Mohon tunggu...
Sosbud

Hadirnya PT Airfast Indonesia Tak Berpengaruh Terhadap Bisnis Pelayaran Gresik - Bawean

17 Februari 2016   16:09 Diperbarui: 17 Februari 2016   16:21 21 0 0 Mohon Tunggu...

Hadirnya perusahaan penerbangan PT Airfast Indonesia yang memiliki rute Surabaya-Bawean, tak berpengaruh banyak terhadap bisnis pelayaran Gresik-Bawean. Perbedaan tarif yang tipis tidak mengurangi jumlah penumpang kapal. Sebab, masing-masing angkutan memiliki segmen berbeda. Saat ini, jalur menuju Bawean dilayani melalui udara dan laut. PT Aifsat Indonesia mengoperatori pesawat twin otter. Sementara PT Pelayaran Sakti Inti Makmur dan PT Gresik Samudra melayani pelayaran KM Ekspres Bahari dan KM Natuna Ekspres.

Berdasarkan data yang dihimpun dilapangan, jumlah penumpang kapal cepat Express Bahari IC dan Natuna Express masih terbilang cukup tinggi. Rizky Syahputra, Marketing Commu- nication PT Pelayaran Sakti Inti Makmur mengatakan, jumlah penumpang kapal sebelum dan sesudah bandara bawean beroperasi terbilang masih sama.

Sebelum bandara beroperasi, penumpang kapal ke Bawean sekitar 260 hingga 320 orang. Saat ini jumlah penumpang yang menuju pulau Bawean tercatat 250 hingga 300 orang. “Kami menyebutnya jumlah ini normal. Tidak mengalami penurunan, sebab, saat ini bukan musim orang pulang ke Bawean,”ujarnya.

Dikatakan, peningkatan penumpang akan terjadi pada pertengahan bulan Agustus dan akhir tahun. Sebab, pada bulan itu merupakan musim liburan bagi warga Bawean yang tinggal di Malasyia dan Singapura. “Kami tidak terlalu khawatir dengan operasional pesawat terbang. Sebab, jumlah kapasitasnya tidak banyak. Beda lagi jika yang terbang ke Bawean adalah maskapai komersial. Tentu akan berdampak pada kegiatan usaha kami,”jelas Rizky. PT Pelayaran Sakti Inti Makmu membagi tiket penumpang menjadi dua kelas.

Yakni kelas VIP dengan harga Rp 169.500 dan kelas Excutive Rp 149.500. Hal yang sama juga dikatakan, Riva Djoewariyah. Staf PT Gresik Samudra ini mengaku, keberadaan maskapai Airfast Indonesia tidak begitu berpengaruh pada bisnis kapal penyebrangan. Hal itu dikarenakan, operasional pesawat hanya dua kali dalam satu minggu. “Masing-masing moda transportasi sudah mempunyai segmen, jadi kami rasa tidak begitu berpengaruh pada kegiatan usaha kami,”jelas Riva.

sumber: Radar Gresik 17 Februari 2016

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x