Mohon tunggu...
Dere Linggau
Dere Linggau Mohon Tunggu... Kita itu bersaudara, jika bukan saudara seiman, kita saudara setanah air, Jika tidak setidaknya kita mempunyai hobi yang sama

Hobi nulis, masak, nonton, makan dan nungguin kamu datang kerumah...

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Pilihan

Kartu Tilang untuk Sepeda

23 April 2020   06:39 Diperbarui: 23 April 2020   06:43 29 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kartu Tilang untuk Sepeda
Dokpri; sepeda teman di Jepang

Bersepeda sambil menikmati keindahan sore sepertinya enak atau bahasa zaman now sekarang adalah gowes.

Jepang adalah sebuah negara yang bersahabat dengan sepeda hampir semua penduduknya menggunakan sepeda untuk berpergian, baik ke sekolah, kerja atau sekedar jalan-jalan sore. 

Jika mendengar kata Jepang maka yang teringat oleh kita pertama sekali adalah sejarah kelam tapi di sini saya tidak ingin membahas masa lalu. Biarkan lah, ikhlaskan yang sudah biarkan berlalu.

Kemarin seorang teman daring yang saya kenal lewat media sosial menceritakan pengalamannya di tilang polisi karena gowes bersama teman-temannya. Ia dan beberapa teman Indonesia lainnya belum lama tinggal di Jepang mungkin baru 8 bulan tapi ia sudah merasakan salju pertamanya di sana dan tahun ini adalah tahun pertamanya berpuasa ramadhan dan berlebaran di negeri sakura dan jauh dari keluarga.

* * *

"Lah kok bisa?" Tanya ku heran

"Iya itu peraturannya, Vit" Jawabnya

"Emang peraturannya apa
?" Tanya ku lagi

"Ndak boleh bersepeda beriringan karena mengganggu!!! Konyol sekali" Ucapnya

"Yah, mungkin maksudnya biar tidak mengganggu penguna jalan lainnya" Seru ku

"Iya, Vit"

"Kena tilang berapa tadi?" tanya ku

"Ndak bayar, cuma kalo kena tilangnya 2x baru kena denda harus kursus bersepeda lagi. Yang pertama baru peringatan"

Dokpri; kartu tilang sepeda yang di dapat temanku
Dokpri; kartu tilang sepeda yang di dapat temanku
"Jadi bayar berapa kalo udah 2x?"

"5700 Yen kalo di rupiah sekitar 700 ribu terus kalo gak mau kursus (denda) kena sangsi 50 ribu Yen sekitar 7 juta" Jelasmya panjang lebar

"Wah, bisa untuk biaya resepsi dong" Jawabku sambil menambahkan emoticon tertawa ngakak

Dokpri: Jalur pesepeda yang selalu di lewati temanku setiap hari
Dokpri: Jalur pesepeda yang selalu di lewati temanku setiap hari
* * *

Sewaktu tinggal di Jogja aku pun pergi dan pulang kerja menggunakan sepeda, karena kosan ku yang dekat dengan UGM di Jakal 5,6 saat pagi aku berlomba dengan para mahasiswa agar kami bisa sampai di tempat tujuan masing-masing tanpa telat dan tidak bisa kubayangkan jika di Jogja diberlakukan peraturan seperti di Jepang yaitu dilarang bersepeda beriringan karena di Jepang hanya diberlakukan satu jalur. 

Kata temanku ada juga jalur pesepeda yang membolehkan bersepeda beriringan tapi tidak di semua tempat hanya di tempat tertentu jika tidak ada tanda yang membolehkan sebaiknya jangan jika tidak ingin ditilang seperti temanku itu.

VIDEO PILIHAN