Mohon tunggu...
Denny Rahmanto
Denny Rahmanto Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Ilmu Politik FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Kerjakan dengan sepenuh hati, dan jangan pernah menyerah.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Omicron, Varian Baru Covid dan Tindakan yang Harus Dilakukan

18 Desember 2021   02:40 Diperbarui: 18 Desember 2021   02:42 308 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Corona Virus. Sumber: AT Children's Project

Varian Omicron merupakan bagian dari varian Covid-19 dan berpotensi menyebar ke seluruh dunia dengan cepat dan dapat membahayakan kehidupan manusia. Kita dapat mengantisipasi bahwa keadaan endemik Covid-19 akan ditandai dengan perkembangan kenaikan baru dengan lonjakan yang akan mendominasi pada kelompok yang tidak divaksinasi dan dengan imun yang lemah. Dengan demikian, akan ada peran penting dalam mempromosikan vaksinasi, booster dan pengujian yang dapat diakses untuk mencegah penularan penyakit dan untuk mendeteksi kenaikan penyebaran dengan cepat.

Dengan adanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia, Indonesia kini memasuki era normal baru dalam perkembangannya, seperti banyak negara lain di dunia, namun pada saat menerapkan era normal baru. Stabil dan belum jelas kapan era pandemi akan berakhir. Pasalnya, ditemukan varian baru virus Covid-19 bernama Omicron atau B.1.1.529 pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan. Varian Omicron ini memiliki mutasi yang lebih banyak, beberapa di antaranya mengkhawatirkan, berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menurut Kesehatan Dunia (WHO) beberapa laboratorium telah mengindikasikan bahwa untuk satu tes PCR yang digunakan secara luas, salah satu dari tiga gen target tidak terdeteksi (disebut penurunan gen S atau kegagalan target gen S) dan oleh karena itu tes ini dapat digunakan sebagai penanda untuk varian ini, menunggu konfirmasi sekuensing. Dengan menggunakan pendekatan ini, varian ini telah terdeteksi pada tingkat yang lebih cepat daripada lonjakan infeksi sebelumnya, menunjukkan bahwa varian ini mungkin memiliki keunggulan pertumbuhan.

Dengan perubahan genetik yang diduga atau diketahui mempengaruhi sifat virus seperti infeksi, keparahan penyakit, penolakan kekebalan, diagnosis atau pelepasan pengobatan. Di banyak negara, telah diidentifikasi sebagai penyebab komunitas signifikan atau infeksi beberapa kelompok Covid-19, dengan peningkatan prevalensi relatif atau risiko baru bagi dunia karena jumlah kasus meningkat dari waktu ke waktu. Efek epidemiologi signifikan lainnya menunjukkan risiko yang muncul terhadap kesehatan masyarakat global.

Kekhawatiran utama tentang Omicron termasuk apakah itu lebih menular atau lebih parah daripada varian lain dan apakah itu dapat menghindari perlindungan vaksin. Jika Omicron dapat menghindari antibodi penetralisir, itu tidak berarti bahwa respon imun dipicu oleh vaksinasi dan infeksi sebelumnya tidak akan memberikan perlindungan terhadap varian tersebut. Ancaman Omicron telah mendorong beberapa negara kaya, seperti Inggris, untuk mempercepat dan memperluas peluncuran dosis vaksin Covid-19. Tapi belum jelas seberapa efektif dosis ini terhadap varian ini.

Melihat gambaran penanganan Covid-19 di negara lain, Pemerintah Indonesia sudah memberikan beberapa kebijakan. Diantaranya yaitu kebijakan meliburkan sekolah, universitas, bekerja dari rumah, beribadah dari rumah, memberi bantuan sosial, memberikan himbauan untuk melakukan social distancing dan physical distancing, menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), dan perberlakukan pembatasan kegiatan perkantoran (PPKM).

Vaksinasi Covid-19 diperlukan sebagai salah satu cara untuk menangani virus. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam mewujudkan pemenuhan vaksinasi Covid-19 sebagai hak atas kesehatan bagi masyarakat di masa pandemi. Pemberian vaksinasi Covid-19 kepada setiap masyarakat kini menjadi salah satu upaya dalam menyelesaikan dan memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19. Di mana vaksinasi harus dilakukan kepada semua kalangan masyarakat. Melihat kondisi masyarakat ada berapa yang memiliki kondisi tubuh yang rentan. Salah satu kelompok rentan dalam pandemi Covid-19 adalah masyarakat yang sebelumnya rentan karena akses Kesehatan di wilayahnya yang terbatas.

Di Indonesia sendiri terdapat pro dan kontra kepada vaksinasi, bagi masyarakat yang awam terhadap informasi vaksinasi melalui pandangan dan penglihatannya tentu akan mempengaruhi pemikirannya terhadap vaksin Covid-19. Di mana ketika seseorang mempunyai pandangan yang tidak baik terhadap vaksinasi walaupun dari vaksin yang memang sudah teruji, maka akan terjadi penolakan terhadap vaksinasi Covid-19. Akhirnya, program yang sudah dilakukan untuk melindungi dan mengendalikan Covid-19 menjadi gagal.

Informasi yang akurat dan jelas sangat penting untuk diberikan kepada masyarakat tentang vaksin Covid-19. Meskipun pemerintah sudah melakukan berbagai cara untuk memberi tahu dalam beberapa media seperti media sosial, televisi, dan lainnya. Seharusnya masyarakat sudah mulai menyadari betapa pentingnya vaksin Covid-19.

Melihat sikap masyarakat yang masih ragu dengan vaksinasi Covid-19. Pemerintah perlu    mengambil Langkah strategi penyampaian yang   lebih   efektif, sehingga menurunkan  tingkat  apatis dan menghasilkan perubahan sikap di kalangan masyarakat yang masih ragu dan minim informasi terhadap vaksinasi Covid  19.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kesehatan Selengkapnya
Lihat Kesehatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan