab Awai.

"Kamu temanku, jadi kuberitahu kamu. Besok aku akan berangkat ke Medan untuk mengikuti kursus salon kecantikan di So En, Kursus kecantikan paling terkenal di Medan. Paling mahal. Kamu pasti iri padaku."

Awai tak tahu kenapa Ting Ling berubah ramah, tapi ia tak percaya Ting Ling berubah ramah padanya tanpa tujuan. Pasti Ting Ling sengaja datang untuk mengejeknya. " Kuucapkan selamat padamu."

"Apa kamu tak ingin mengetahui dengan siapa aku menginap disini malam ini ? " Ting Ling mengoleskan bedak ke pipinya, mematut-matut wajahnya di cermin.

"Tidak. Itu bukan urusanku, " jawab Awai.

"Dia bilang dia pernah suka padamu, tapi sekarang dia bilang dia suka padaku." Ting Ling mengoleskan sedikit lipstik ke bibirnya.

"Aku miskin, tak pernah ada yang suka padaku," Awai berusaha mempertahankan suaranya tetap ramah.

"Apa Tiong It tak pernah suka padamu ?" Ting Ling mengambil pinsil alis dari tasnya. Berbalik menatap Awai.