denny suryadharma
denny suryadharma

lahir di bandung, suka dengan dunia buku dan menulis lepas.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Vaksin Bio Farma, "From Bandung to Dunia"

6 Desember 2017   23:41 Diperbarui: 7 Desember 2017   09:00 308 0 0

Secara umum vaksin (Vaccinia) merupakan suatu bahan yang diyakini dapat melindungi seseorang terhadap suatu penyakit. Dalam perkembangannya, vaksin yang pertama kali diproduksi oleh Edward Jenner pada 1796 ini untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit cacar dan saat ini terus disempurnakan oleh sejumlah perusahaan vaksin di dunia termasuk di Indonesia.

Sebagai sebuah Badan Usaha Milik Negara, Bio Farma (berdiri 6 Agustus 1890) saat ini berkembang menjadi perusahaan Life Science. Dan selama kurun waktu 127 tahun, perusahaan yang berada di kota bandung ini telah memberikan kontribusi untuk meningkatkan kualiatas hidup manusia, tidak hanya di Indonesia tapi juga di Mancanera, termasuk dalam perkembangannya saat ini di negara negara Islam Dunia.

Dalam pertemuan the 6th Islamic Conference Ministry Of Health di Jedah Saudi Arabia (5-7 Desember 2017) Perusahaan vaksin terbesar di asia tenggara ini, kini resmi dipercaya menjadi Centre of Excellence (pusat penelitian) untuk vaksin dan bioteknologi untuk negara negara yang tergabung dalam organisasi kerjasama Islam (OKI). Kepercayaan itu diperoleh dalam pertemuan senior official pada selasa (5/12/2017).

Tentunya hal ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri sekaligus tantangan untuk bisa terus memproduksi vaksin halal. Karena menurut Direktur Pemasaran Bio Farma M.Rahman Rustam, pihaknya akan terus berkomitmen dan melakukan sinergi dengan berbagai lembaga penelitian dan pengembangan vaksin halal.

"Dengan dipercayanya Indonesia sebagai pusat penelitian bersama, menandakan bahwa Indonesia dipandang sebagai negara yang mumpuni dalam pembuatan vaksin sehingga akan menjadi rujukan negara negara OKI" urainya.

Lebih jauh, rahman mengatakan, sebagai pusat penelitian, artinya negara negara OKI akan mempercayai penyediaan vaksin untuk negaranya kepada Indonesia melalui Bio Farma. dengan sinergi seperti ini akan mendorong tumbuhnya kemandirian vaksin antar negara Islam.

"Bio Farma dapat menyediakan produk akhir Vaksin maupun bahan baku vaksin (bulk) baik transfer teknologi maupun joint collaboration vaccine production" Pungkasnya.

Kabar pencapaian ini juga sebenarnya bisa menjadi pencerahan dan pegangan bagi saya dan mungkin juga saudara muslim di belahan dunia lainnya akan produk vaksin itu sendiri. Karena harus di akui, banyak produsen vaksin di dunia yang mungkin bisa memproduksi berbagai macam vaksin, namun sebagai muslim dan hidup di negara mayoritas muslim tentu sangat mengharapkan adanya jaminan kehalalan dari produk yang diterima.