Mohon tunggu...
DENY FIRMANSYAH
DENY FIRMANSYAH Mohon Tunggu... PENULIS

Menulis, melukis, bisnis

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Curhat Pedagang Pasar

7 Oktober 2020   20:43 Diperbarui: 9 Oktober 2020   10:01 63 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Curhat Pedagang Pasar
sumber gambar: larissapopp.com

Ia hanya rakyat jelata, yang berarti juga sejenis melata. Karena ia tak mengerti persoalan besar-besar dan mengerikan di atas sana, atau apa yang sering disebut orang sebagai 'konspirasi' atau 'grand design'. Ia tidak punya darah pejuang ataupun penjilat. 

Ia hanya rakyat biasa yang disibukkan oleh persoalan perut dan rumah tangga. Ia benci komunis dan kaum kiri baru yang ia tahu bengis dan anti-Tuhan, dan sedikit banyak memaklumi pengaruh makan daging babi terhadap tindak tanduk dan cara bicara.

Karena merasa jelata, ia memilih berdagang di pasar. Sebab berdagang atawa menjual sesuatu adalah kelaziman, baik atas nama umat atau nama pribadi. Sedangkan nama pribadi saja harus dipoles-poles dan diagungkan, yang pada akhirnya digunakan untuk jualan.

Sudah banyak yang sukses di tempat itu. Apakah ia ingin menjajal dunia baru yang kurang nyaman? Itu agak tidak masuk akal di masa ketika orang harus bertahan dan menghasilkan uang. Pasar sering sepi.

Saat kebijakan pembatasan sosial berskala besar diterapkan, awalnya pedagang diharuskan buka sehari tutup sehari. Tentu saja kebijakan ini menuai protes. Akhirnya disepakati pedagang hanya boleh buka sampai pukul dua belas siang.

Apa boleh buat. Orang-orang tinggal di rumah, banyak juga yang di-rumah-kan. Omzet menurun. Hanya kios-kios yang posisinya strategis atau punya pelanggan tetap yang omzetnya cukup stabil di masa pandemi.

Omzet menurun pula karena makin banyak kios besar di luar pasar yang jam operasionalnya tak mengenal batasan waktu. Sebagian calon pembeli tersedot ke kios-kios luar pasar itu. 

Orang menjual kelapa parut, ayam potong, daging segar, sayur mayur dan buah-buahan di luar kompleks pasar. Wajar saja, mereka juga butuh penghasilan.

Benar  bahwa pasar itu potongan bumi yang paling dibenci Allah. Lantaran di pasar itu orang tidak berpikir lain selain dunia. 

Juga lantaran adanya kemungkinan besar penipuan, kecurangan, pengurangan timbangan, persaingan tidak sehat, campur baur lelaki perempuan, dan mungkin adanya jimat atawa sihir panglaris.

Akan tetapi ketidakjujuran, kecurangan, penipuan, kezaliman, keserakahan, arogansi ada juga di perkantoran, di lembaga-lembaga yang tampaknya suci, atau badan-badan yang lahiriahnya sangat menjunjung tinggi aturan hukum.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN