Deni Mildan
Deni Mildan Geologiwan

Writting is sharing

Selanjutnya

Tutup

Tekno

James Hutton: The Present is The Key to The Past

21 September 2017   23:58 Diperbarui: 22 September 2017   00:03 3303 4 2

Dalam bukunya yang berjudul The Man Who Found Time, Jack Repcheck mengatakan bahwa ada empat tokoh besar yang berhasil mengubah pandangan manusia tentang bumi. Nicolaus Copernicus menjadi yang pertama. Pada tahun 1543 Copernicus menyatakan bahwa bumi bukanlah pusat tatasurya melainkan matahari. Sembilan ratus tahun setelah kematian Copernicus, Galileo mempublikasikan sebuah buku berjudul Dialogue Concerning the Two Chief World System pada tahun 1632 yang membenarkan teori heliosentris Copernicus. James Hutton menyusul pada tahun 1788 dengan teori bahwa usia bumi lebih tua dari 6000 tahun, 

menurut doktrin teologi pada masa itu. Meskipun usia bumi belum bisa dihitung secara akurat, Hutton memperkirakan bumi bisa berusia jutaan bahkan milyaran tahun. Terinspirasi dari hasil penelitian Hutton, 70 tahun kemudian Charles Darwin dengan berani mempublikasikan On the Origin of Species by Means of Natural Selection yang menuai kontroversi hingga saat ini.

Copernicus, Galileo dana Darwin merupakan tokoh kunci dalam pemisahan sains modern dari pengaruh religi ortodoks. James Hutton juga memiliki peranan yang tidak kalah penting. Teori tentang bumi yang ia susun berdasarkan pengamatan selama bertahun-tahun menjadi dasar bagi perkembangan ilmu kebumian modern. Oleh karena itu, julukan Bapak Geologi Modern pantas disandang ilmuwan asal Skotlandia ini.

James Hutton lahir di Edinburgh, Skotlandia pada 3 Juni 1726. Ayahnya William Hutton adalah seorang saudagar sukses. Sayangnya ia meninggal saat Hutton masih berusia 3 tahun. Ibunya, Sarah Balfour kemudian mengatur supaya Hutton dan ketiga saudara perempuannya mendapatkan pendidikan terbaik. James Hutton mulai bersekolah di Edinburgh High Schoolsaat menginjak usia 10 tahun.

Pada bulan November 1940, Hutton mulai mempelajari humaniora, filosofi dan matematika di Universitas Edinburgh. Setelah menghabiskan beberapa waktu untuk menimba ilmu, kimia malah menjadi pelajaran favoritnya. Kegemarannya dalam melakukan eksperimen kimia bermula ketika ia mengetahui bahwa emas dapat larut dalam larutan asam campuran asam nitrat dan asam hidroklorida. Pascakelulusanya dari Universitas Edinburgh, Hutton bekerja sebagai pengacara. Meski begitu, kegemarannya pada bidang kimia tidak pernah surut.

Pada tahun 1744, Hutton memutuskan untuk belajar ilmu kedokteran di Paris karena menurutnya karir sebagaindokter lebih menjanjikan ketimbang pengacara. Hutton menyelesaikan studinya di Paris pada tahun 1747 dan mendapatkan kualifikasi dokter pada tahun 1749 di Universitas Leiden, Belanda. Pada usia 23 tahun, Hutton hijrah ke London namun tidak pernah sekalipun melakukan praktek. Hal ini tidak menjadi masalah besar karena Hutton sebelumnya sudah memiliki penghasilan dari kerjasamanya dengan salah satu perusahaan kimia di Edinburgh. Merasa berkecukupan, Hutton kemudian kembali ke Edinburgh dan memulai usaha pertanian.

Selama berkarir di bidang pertanian, Hutton melakukan perjalanan ke beberapa tempat di Inggris untuk meneliti metode pertanian. Hutton lalu menyadari bahwa para petani sangat memperhatikan kecocokan tanah untuk mendukung produktivitas hasil pertanian. Ia mulai menaruh atensi lebih kepada ilmu tanah dan aplikasinya untuk pertanian. Hutton menemukan banyak variasi tanah dan batuan di tempat-tempat yang pernah ia kunjungi. Ia memperkirakan bahwa sebagian jenis batuan terbentuk dari endapan pasir dan lumpur di dalam air. Hutton juga menemukan batuan di daratan yang mengandung fosil cangkang hewan-hewan laut. Sedikit demi sedikit Hutton tertarik untuk mempelajari geologi.

Kegemaran baru James Hutton di bidang geologi membawanya bertemu dengan saintis terkemuka pada saat itu, misalnya Adam Smith, Joseph Black -- yang kemudian membantunya dalam publikasi Teory of The Earth -- dan James Watt. Hutton juga melakukan beberapa kali ekspedisi ke pantai-pantai, pulau-pulau dan pegunungan untuk meneliti batuan di daerah-daerah tersebut. Salah satu lokasi penting dalam rangkaian ekspedisi Hutton adalah Siccar Point, daerah pesisir yang terletak di sebelah timur Edinburgh. Fakta-fakta yang ia kumpulkan dari pengamatan di lapangan menjadi dasar dalam penyusunan teorinya tentang bumi.

Tanggal 7 Maret 1785 adalah hari bersejarah bagi James Hutton. Untuk pertama kalinya ia akan menyampaikan teori yang telah ia susun di hadapan Royal Society of Edinburgh, forum ilmiah terkemuka di Edinburgh. Sayangnya kesempatan ini harus is lewatkan karena kondisi kesehatan yang kurang baik akibat rasa gugup yang berlebihan. Akhirnya rekan sesama saintis sekaligus sahabatnya, John Black menggantikan Hutton untuk berpidato. E

mpat minggu setelahnya, tepatnya 4 April 1785 Hutton cukup sehat untuk tampil di hadapan publik menyampaikan teorinya. Hasil penelitian yang ia beri judul Theory of the Earthditerbitkan dalam dua artikel ilmiah. Selepas tampil di Royal Society of Edinburgh, Hutton masih melanjutkan penelitiannya untuk melengkapi bukti-bukti yang dapat memperkuat teorinya. Akhirnya pada tahun 1797, Theory of the Earthdipublikasikan dalam dua volume buku.

Secara garis besar teori Hutton menjelaskan bumi mengalami suatu siklus lambat yang telah berlangsung sangat lama. Batuan di permukaan tererosi, tertransportasi dan kemudian terendapkan di laut dalam bentuk lapisan-lapisan. Lapisan-lapisan terkompaksi menjadi batuan karena panas dari dalam bumi. Energi panas ini kemudian mengangkat batuan ke permukaan sehingga lama kelamaan batuan tererosi dan siklus kembali terjadi.

Popularitas teori Hutton yang kini dikenal sebagai uniformitarianisme tidak langsung melejit, bahkan setelah Hutton tutup usia. Pertentangan perkiraan usia bumi versi Hutton dengan keterangan dalam kitab suci adalah penyebab utamanya. Uniformitarianisme harus berhadapan dengan teori neptunisme milik Abraham Gottlob Werner yang lebih dulu diterima kalangan gereja. Namun seiring berjalannya waktu, berkat bantuan kawan-kawannya, terutama John Playfair, teori Hutton mulai diterima dunia. Pada tahun 1830, Charles Lyell menerbitkan volume pertama Principles of Geology, Being an Attempt to Explain the Former Changes of the Earth's Surface, by Reference to Causes Now in Operationyang mengacu kepada teori Hutton dan Playfair. Buku ini menjadi pegangan Charles Darwin selama ekspedisi dalam upaya merumuskan teori asal muasal makhluk hidup bersama Kapal Beagle pada tahun 1832-1836.

Sumber: 

Repcheck, J., 2003, The Man Who Found Time, New York: Perseus Publishing